<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cara RI Percepat Swasembada Gula</title><description>Cara Indonesia mewujudkan swasembada gula nasional agar tidak lagi ketergantungan impor.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/06/320/3030655/cara-ri-percepat-swasembada-gula</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/07/06/320/3030655/cara-ri-percepat-swasembada-gula"/><item><title>Cara RI Percepat Swasembada Gula</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/06/320/3030655/cara-ri-percepat-swasembada-gula</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/07/06/320/3030655/cara-ri-percepat-swasembada-gula</guid><pubDate>Sabtu 06 Juli 2024 11:30 WIB</pubDate><dc:creator>Farida Syifa Anandita</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/06/320/3030655/cara-ri-percepat-swasembada-gula-57OOQoJYkR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Swasembada Gula (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/06/320/3030655/cara-ri-percepat-swasembada-gula-57OOQoJYkR.jpg</image><title>Swasembada Gula (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8wNS8xLzE4MjUyNy81L3g5MWp6OXU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Cara Indonesia mewujudkan swasembada gula nasional agar tidak lagi ketergantungan impor.
Dalam mewujudkan swasembada gula nasional dengan diiringi penguatan petani, sehingga membawa dampak peningkatan kesejahteraan petani.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Hibahkan Aset Eks BLBI Rp2,77 Triliun


&quot;Program Makmur ini salah satu rangkaian, bahwa kami harus bersinergi mensukseskan swasembada gula,&quot; kata Direktur Keuangan Sinergi Gula Nusantara (SGN) anak perusahaan PTPN III (Persero) Holding Perkebunan Hariyanto dalam keterangan, Jakarta, Sabtu (6/7/2024).
Dia menambahkan, ekosistem sangat penting karena tidak bisa bergerak sendiri-sendiri, dari mulai benih, pupuk, pendanaan dari perbankan, hingga pabrik gula sebagai off taker.

BACA JUGA:
Sri Mulyani: Sisa Kas Negara Rp459,5 Triliun pada 2023


&quot;Yang terpenting pencapaian swasembada gula diiringi dengan penguatan petani dengan membantu akses permodalan, benih hingga sarana produksi (saprodi),&quot; katanya.Sementara itu, Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik Robby Setiabudi Madjid menyakini melalui sistem bagi hasil dengan petani, ditambah dengan kinerja SGN petani akan tambah makmur
&quot;Setelah kami berdiskusi dengan mitra tadi kebetulan pabrik gula Prajekan ternyata rangking 1 terkait rendemen seluruh SGN. Semua ekosistem yang berada ini mensukseskan juga ketahanan pangan nasional,&quot; katanya.
Di sisi lain, salah satu kendala yang dihadapi petani tebu adalah akses dan ketersediaan saprodi di antaranya pupuk yang dibutuhkan tanaman untuk proses pertumbuhan dan peningkatan produktivitas.
&quot;Lahan kami sekitar 6.500-an hektare di hampir seluruh kabupaten Situbondo telah ter-cover Program Makmur &amp;ndash; Program Mari Kita Majukan Usaha Rakyat, kami mendapatkan jaminan pupuk yang asli dan prosesnya hanya dua tiga hari, harganya kompetitif,&quot; ungkap Ketua Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia(DPC APTRI) PG Pradjekan Rolis Wikarsono.
Petani mitra PG Pradjekan merupakan petani tebu yang pertama mengakses Program Makmur tiga tahun yang lalu. Dampak dari program tersebut kini dirasakan oleh para petani, selain jaminan ketersediaan pupuk, peningkatan produktivitas hingga peningkatan pendapatan petani.
&quot;Tahun ini peningkatan produktivitas luar biasa, sebelumnya di 76 kini menjadi 110 ton per hektar, rendemen naik, pendapatan petani juga naik,&quot; tambah  General Manager PG Pradjekan Mohammad Sholeh Kusuma.
Kenaikan produktivitas tersebut dinilai cukup signifikan, mencapai 45% dari semula 76 ton per hektare menjadi 110 ton per hektar, kenaikan rendemen mencapai 9,9% dari 8,14% menjadi 8,94%, sehingga pendapatan petani meningkat dari semula Rp53,4 juta per hektar menjadi Rp69,4 kita per hektare.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8wNS8xLzE4MjUyNy81L3g5MWp6OXU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Cara Indonesia mewujudkan swasembada gula nasional agar tidak lagi ketergantungan impor.
Dalam mewujudkan swasembada gula nasional dengan diiringi penguatan petani, sehingga membawa dampak peningkatan kesejahteraan petani.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Hibahkan Aset Eks BLBI Rp2,77 Triliun


&quot;Program Makmur ini salah satu rangkaian, bahwa kami harus bersinergi mensukseskan swasembada gula,&quot; kata Direktur Keuangan Sinergi Gula Nusantara (SGN) anak perusahaan PTPN III (Persero) Holding Perkebunan Hariyanto dalam keterangan, Jakarta, Sabtu (6/7/2024).
Dia menambahkan, ekosistem sangat penting karena tidak bisa bergerak sendiri-sendiri, dari mulai benih, pupuk, pendanaan dari perbankan, hingga pabrik gula sebagai off taker.

BACA JUGA:
Sri Mulyani: Sisa Kas Negara Rp459,5 Triliun pada 2023


&quot;Yang terpenting pencapaian swasembada gula diiringi dengan penguatan petani dengan membantu akses permodalan, benih hingga sarana produksi (saprodi),&quot; katanya.Sementara itu, Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik Robby Setiabudi Madjid menyakini melalui sistem bagi hasil dengan petani, ditambah dengan kinerja SGN petani akan tambah makmur
&quot;Setelah kami berdiskusi dengan mitra tadi kebetulan pabrik gula Prajekan ternyata rangking 1 terkait rendemen seluruh SGN. Semua ekosistem yang berada ini mensukseskan juga ketahanan pangan nasional,&quot; katanya.
Di sisi lain, salah satu kendala yang dihadapi petani tebu adalah akses dan ketersediaan saprodi di antaranya pupuk yang dibutuhkan tanaman untuk proses pertumbuhan dan peningkatan produktivitas.
&quot;Lahan kami sekitar 6.500-an hektare di hampir seluruh kabupaten Situbondo telah ter-cover Program Makmur &amp;ndash; Program Mari Kita Majukan Usaha Rakyat, kami mendapatkan jaminan pupuk yang asli dan prosesnya hanya dua tiga hari, harganya kompetitif,&quot; ungkap Ketua Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia(DPC APTRI) PG Pradjekan Rolis Wikarsono.
Petani mitra PG Pradjekan merupakan petani tebu yang pertama mengakses Program Makmur tiga tahun yang lalu. Dampak dari program tersebut kini dirasakan oleh para petani, selain jaminan ketersediaan pupuk, peningkatan produktivitas hingga peningkatan pendapatan petani.
&quot;Tahun ini peningkatan produktivitas luar biasa, sebelumnya di 76 kini menjadi 110 ton per hektar, rendemen naik, pendapatan petani juga naik,&quot; tambah  General Manager PG Pradjekan Mohammad Sholeh Kusuma.
Kenaikan produktivitas tersebut dinilai cukup signifikan, mencapai 45% dari semula 76 ton per hektare menjadi 110 ton per hektar, kenaikan rendemen mencapai 9,9% dari 8,14% menjadi 8,94%, sehingga pendapatan petani meningkat dari semula Rp53,4 juta per hektar menjadi Rp69,4 kita per hektare.</content:encoded></item></channel></rss>
