<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tidak Ada Pungli di Pelabuhan, Semua Pakai Nontunai</title><description>Pelabuhan Indonesia (Pelindo) menargetkan pembayaran nontunai di 29 pelabuhan pada 2024.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/07/320/3030963/tidak-ada-pungli-di-pelabuhan-semua-pakai-nontunai</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/07/07/320/3030963/tidak-ada-pungli-di-pelabuhan-semua-pakai-nontunai"/><item><title>Tidak Ada Pungli di Pelabuhan, Semua Pakai Nontunai</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/07/320/3030963/tidak-ada-pungli-di-pelabuhan-semua-pakai-nontunai</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/07/07/320/3030963/tidak-ada-pungli-di-pelabuhan-semua-pakai-nontunai</guid><pubDate>Minggu 07 Juli 2024 10:59 WIB</pubDate><dc:creator>Nekha Fatimah Nursadiyah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/07/320/3030963/tidak-ada-pungli-di-pelabuhan-semua-pakai-nontunai-QoBpKp7IhD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tidak Ada Pungli di Pelauhan. (Foto: okezone.com/pelindo)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/07/320/3030963/tidak-ada-pungli-di-pelabuhan-semua-pakai-nontunai-QoBpKp7IhD.jpg</image><title>Tidak Ada Pungli di Pelauhan. (Foto: okezone.com/pelindo)</title></images><description>JAKARTA - Pelabuhan Indonesia (Pelindo) menargetkan pembayaran nontunai di 29 pelabuhan pada 2024. Hal tersebut dengan memperluar penerapan auto gate untuk mempercepat arus barang dan mencegah pungli.
&amp;ldquo;Dengan otomatisasi gerbang, pembayaran yang sebelumnya dilakukan secara tunai berubah menjadi non tunai (cashless),&quot; kata Direktur Pengelola Pelindo, Putut Sri Muljanto, Minggu (7/7/2024).
Pada 2023, Pelindo telah mengimplementasikan gerbang otomatis di 13 pelabuhan di Indonesia, menyusul 5 pelabuhan yang sudah menerapkan sistem cashless sebelumnya, yaitu Banten, Tanjung Pandan, Sunda Kelapa, Banjarmasin dan Gresik, serta 12 Pelabuhan yang sebagian besar berada di wilayah Indonesia Timur.

BACA JUGA:
Ada Denda Keterlambatan Beras Impor di Pelabuhan, Dirut Bulog Nego ke Pelindo

Pelabuhan yang mengoperasikan gerbang otomatis pada 2023 diantaranya yaitu; Tanjung Pinang (Kepulauan Riau) di Regional 1; Pangkal Balam (Bangka-Belitung), Jambi, Panjang (Lampung), dan Pontianak (Kalimantan Barat) di Regional 2. Selain itu, ada pelabuhan Celukan Bawang dan Benoa di Bali, Lembar di Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Kupang di Nusa Tenggara Timur (NTT) di Regional 3.
Putut menjelaskan lebih lanjut perluasan pengoperasian gerbang otomatis. Mulai Juli 2024 hingga akhir tahun, katanya, Pelindo akan mengoperasikan gerbang otomatis di empat pelabuhan di Regional 1, tiga pelabuhan di Regional 2, empat belas pelabuhan di Regional 3 dan delapan pelabuhan di Regional 4.

BACA JUGA:
Percepat Distribusi Barang, Ini Daftar 9 Pelabuhan yang Diserahkan ke Sulsel

