<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Krisis Landa Ekonomi Dunia, Jokowi Bersyukur Indonesia Tetap Ngegas</title><description>Presiden Jokowi mengaku bersyukur bahwa pertumbuhan ekonomi dan politik Indonesia tetap stabil.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/08/320/3031321/krisis-landa-ekonomi-dunia-jokowi-bersyukur-indonesia-tetap-ngegas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/07/08/320/3031321/krisis-landa-ekonomi-dunia-jokowi-bersyukur-indonesia-tetap-ngegas"/><item><title>Krisis Landa Ekonomi Dunia, Jokowi Bersyukur Indonesia Tetap Ngegas</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/08/320/3031321/krisis-landa-ekonomi-dunia-jokowi-bersyukur-indonesia-tetap-ngegas</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/07/08/320/3031321/krisis-landa-ekonomi-dunia-jokowi-bersyukur-indonesia-tetap-ngegas</guid><pubDate>Senin 08 Juli 2024 11:43 WIB</pubDate><dc:creator>Raka Dwi Novianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/08/320/3031321/krisis-landa-ekonomi-dunia-jokowi-bersyukur-indonesia-tetap-ngegas-RuhotoD6Eb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jokowi bersyukur ekonomi Indonesia tetap stabil di tengah krisis dunia (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/08/320/3031321/krisis-landa-ekonomi-dunia-jokowi-bersyukur-indonesia-tetap-ngegas-RuhotoD6Eb.jpg</image><title>Jokowi bersyukur ekonomi Indonesia tetap stabil di tengah krisis dunia (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8wNS80LzE4MjUyMS81L3g5MWp3MW0=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Presiden Jokowi mengaku bersyukur bahwa pertumbuhan ekonomi dan politik Indonesia tetap stabil. Dia menyebut bahwa ekonomi dan politik Indonesia sangat stabil di tengah dunia yang penuh gejolak dan perubahan iklim.
Awalnya Jokowi mengatakan bahwa beberapa tahun ini semua pihak sedang menghadapi dunia yang penuh gejolak, geopolitik, perang dagang yang semakin memanas, dan juga perubahan iklim yang semakin nyata.

BACA JUGA:
 Jokowi Soroti Potensi IKN Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Sektor Pertanian untuk Daerah Sekitar


&quot;Pertumbuhan ekonomi global juga melambat, tahun ini diperkirakan hanya 3,2% dan bahkan krisis ekonomi melanda beberapa kawasan,&quot; kata Jokowi dalam sambutannya pada Penyampaian Laporan Hasil Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LHP LKPP) Tahun Anggaran 2023, JCC, Jakarta, Senin (8/7/2024).
Meski begitu, kata Jokowi, Indonesia patut bersyukur bahwa ekonomi dan politik dinilai sangat stabil.

BACA JUGA:
Jokowi: IKN Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru


&quot;Alhamdulillah ini patut kita syukuri, ekonomi dan politik Indonesia sangat stabil. Ekonomi tetap tumbuh di atas 5%. Kita tahu di kuartal I-2024, tumbuh 5,11%,&quot; ungkapnya.
Menurut Jokowi, inflasi tetap terjaga dikarenakan Bank Indonesia dan Kementerian Dalam Negeri selalu bertemu kepala daerah untuk saling mengingatkan.
&quot;Inflasi tetap terjaga karena BI dan kementerian dalam negeri setiap hari senin selalu bertemu dengan para kepala daerah untuk menjaga inflasi di setiap daerah. Dan juga pelaksanaan pemilu yang juga berjalan dengan baik. Ini semua modal dasar kita dalam membangun negara ini,&quot; jelasnya.
Meski begitu, kata Jokowi, Indonesia harus lebih kompetitif, lincah  dan taktis untuk bisa bersaing dengan negara-negara lain. Dirinya juga  mengingatkan pentingnya memanfaatkan peluang sekecil apapun.
&quot;Oleh karena itu, akuntabilitas dan fleksibilitas harus dijalankan  secara seimbang. Kita tidak boleh terbelenggu pada rumusan prosedur yang  berorientasi pada proses,&quot; kata Jokowi.
Jokowi meminta semua pihak untuk lebih berani fokus pada capaian yang  dirasakan manfaatnya oleh rakyat dan yang membawa kemajuan negara ini.
&quot;Walaupun kita tahu  deregulasi sudah banyak dilakukan. Walaupun  debirokratisasi juga sudah banyak dilakukan. Namun regulasi yang tidak  sinkron masih kita temukan. Prosedur birokrasi yang rumit juga masih  banyak di dalam praktik di lapangan. Izin diganti pertimbangan, izin  diganti rekomendasi. Sama saja, mengurusnya ruwet itu. Baik ini di pusat  maupun di daerah,&quot; kata Jokowi.
Menurut Jokowi, praktik prosedur birokrasi rumit mudah disalahkan  dalam pemeriksaan dan menjadi sumber ketakutan bagi aparat pemerintah.
&quot;Oleh karena itu saya berharap reformasi struktural yang telah  berjalan penting untuk terus dilanjutkan. Lanjutkan sinkronisasi  regulasi, lanjutkan penyederhanaan prosedur, agar pemerintah berjalan  lebih efektif. Agar pemerintah berjalan lebih efisien, dan berorientasi  pada hasil, bukan pada prosedur,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8wNS80LzE4MjUyMS81L3g5MWp3MW0=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Presiden Jokowi mengaku bersyukur bahwa pertumbuhan ekonomi dan politik Indonesia tetap stabil. Dia menyebut bahwa ekonomi dan politik Indonesia sangat stabil di tengah dunia yang penuh gejolak dan perubahan iklim.
Awalnya Jokowi mengatakan bahwa beberapa tahun ini semua pihak sedang menghadapi dunia yang penuh gejolak, geopolitik, perang dagang yang semakin memanas, dan juga perubahan iklim yang semakin nyata.

