<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kenapa Orang yang Punya Utang Lebih Galak saat Ditagih?</title><description>Hal ini dikarenakan beberapa video viral yang memperlihatkan beberapa yang ditagih utangnya</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/08/622/3031228/kenapa-orang-yang-punya-utang-lebih-galak-saat-ditagih</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/07/08/622/3031228/kenapa-orang-yang-punya-utang-lebih-galak-saat-ditagih"/><item><title>Kenapa Orang yang Punya Utang Lebih Galak saat Ditagih?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/08/622/3031228/kenapa-orang-yang-punya-utang-lebih-galak-saat-ditagih</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/07/08/622/3031228/kenapa-orang-yang-punya-utang-lebih-galak-saat-ditagih</guid><pubDate>Senin 08 Juli 2024 08:10 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/08/622/3031228/kenapa-orang-yang-punya-utang-lebih-galak-saat-ditagih-QAbPy6kpne.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi orang yang punya utang lebih galak saat ditagih (Foto:Shuttersock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/08/622/3031228/kenapa-orang-yang-punya-utang-lebih-galak-saat-ditagih-QAbPy6kpne.jpg</image><title>Ilustrasi orang yang punya utang lebih galak saat ditagih (Foto:Shuttersock)</title></images><description>JAKARTA - Kenapa orang yang punya utang lebih galak saat ditagih? Hal ini dikarenakan beberapa video viral yang memperlihatkan beberapa yang ditagih utangnya mendadak memiliki sifat menakutkan.

BACA JUGA:
6 Fakta Utang Pemerintah vs Aset Negara

Padahal, bagi yang pemberi terkadang membutuhkan uang yang dipinjamkan kepada mereka. Apalagi, batas waktu yang dijanjikan mengembalikan uangnya sudah tiba.
Namun, kenapa orang yang punya utang lebih galak saat ditagih? Adapun, Maria Ulfah seorang Psikolog dalam video mengungkan beberapa alasan orang yang ngutang terkadang bersikap kasar.
&quot; Secara psikologis dia merasa terancam sehingga dia akan melakukan yang namanya self defence mechanism,itu sebabnya mereka lebih galak karena bentuk pertahanan mereka merasa terancam,&quot; katanya dalam video@mariaulfahpsikolog7347.

BACA JUGA:
Punya Aset Rp13.072 Triliun, Utang Pemerintah Rp8.353 Triliun Bisa Lunas?

Selain itu beberapa orang merasa bahwa pinjaman bukan yang wajib dikembalikan.
&quot; Jadi mereka merasanggak berniat membayar utang-utangnya. Jadi walaupun ada uang mereka enggak ada niatan untuk membayar,&quot; katanya.
Dia menyarankan bagi Anda yang sudah mengenal karakter orang-orang susah untuk ditagih utangnya. Maka sebaiknya untuk tidak memberikan pinjaman kepadanya.
&quot; Jadi kita bisa memilah milih ketika memberikan pinjaman uang,&quot; tegasnya.
Berikut beberapa cara untuk menagih utang yang baik:
1. Tentukan Waktu yang Tepat
Dalam menagih utang kita sebisa mungkin harus &amp;lsquo;tahu waktu&amp;rsquo; dan menghindari jam-jam yang tidak tepat, seperti saat orang yang berutang sedang sibuk, sedang berduka, atau sedang mengalami masalah lainnya.
Pilihlah waktu yang tenang, nyaman, dan tepat untuk berkomunikasi dengan orang yang berutang. Sehingga dapat meningkatkan kemungkinan utang kita akan dibayar.
2. Gunakan Kata-kata yang Halus dan Santun
Hal kedua yang harus dilakukan adalah &amp;lsquo;memainkan kata&amp;rsquo; dengan halus dan santun. Hal ini dikarenakan agar kita dapat menyentuh emosi dengan baik kepada orang yang berutang. Sebisa mungkin kita harus menghindari penggunaan kata-kata kasar, menyerang, atau menuduh orang yang berutang.
Gunakan kata-kata yang menunjukkan rasa hormat, pengertian, dan kerjasama.
3. Tentukan Tenggat Waktu
Langkah ketiga yang bisa dilakukan adalah menentukan tenggat waktu yang &amp;lsquo;pas&amp;rsquo; kepada orang yang berutang. Hal ini dikarenakan agar kedua belah pihak memiliki persetujuan yang sama dan memiliki spare waktu yang cocok sebelum jatuh tempo.
Hindari menagih utang secepat mungkin sebelum tanggal jatuh tempo, dikarenakan dapat mengganggu orang yang berutang. Misalkan memberi tahu orang yang berutang untuk membayar di minggu depan. Dengan begitu kedua belah pihak akan menjadi aware bahwasannya di minggu depan agar terjadi transaksi pelunasan utang.
</description><content:encoded>JAKARTA - Kenapa orang yang punya utang lebih galak saat ditagih? Hal ini dikarenakan beberapa video viral yang memperlihatkan beberapa yang ditagih utangnya mendadak memiliki sifat menakutkan.

