<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi: IKN Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru</title><description>Jokowi menekankan peran strategis IKN dalam mendorong gelombang baru pertumbuhan ekonomi yang keberlanjutan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/05/320/3030438/jokowi-ikn-jadi-pusat-pertumbuhan-ekonomi-baru</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/07/05/320/3030438/jokowi-ikn-jadi-pusat-pertumbuhan-ekonomi-baru"/><item><title>Jokowi: IKN Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/05/320/3030438/jokowi-ikn-jadi-pusat-pertumbuhan-ekonomi-baru</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/07/05/320/3030438/jokowi-ikn-jadi-pusat-pertumbuhan-ekonomi-baru</guid><pubDate>Jum'at 05 Juli 2024 18:28 WIB</pubDate><dc:creator>Raka Dwi Novianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/05/320/3030438/jokowi-ikn-jadi-pusat-pertumbuhan-ekonomi-baru-gsCBdNsCMR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">IKN jadi pertumbuhan ekonomi baru (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/05/320/3030438/jokowi-ikn-jadi-pusat-pertumbuhan-ekonomi-baru-gsCBdNsCMR.jpg</image><title>IKN jadi pertumbuhan ekonomi baru (Foto: Okezone)</title></images><description>


JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan peran strategis IKN dalam mendorong gelombang baru pertumbuhan ekonomi yang keberlanjutan. Perspektif ini sejalan dengan visi yang lebih luas untuk menjadikan IKN sebagai model pembangunan kota berkelanjutan yang tidak hanya mendukung pertumbuhan ekonomi tetapi juga berkelanjutan dan ramah lingkungan.
&amp;ldquo;Saya kira IKN akan menjadi titik pertumbuhan ekonomi baru dan kita ingin juga terjadi transformasi ekonomi terutama yang berkaitan dengan ekonomi hijau,&amp;rdquo; jelasnya usai meninjau program pompanisasi di Desa Layoa, Bantaeng, Jumat (5/7/2024).

BACA JUGA:
Luhut Klaim Utang Rp800 Triliun Tak Ganggu IKN dan Makan Bergizi Gratis Prabowo

Dia menyebut bahwa potensi ekonomi sektor pertanian di daerah sekitar Ibu Kota Nusantara (IKN) akan meningkat signifikan seiring dengan perkembangan pembangunan.
Dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Sulawesi Selatan, Presiden Jokowi menyoroti permintaan masa depan dari IKN sebagai peluang menjanjikan bagi petani lokal dan produsen pertanian.

BACA JUGA:
Jokowi Sebut IKN Tingkatkan Permintaan Produk Pertanian

&amp;ldquo;Nanti kan ada demand, ada permintaan dari pasar baru yang namanya IKN tentu saja kalau ada kelebihan produksi beras di sini bisa dikirim ke IKN,&amp;rdquo; ujar Presiden.
Kehadiran IKN juga diprediksi akan meningkatkan permintaan untuk produk pertanian seperti beras, sayuran, dan bawang, yang dapat dengan mudah dipasok dari surplus yang diproduksi di daerah sekitar.Sebagai contoh, Presiden mencatat bahwa jika ada kelebihan produksi  bawang, yang saat ini dijual dengan harga yang menguntungkan, ini bisa  dengan mudah ditransfer untuk memenuhi kebutuhan IKN.
&amp;ldquo;Ada kelebihan produksi sayur di sini bisa ditarik ke IKN, ada bawang  merah tadi yang juga harganya baik sangat baik 30 ribu (per kg) bisa  ditarik ke IKN,&amp;rdquo; lanjutnya.
Sebelumnya, Presiden Jokowi juga mengunjungi Kabupaten Bulukumba dan  mengecek harga bahan-bahan pokok di pasar setempat. Presiden  mengapresiasi produktivitas pertanian di Sulawesi Selatan yang tercermin  dari harga sejumlah komoditas yang dijual lebih murah dibandingkan di  Pulau Jawa.
&amp;ldquo;Tadi saya lihat bawang merah 30 ribu, cabai 30 ribu, dan yang  lain-lainnya semuanya lebih murah dari yang di Jawa. Setelah saya tanya,  ternyata di sini ada produksi sendiri di Sulawesi Selatan, ini sangat  bagus,&amp;rdquo; ungkapnya.</description><content:encoded>


JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan peran strategis IKN dalam mendorong gelombang baru pertumbuhan ekonomi yang keberlanjutan. Perspektif ini sejalan dengan visi yang lebih luas untuk menjadikan IKN sebagai model pembangunan kota berkelanjutan yang tidak hanya mendukung pertumbuhan ekonomi tetapi juga berkelanjutan dan ramah lingkungan.
&amp;ldquo;Saya kira IKN akan menjadi titik pertumbuhan ekonomi baru dan kita ingin juga terjadi transformasi ekonomi terutama yang berkaitan dengan ekonomi hijau,&amp;rdquo; jelasnya usai meninjau program pompanisasi di Desa Layoa, Bantaeng, Jumat (5/7/2024).

BACA JUGA:
Luhut Klaim Utang Rp800 Triliun Tak Ganggu IKN dan Makan Bergizi Gratis Prabowo

Dia menyebut bahwa potensi ekonomi sektor pertanian di daerah sekitar Ibu Kota Nusantara (IKN) akan meningkat signifikan seiring dengan perkembangan pembangunan.
Dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Sulawesi Selatan, Presiden Jokowi menyoroti permintaan masa depan dari IKN sebagai peluang menjanjikan bagi petani lokal dan produsen pertanian.

BACA JUGA:
Jokowi Sebut IKN Tingkatkan Permintaan Produk Pertanian

&amp;ldquo;Nanti kan ada demand, ada permintaan dari pasar baru yang namanya IKN tentu saja kalau ada kelebihan produksi beras di sini bisa dikirim ke IKN,&amp;rdquo; ujar Presiden.
Kehadiran IKN juga diprediksi akan meningkatkan permintaan untuk produk pertanian seperti beras, sayuran, dan bawang, yang dapat dengan mudah dipasok dari surplus yang diproduksi di daerah sekitar.Sebagai contoh, Presiden mencatat bahwa jika ada kelebihan produksi  bawang, yang saat ini dijual dengan harga yang menguntungkan, ini bisa  dengan mudah ditransfer untuk memenuhi kebutuhan IKN.
&amp;ldquo;Ada kelebihan produksi sayur di sini bisa ditarik ke IKN, ada bawang  merah tadi yang juga harganya baik sangat baik 30 ribu (per kg) bisa  ditarik ke IKN,&amp;rdquo; lanjutnya.
Sebelumnya, Presiden Jokowi juga mengunjungi Kabupaten Bulukumba dan  mengecek harga bahan-bahan pokok di pasar setempat. Presiden  mengapresiasi produktivitas pertanian di Sulawesi Selatan yang tercermin  dari harga sejumlah komoditas yang dijual lebih murah dibandingkan di  Pulau Jawa.
&amp;ldquo;Tadi saya lihat bawang merah 30 ribu, cabai 30 ribu, dan yang  lain-lainnya semuanya lebih murah dari yang di Jawa. Setelah saya tanya,  ternyata di sini ada produksi sendiri di Sulawesi Selatan, ini sangat  bagus,&amp;rdquo; ungkapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
