<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dampak Perang Tarif Impor ke Sektor Minuman Alkohol</title><description>Menakar dampak perang tariff impor ke sektor minuman beralkohol.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/09/278/3031816/dampak-perang-tarif-impor-ke-sektor-minuman-alkohol</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/07/09/278/3031816/dampak-perang-tarif-impor-ke-sektor-minuman-alkohol"/><item><title>Dampak Perang Tarif Impor ke Sektor Minuman Alkohol</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/09/278/3031816/dampak-perang-tarif-impor-ke-sektor-minuman-alkohol</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/07/09/278/3031816/dampak-perang-tarif-impor-ke-sektor-minuman-alkohol</guid><pubDate>Selasa 09 Juli 2024 11:36 WIB</pubDate><dc:creator>Farida Syifa Anandita</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/09/278/3031816/dampak-perang-tarif-impor-ke-sektor-minuman-alkohol-tUiCqLfPwy.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Menakar saham minol di tengah tarif impor (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/09/278/3031816/dampak-perang-tarif-impor-ke-sektor-minuman-alkohol-tUiCqLfPwy.jpeg</image><title>Menakar saham minol di tengah tarif impor (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Menakar dampak perang tarif impor ke sektor minuman beralkohol. Pada Maret lalu, China menghapuskan tarif 218% pada wine Australia setelah konflik diplomatik yang berlangsung lebih dari tiga tahun.
Meskipun demikian, ekspor wine Australia ke China tetap rendah dengan nilai impor hanya mencapai USD10,4 juta pada April 2024, jauh di bawah rata-rata sebelum konflik. Di samping itu, harga wine global mencapai puncaknya pada 2022 karena inflasi dan suku bunga tinggi, namun saat ini menghadapi potensi kenaikan kembali akibat masalah pasokan yang dipicu oleh perubahan iklim di Eropa, termasuk gelombang panas ekstrem yang mempengaruhi waktu panen dan kualitas anggur.

BACA JUGA:
Tebar Dividen, Hatten Bali (WINE) Tunjuk Tantowi Yahya Jadi Komisaris


Berbeda dengan gelombang pasar anggur global, PT Hatten Bali, yang memiliki perkebunan sendiri di Bali dengan suhu yang stabil, dapat mempertahankan harga jual produknya pada tingkat yang stabil dibandingkan dengan wine impor, sehingga bisa mendapatkan keuntungan dari stabilitas harga tersebut asalkan permintaan konsumen tetap konstan.
Selain itu, karena PT Hatten Bali tidak mengekspor wine, mereka tidak perlu bersaing dengan wine dari negara lain di pasar internasional. Hanya saja sangat peka terhadap peningkatan jumlah wisatawan di Bali, yang mengurangi kemungkinan terpengaruh oleh perubahan besar di pasar wine dunia.

BACA JUGA:
Laba Emiten Minol (WINE) Turun 3,8% Jadi Rp11,08 Miliar di Kuartal I-2024