Dengan demikian, sampai akhir 2024, ditargetkan 59 pelabuhan mengoperasikan gerbang otomatis.
Empat pelabuhan yang akan mengoperasikan gerbang otomatis di Regional 1 yaitu Gunung Sitoli, Sibolga, Tanjung Balai Asahan, dan Lhokseumawe. Tiga Pelabuhan di Regional 2 yaitu Cirebon, Bengkulu, dan Palembang. Lalu 14 Pelabuhan berada di wilayah Regional 3 mulai dari Pelabuhan Tanjung Intan di Cilacap, Jawa Tengah, Tanjung Tembaga di Probolinggo, Jawa Timur, Waingapu (Sumba), Maumere (Flores) di NTT, Bima, Ende-Ippi, Kalabahi, Labuan Bajo, Kotabaru, Batulicin, Sampit, Kalianget, Tegal, dan Tanjung Wangi.Hingga akhir tahun, gerbang otomatis juga akan dioperasikan di delapan pelabuhan di Regional 4, yakni Manokwari, Jayapura, Biak, Fakfak, dan Merauke di Papua, Tolitoli dan Pantoloan di Sulawesi Tengah, serta Gorontalo.
Menurut Putut, pengoperasian gerbang otomatis dilakukan bertahap dengan mempertimbangkan trafik kendaraan di pelabuhan yang akan diterapkan sistem autogate.
&amp;ldquo;Kita juga melihat hasil evaluasi atas penerapan autogate di pelabuhan-pelabuhan terdahulu yang dapat dijadikan best practices,&amp;rdquo; kata Putut.
Selain bertujuan melakukan standardisasi operasi pelabuhan, kata Putut, gerbang otomatis juga untuk mewujudkan pelabuhan yang bersih dari pungutan liar (pungli).</description><content:encoded>JAKARTA - Pelabuhan Indonesia (Pelindo) menargetkan pembayaran nontunai di 29 pelabuhan pada 2024. Hal tersebut dengan memperluar penerapan auto gate untuk mempercepat arus barang dan mencegah pungli.
&amp;ldquo;Dengan otomatisasi gerbang, pembayaran yang sebelumnya dilakukan secara tunai berubah menjadi non tunai (cashless),&quot; kata Direktur Pengelola Pelindo, Putut Sri Muljanto, Minggu (7/7/2024).
Pada 2023, Pelindo telah mengimplementasikan gerbang otomatis di 13 pelabuhan di Indonesia, menyusul 5 pelabuhan yang sudah menerapkan sistem cashless sebelumnya, yaitu Banten, Tanjung Pandan, Sunda Kelapa, Banjarmasin dan Gresik, serta 12 Pelabuhan yang sebagian besar berada di wilayah Indonesia Timur.

BACA JUGA:
Ada Denda Keterlambatan Beras Impor di Pelabuhan, Dirut Bulog Nego ke Pelindo

Pelabuhan yang mengoperasikan gerbang otomatis pada 2023 diantaranya yaitu; Tanjung Pinang (Kepulauan Riau) di Regional 1; Pangkal Balam (Bangka-Belitung), Jambi, Panjang (Lampung), dan Pontianak (Kalimantan Barat) di Regional 2. Selain itu, ada pelabuhan Celukan Bawang dan Benoa di Bali, Lembar di Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Kupang di Nusa Tenggara Timur (NTT) di Regional 3.
Putut menjelaskan lebih lanjut perluasan pengoperasian gerbang otomatis. Mulai Juli 2024 hingga akhir tahun, katanya, Pelindo akan mengoperasikan gerbang otomatis di empat pelabuhan di Regional 1, tiga pelabuhan di Regional 2, empat belas pelabuhan di Regional 3 dan delapan pelabuhan di Regional 4.

BACA JUGA:
Percepat Distribusi Barang, Ini Daftar 9 Pelabuhan yang Diserahkan ke Sulsel

Dengan demikian, sampai akhir 2024, ditargetkan 59 pelabuhan mengoperasikan gerbang otomatis.
Empat pelabuhan yang akan mengoperasikan gerbang otomatis di Regional 1 yaitu Gunung Sitoli, Sibolga, Tanjung Balai Asahan, dan Lhokseumawe. Tiga Pelabuhan di Regional 2 yaitu Cirebon, Bengkulu, dan Palembang. Lalu 14 Pelabuhan berada di wilayah Regional 3 mulai dari Pelabuhan Tanjung Intan di Cilacap, Jawa Tengah, Tanjung Tembaga di Probolinggo, Jawa Timur, Waingapu (Sumba), Maumere (Flores) di NTT, Bima, Ende-Ippi, Kalabahi, Labuan Bajo, Kotabaru, Batulicin, Sampit, Kalianget, Tegal, dan Tanjung Wangi.Hingga akhir tahun, gerbang otomatis juga akan dioperasikan di delapan pelabuhan di Regional 4, yakni Manokwari, Jayapura, Biak, Fakfak, dan Merauke di Papua, Tolitoli dan Pantoloan di Sulawesi Tengah, serta Gorontalo.
Menurut Putut, pengoperasian gerbang otomatis dilakukan bertahap dengan mempertimbangkan trafik kendaraan di pelabuhan yang akan diterapkan sistem autogate.
&amp;ldquo;Kita juga melihat hasil evaluasi atas penerapan autogate di pelabuhan-pelabuhan terdahulu yang dapat dijadikan best practices,&amp;rdquo; kata Putut.
Selain bertujuan melakukan standardisasi operasi pelabuhan, kata Putut, gerbang otomatis juga untuk mewujudkan pelabuhan yang bersih dari pungutan liar (pungli).</content:encoded></item></channel></rss>
