<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>5 Fakta Warisan Utang Pemerintah</title><description>Belakangan ini warganet sedang membicarakan topik terhangat terkait warisan utang pemerintah yang meningkat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/07/320/3030856/5-fakta-warisan-utang-pemerintah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/07/07/320/3030856/5-fakta-warisan-utang-pemerintah"/><item><title>5 Fakta Warisan Utang Pemerintah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/07/320/3030856/5-fakta-warisan-utang-pemerintah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/07/07/320/3030856/5-fakta-warisan-utang-pemerintah</guid><pubDate>Minggu 07 Juli 2024 06:15 WIB</pubDate><dc:creator>Kristalensi Bunga Nauli Sihite</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/06/320/3030856/5-fakta-warisan-utang-pemerintah-Ll5l3LnFwr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Utang RI Naik (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/06/320/3030856/5-fakta-warisan-utang-pemerintah-Ll5l3LnFwr.jpg</image><title>Utang RI Naik (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8wNC8xLzE4MjQ5OC81L3g5MWlkNzY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Utang pemerintah jatuh tempo di tahun depan naik secara signifikan per 30 April 2024. Jumlah utang pemerintah diketahui menyentuh angka Rp8.353 triliun.
Direktur Program Indef, Eisha M Rachbini menyebutkan bahwa presiden terpilih Prabowo Subianto perlu was-was dalam menentukan dan mengatur program yang seharusnya diprioritaskan.

BACA JUGA:
Luhut Klaim Utang Rp800 Triliun Tak Ganggu IKN dan Makan Bergizi Gratis Prabowo


Berikut 5 fakta warisan utang pemerintah yang telah dirangkum oleh Okezone, Minggu (7/7/2024):

BACA JUGA:
Punya Aset Rp13.072 Triliun, Utang Pemerintah Rp8.353 Triliun Bisa Lunas?


1.	Utang Pemerintah Rp8.353 Triliun
Data Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat bahwa utang pemerintah jatuh tempo pada 2025 harus dibayarkan otoritas berada di level Rp800 triliun. Jumlah tersebut naik Rp14,59 triliun apabila dibandingkan di bulan sebelumnya yang mencapai Rp8.338 triliun.2.	Potensi Tinggi Mengalami &amp;lsquo;Stroke&amp;rsquo; 
Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menilai bahwa negara memiliki potensi tinggi mengalami gangguan apabila nilai utang tidak diimbangi dengan kapasitas fiskal atau penerimaan negara di era Presiden Terpilih Prabowo Subianto.
3.	Aset Negara Mengalami Peningkatan
Menteri Keuangan Sri Mulyani melaporkan bahwa aset negara tercatat mengalami peningkatan sekitar 6,06% menjadi Rp13.072,8 triliun per 31 Desember 2023. Namun, meski mempunyai aset yang lebih besar tidak serta merta utang negara dapat langsung lunas terbayarkan. Pemerintah akan tetap menjaga rasio utang terhadap PDB agar tetap aman.
4.	Perhitungan Utang Negara dengan Cara Dibagi Individu Tidak Valid
Sebelumnya cara perhitungan utang negara yang dilakukan secara dibagi per individu sempat menggemparkan warganet.
Direktur Surat Utang Negara DJPPR Kementerian Keuangan, Deni Ridwan menyatakan bahwa cara perhitungan tersebut kurang tepat karena tidak sesuai dengan kaidah perhitungan utang secara internasional. Perhitungan yang kerap digunakan adalah perbandingan utang dengan Gross Domestic Product (GDP).
5.	Presiden Terpilih Perlu Pintar dalam Memilih Langkah
Direktur Eksekutif Indef, Esther Sri Astuti memandang bahwa pemerintahan baru yang akan dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming perlu mengambil langkah alternatif yang tepat.
Salah satunya adalah memprioritaskan program yang mempunyai multiplier effect (efek berganda) yang lebih luas dan fokus dengan tiga program, yakni penguatan sumber daya manusia (SDM), transfer teknologi dan peningkatan modal.
</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8wNC8xLzE4MjQ5OC81L3g5MWlkNzY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Utang pemerintah jatuh tempo di tahun depan naik secara signifikan per 30 April 2024. Jumlah utang pemerintah diketahui menyentuh angka Rp8.353 triliun.
Direktur Program Indef, Eisha M Rachbini menyebutkan bahwa presiden terpilih Prabowo Subianto perlu was-was dalam menentukan dan mengatur program yang seharusnya diprioritaskan.

BACA JUGA:
Luhut Klaim Utang Rp800 Triliun Tak Ganggu IKN dan Makan Bergizi Gratis Prabowo


Berikut 5 fakta warisan utang pemerintah yang telah dirangkum oleh Okezone, Minggu (7/7/2024):

BACA JUGA:
Punya Aset Rp13.072 Triliun, Utang Pemerintah Rp8.353 Triliun Bisa Lunas?


1.	Utang Pemerintah Rp8.353 Triliun
Data Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat bahwa utang pemerintah jatuh tempo pada 2025 harus dibayarkan otoritas berada di level Rp800 triliun. Jumlah tersebut naik Rp14,59 triliun apabila dibandingkan di bulan sebelumnya yang mencapai Rp8.338 triliun.2.	Potensi Tinggi Mengalami &amp;lsquo;Stroke&amp;rsquo; 
Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menilai bahwa negara memiliki potensi tinggi mengalami gangguan apabila nilai utang tidak diimbangi dengan kapasitas fiskal atau penerimaan negara di era Presiden Terpilih Prabowo Subianto.
3.	Aset Negara Mengalami Peningkatan
Menteri Keuangan Sri Mulyani melaporkan bahwa aset negara tercatat mengalami peningkatan sekitar 6,06% menjadi Rp13.072,8 triliun per 31 Desember 2023. Namun, meski mempunyai aset yang lebih besar tidak serta merta utang negara dapat langsung lunas terbayarkan. Pemerintah akan tetap menjaga rasio utang terhadap PDB agar tetap aman.
4.	Perhitungan Utang Negara dengan Cara Dibagi Individu Tidak Valid
Sebelumnya cara perhitungan utang negara yang dilakukan secara dibagi per individu sempat menggemparkan warganet.
Direktur Surat Utang Negara DJPPR Kementerian Keuangan, Deni Ridwan menyatakan bahwa cara perhitungan tersebut kurang tepat karena tidak sesuai dengan kaidah perhitungan utang secara internasional. Perhitungan yang kerap digunakan adalah perbandingan utang dengan Gross Domestic Product (GDP).
5.	Presiden Terpilih Perlu Pintar dalam Memilih Langkah
Direktur Eksekutif Indef, Esther Sri Astuti memandang bahwa pemerintahan baru yang akan dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming perlu mengambil langkah alternatif yang tepat.
Salah satunya adalah memprioritaskan program yang mempunyai multiplier effect (efek berganda) yang lebih luas dan fokus dengan tiga program, yakni penguatan sumber daya manusia (SDM), transfer teknologi dan peningkatan modal.
</content:encoded></item></channel></rss>