Bukti yang dapat memprediksi pertumbuhan kinerja Hatten adalah peningkatan wisatawan ke Bali. Menurut Badan Pusat Statistik Provinsi Bali, Wisatawan mancanegara yang datang langsung ke Provinsi Bali pada bulan April 2024 tercatat sebanyak 503.194 kunjungan, naik 7,24% dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat sebanyak 469.227 kunjungan.
Wisatawan yang berasal dari Australi mendominasi kedatangan wisman ke  Bali pada bulan April 2024 dengan share sebesar 23,35%. Bukan hanya  April saja, menurut PT Angkasa Pura I Bandara Ngurah Rai, jumlah  penumpang yang tiba di Bali pada Mei 2024 mencapai total 2,06 juta  orang. Angka ini meningkat sebesar 6,1% dibandingkan dengan bulan  sebelumnya, yaitu April 2024, yang mencapai 1,94 juta orang.
Sampai saat ini, kinerja PT Hatten Bali Tbk. dan jumlah pengunjung ke  Bali menunjukkan korelasi positif yang sangat tinggi. Dengan demikian,  diperkirakan kinerja berkode WINE ini pada kuartal kedua tahun ini bakal  mengalami pertumbuhan dibandingkan dengan kuartal sebelumnya maupun  tahun sebelumnya.
Pada tahun 2023, PT Hatten Bali (WINE) mencatatkan pertumbuhan  penjualan sebesar 34% dan peningkatan laba bersih sebesar 100%  dibandingkan tahun sebelumnya, meskipun harga sahamnya telah turun  sekitar 62% dari titik tertinggi Rp 795 pada April tahun lalu menjadi  kisaran Rp300 saat ini.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Menakar dampak perang tarif impor ke sektor minuman beralkohol. Pada Maret lalu, China menghapuskan tarif 218% pada wine Australia setelah konflik diplomatik yang berlangsung lebih dari tiga tahun.
Meskipun demikian, ekspor wine Australia ke China tetap rendah dengan nilai impor hanya mencapai USD10,4 juta pada April 2024, jauh di bawah rata-rata sebelum konflik. Di samping itu, harga wine global mencapai puncaknya pada 2022 karena inflasi dan suku bunga tinggi, namun saat ini menghadapi potensi kenaikan kembali akibat masalah pasokan yang dipicu oleh perubahan iklim di Eropa, termasuk gelombang panas ekstrem yang mempengaruhi waktu panen dan kualitas anggur.

BACA JUGA:
Tebar Dividen, Hatten Bali (WINE) Tunjuk Tantowi Yahya Jadi Komisaris


Berbeda dengan gelombang pasar anggur global, PT Hatten Bali, yang memiliki perkebunan sendiri di Bali dengan suhu yang stabil, dapat mempertahankan harga jual produknya pada tingkat yang stabil dibandingkan dengan wine impor, sehingga bisa mendapatkan keuntungan dari stabilitas harga tersebut asalkan permintaan konsumen tetap konstan.
Selain itu, karena PT Hatten Bali tidak mengekspor wine, mereka tidak perlu bersaing dengan wine dari negara lain di pasar internasional. Hanya saja sangat peka terhadap peningkatan jumlah wisatawan di Bali, yang mengurangi kemungkinan terpengaruh oleh perubahan besar di pasar wine dunia.

BACA JUGA:
Laba Emiten Minol (WINE) Turun 3,8% Jadi Rp11,08 Miliar di Kuartal I-2024


Bukti yang dapat memprediksi pertumbuhan kinerja Hatten adalah peningkatan wisatawan ke Bali. Menurut Badan Pusat Statistik Provinsi Bali, Wisatawan mancanegara yang datang langsung ke Provinsi Bali pada bulan April 2024 tercatat sebanyak 503.194 kunjungan, naik 7,24% dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat sebanyak 469.227 kunjungan.
Wisatawan yang berasal dari Australi mendominasi kedatangan wisman ke  Bali pada bulan April 2024 dengan share sebesar 23,35%. Bukan hanya  April saja, menurut PT Angkasa Pura I Bandara Ngurah Rai, jumlah  penumpang yang tiba di Bali pada Mei 2024 mencapai total 2,06 juta  orang. Angka ini meningkat sebesar 6,1% dibandingkan dengan bulan  sebelumnya, yaitu April 2024, yang mencapai 1,94 juta orang.
Sampai saat ini, kinerja PT Hatten Bali Tbk. dan jumlah pengunjung ke  Bali menunjukkan korelasi positif yang sangat tinggi. Dengan demikian,  diperkirakan kinerja berkode WINE ini pada kuartal kedua tahun ini bakal  mengalami pertumbuhan dibandingkan dengan kuartal sebelumnya maupun  tahun sebelumnya.
Pada tahun 2023, PT Hatten Bali (WINE) mencatatkan pertumbuhan  penjualan sebesar 34% dan peningkatan laba bersih sebesar 100%  dibandingkan tahun sebelumnya, meskipun harga sahamnya telah turun  sekitar 62% dari titik tertinggi Rp 795 pada April tahun lalu menjadi  kisaran Rp300 saat ini.</content:encoded></item></channel></rss>