BACA JUGA:
 Jokowi Soroti Potensi IKN Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Sektor Pertanian untuk Daerah Sekitar


&quot;Pertumbuhan ekonomi global juga melambat, tahun ini diperkirakan hanya 3,2% dan bahkan krisis ekonomi melanda beberapa kawasan,&quot; kata Jokowi dalam sambutannya pada Penyampaian Laporan Hasil Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LHP LKPP) Tahun Anggaran 2023, JCC, Jakarta, Senin (8/7/2024).
Meski begitu, kata Jokowi, Indonesia patut bersyukur bahwa ekonomi dan politik dinilai sangat stabil.

BACA JUGA:
Jokowi: IKN Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru


&quot;Alhamdulillah ini patut kita syukuri, ekonomi dan politik Indonesia sangat stabil. Ekonomi tetap tumbuh di atas 5%. Kita tahu di kuartal I-2024, tumbuh 5,11%,&quot; ungkapnya.
Menurut Jokowi, inflasi tetap terjaga dikarenakan Bank Indonesia dan Kementerian Dalam Negeri selalu bertemu kepala daerah untuk saling mengingatkan.
&quot;Inflasi tetap terjaga karena BI dan kementerian dalam negeri setiap hari senin selalu bertemu dengan para kepala daerah untuk menjaga inflasi di setiap daerah. Dan juga pelaksanaan pemilu yang juga berjalan dengan baik. Ini semua modal dasar kita dalam membangun negara ini,&quot; jelasnya.
Meski begitu, kata Jokowi, Indonesia harus lebih kompetitif, lincah  dan taktis untuk bisa bersaing dengan negara-negara lain. Dirinya juga  mengingatkan pentingnya memanfaatkan peluang sekecil apapun.
&quot;Oleh karena itu, akuntabilitas dan fleksibilitas harus dijalankan  secara seimbang. Kita tidak boleh terbelenggu pada rumusan prosedur yang  berorientasi pada proses,&quot; kata Jokowi.
Jokowi meminta semua pihak untuk lebih berani fokus pada capaian yang  dirasakan manfaatnya oleh rakyat dan yang membawa kemajuan negara ini.
&quot;Walaupun kita tahu  deregulasi sudah banyak dilakukan. Walaupun  debirokratisasi juga sudah banyak dilakukan. Namun regulasi yang tidak  sinkron masih kita temukan. Prosedur birokrasi yang rumit juga masih  banyak di dalam praktik di lapangan. Izin diganti pertimbangan, izin  diganti rekomendasi. Sama saja, mengurusnya ruwet itu. Baik ini di pusat  maupun di daerah,&quot; kata Jokowi.
Menurut Jokowi, praktik prosedur birokrasi rumit mudah disalahkan  dalam pemeriksaan dan menjadi sumber ketakutan bagi aparat pemerintah.
&quot;Oleh karena itu saya berharap reformasi struktural yang telah  berjalan penting untuk terus dilanjutkan. Lanjutkan sinkronisasi  regulasi, lanjutkan penyederhanaan prosedur, agar pemerintah berjalan  lebih efektif. Agar pemerintah berjalan lebih efisien, dan berorientasi  pada hasil, bukan pada prosedur,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