BACA JUGA:
6 Fakta Utang Pemerintah vs Aset Negara

Padahal, bagi yang pemberi terkadang membutuhkan uang yang dipinjamkan kepada mereka. Apalagi, batas waktu yang dijanjikan mengembalikan uangnya sudah tiba.
Namun, kenapa orang yang punya utang lebih galak saat ditagih? Adapun, Maria Ulfah seorang Psikolog dalam video mengungkan beberapa alasan orang yang ngutang terkadang bersikap kasar.
&quot; Secara psikologis dia merasa terancam sehingga dia akan melakukan yang namanya self defence mechanism,itu sebabnya mereka lebih galak karena bentuk pertahanan mereka merasa terancam,&quot; katanya dalam video@mariaulfahpsikolog7347.

BACA JUGA:
Punya Aset Rp13.072 Triliun, Utang Pemerintah Rp8.353 Triliun Bisa Lunas?

Selain itu beberapa orang merasa bahwa pinjaman bukan yang wajib dikembalikan.
&quot; Jadi mereka merasanggak berniat membayar utang-utangnya. Jadi walaupun ada uang mereka enggak ada niatan untuk membayar,&quot; katanya.
Dia menyarankan bagi Anda yang sudah mengenal karakter orang-orang susah untuk ditagih utangnya. Maka sebaiknya untuk tidak memberikan pinjaman kepadanya.
&quot; Jadi kita bisa memilah milih ketika memberikan pinjaman uang,&quot; tegasnya.
Berikut beberapa cara untuk menagih utang yang baik:
1. Tentukan Waktu yang Tepat
Dalam menagih utang kita sebisa mungkin harus &amp;lsquo;tahu waktu&amp;rsquo; dan menghindari jam-jam yang tidak tepat, seperti saat orang yang berutang sedang sibuk, sedang berduka, atau sedang mengalami masalah lainnya.
Pilihlah waktu yang tenang, nyaman, dan tepat untuk berkomunikasi dengan orang yang berutang. Sehingga dapat meningkatkan kemungkinan utang kita akan dibayar.
2. Gunakan Kata-kata yang Halus dan Santun
Hal kedua yang harus dilakukan adalah &amp;lsquo;memainkan kata&amp;rsquo; dengan halus dan santun. Hal ini dikarenakan agar kita dapat menyentuh emosi dengan baik kepada orang yang berutang. Sebisa mungkin kita harus menghindari penggunaan kata-kata kasar, menyerang, atau menuduh orang yang berutang.
Gunakan kata-kata yang menunjukkan rasa hormat, pengertian, dan kerjasama.
3. Tentukan Tenggat Waktu
Langkah ketiga yang bisa dilakukan adalah menentukan tenggat waktu yang &amp;lsquo;pas&amp;rsquo; kepada orang yang berutang. Hal ini dikarenakan agar kedua belah pihak memiliki persetujuan yang sama dan memiliki spare waktu yang cocok sebelum jatuh tempo.
Hindari menagih utang secepat mungkin sebelum tanggal jatuh tempo, dikarenakan dapat mengganggu orang yang berutang. Misalkan memberi tahu orang yang berutang untuk membayar di minggu depan. Dengan begitu kedua belah pihak akan menjadi aware bahwasannya di minggu depan agar terjadi transaksi pelunasan utang.
</content:encoded></item></channel></rss>
