<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Batal Akuisisi Bank Muamalat, Ini Penjelasan Dirut BTN</title><description>BTN batal mengakuisisi saham PT Bank Muamalat Indonesia. Hal itu disepakati Kementerian Badan Usaha Milik Negara.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/08/320/3031499/batal-akuisisi-bank-muamalat-ini-penjelasan-dirut-btn</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/07/08/320/3031499/batal-akuisisi-bank-muamalat-ini-penjelasan-dirut-btn"/><item><title>Batal Akuisisi Bank Muamalat, Ini Penjelasan Dirut BTN</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/08/320/3031499/batal-akuisisi-bank-muamalat-ini-penjelasan-dirut-btn</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/07/08/320/3031499/batal-akuisisi-bank-muamalat-ini-penjelasan-dirut-btn</guid><pubDate>Senin 08 Juli 2024 16:31 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/08/320/3031499/batal-akuisisi-bank-muamalat-ini-penjelasan-dirut-btn-SY5mb7yR59.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BTN Batal Akusisi Bank Mualamat (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/08/320/3031499/batal-akuisisi-bank-muamalat-ini-penjelasan-dirut-btn-SY5mb7yR59.jpg</image><title>BTN Batal Akusisi Bank Mualamat (Foto: Freepik)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8wMy8xLzE4MjQ0Mi81L3g5MWV4MW8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN batal mengakuisisi saham PT Bank Muamalat Indonesia. Hal itu disepakati Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) selaku pemegang saham.
Batalnya pengambilalihan saham Bank Muamalat disampaikan Direktur Utama BTN, BTN Nixon L.P. Napitupulu, kepada Komisi VI DPR RI saat rapat dengar pendapat (RDP). Menurutnya kabar ini belum disajikan perusahaan di keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI).

BACA JUGA:
Spin Off Unit Usaha Syariah, BTN Anggarkan Rp6 Triliun

&amp;ldquo;Kami belum melakukan keterbukaan informasi bahwa kami tidak akan meneruskan akuisisi Bank Muamalat dengan berbagai alasan yang bisa sampaikan kemudian Kami tidak akan meneruskan,&quot; ujar Nixon dalam RDP, Senin (8/7/2024).
Dia menjelaskan, batalnya aksi korporasi tersebut sudah mendapat persetujuan Menteri BUMN Erick Thohir dan Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo. Manajemen BTN juga sudah menyampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

BACA JUGA:
Bos OJK: Stabilitas Jasa Keuangan Stabil tapi Permintaan Masih Lambat

&quot;Kami juga sudah konsul ke pemegang saham dalam hal ini Pak Menteri dan Wamen dan kami juga sampaikan ke OJK,&quot; paparnya.Nixon sendiri belum merinci lebih jauh alasan utama BTN gagal mengambil alih saham Bank Muamalat Indonesia. Dia pun mengusulkan kepada Komisi VI DPR agar pembahasan ini dilakukan secara tertutup.
&quot;Kalau boleh ini tertutup saja, karena ada dua hal. Satu keterbukaan informasi harus lebih dulu. Kalau ngak, kasihan BTN ditegur oleh bursa, karena kami Tbk. Kedua, kami terikat dengan NDA (non-disclosure agreement),&amp;rdquo; beber dia.
BTN, lanjut Nixon, tetap menjaga hubungan kerja sama dengan Bank Muamalat untuk beberapa kesepakatan lainnya. &amp;ldquo;Jadi kita memang satu tetap harus menjaga kesepakatan bersama mereka,&amp;rdquo; ucapnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8wMy8xLzE4MjQ0Mi81L3g5MWV4MW8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN batal mengakuisisi saham PT Bank Muamalat Indonesia. Hal itu disepakati Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) selaku pemegang saham.
Batalnya pengambilalihan saham Bank Muamalat disampaikan Direktur Utama BTN, BTN Nixon L.P. Napitupulu, kepada Komisi VI DPR RI saat rapat dengar pendapat (RDP). Menurutnya kabar ini belum disajikan perusahaan di keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI).

BACA JUGA:
Spin Off Unit Usaha Syariah, BTN Anggarkan Rp6 Triliun

&amp;ldquo;Kami belum melakukan keterbukaan informasi bahwa kami tidak akan meneruskan akuisisi Bank Muamalat dengan berbagai alasan yang bisa sampaikan kemudian Kami tidak akan meneruskan,&quot; ujar Nixon dalam RDP, Senin (8/7/2024).
Dia menjelaskan, batalnya aksi korporasi tersebut sudah mendapat persetujuan Menteri BUMN Erick Thohir dan Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo. Manajemen BTN juga sudah menyampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

BACA JUGA:
Bos OJK: Stabilitas Jasa Keuangan Stabil tapi Permintaan Masih Lambat

&quot;Kami juga sudah konsul ke pemegang saham dalam hal ini Pak Menteri dan Wamen dan kami juga sampaikan ke OJK,&quot; paparnya.Nixon sendiri belum merinci lebih jauh alasan utama BTN gagal mengambil alih saham Bank Muamalat Indonesia. Dia pun mengusulkan kepada Komisi VI DPR agar pembahasan ini dilakukan secara tertutup.
&quot;Kalau boleh ini tertutup saja, karena ada dua hal. Satu keterbukaan informasi harus lebih dulu. Kalau ngak, kasihan BTN ditegur oleh bursa, karena kami Tbk. Kedua, kami terikat dengan NDA (non-disclosure agreement),&amp;rdquo; beber dia.
BTN, lanjut Nixon, tetap menjaga hubungan kerja sama dengan Bank Muamalat untuk beberapa kesepakatan lainnya. &amp;ldquo;Jadi kita memang satu tetap harus menjaga kesepakatan bersama mereka,&amp;rdquo; ucapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
