<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi Lega Ekonomi RI Stabil di Tengah Krisis   </title><description>Pertumbuhan ekonomi dan politik Indonesia tercatat sangat stabil di tengah pergolakan dan perubahan iklim ekstrim di dunia</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/09/320/3031464/jokowi-lega-ekonomi-ri-stabil-di-tengah-krisis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/07/09/320/3031464/jokowi-lega-ekonomi-ri-stabil-di-tengah-krisis"/><item><title>Jokowi Lega Ekonomi RI Stabil di Tengah Krisis   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/09/320/3031464/jokowi-lega-ekonomi-ri-stabil-di-tengah-krisis</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/07/09/320/3031464/jokowi-lega-ekonomi-ri-stabil-di-tengah-krisis</guid><pubDate>Selasa 09 Juli 2024 06:26 WIB</pubDate><dc:creator>Kristalensi Bunga Nauli Sihite</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/08/320/3031464/jokowi-lega-ekonomi-ri-stabil-di-tengah-krisis-qhMZ0OQ8I0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi Lega Ekonomi RI Stabil. (Foto; okezone.com/Setpres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/08/320/3031464/jokowi-lega-ekonomi-ri-stabil-di-tengah-krisis-qhMZ0OQ8I0.jpg</image><title>Presiden Jokowi Lega Ekonomi RI Stabil. (Foto; okezone.com/Setpres)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pertumbuhan ekonomi dan politik Indonesia tercatat sangat stabil di tengah pergolakan dan perubahan iklim ekstrim di dunia.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan bahwa dirinya bersyukur karena pertumbuhan ekonomi dan politik Indonesia tergolong stabil.
&amp;ldquo;Alhamdulillah ini patut kita syukuri, ekonomi dan politik Indonesia sangat stabil. Ekonomi tetap tumbuh di atas 5%. Kita tahu di kuartal I-2024, tumbuh 5,11%,&quot; ungkapnya dalam sambutannya pada Penyampaian Laporan Hasil Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LHP LKPP) Tahun Anggaran 2023, JCC, Jakarta, Senin (8/7/2024).

BACA JUGA:
Konsumen Masih Yakin dengan Ekonomi Indonesia?

&amp;ldquo;Pertumbuhan ekonomi global juga melambat, tahun ini diperkirakan hanya 3,2% dan bahkan krisis ekonomi melanda beberapa kawasan,&quot; tambahnya.
Menurutnya, inflasi tetap terjaga dikarenakan Bank Indonesia dan Kementerian dalam Negeri kerap melakukan kerjasama dengan kepala daerah untuk saling menguatkan peran masing-masing.
&quot;Inflasi tetap terjaga karena BI dan kementerian dalam negeri setiap hari senin selalu bertemu dengan para kepala daerah untuk menjaga inflasi di setiap daerah. Dan juga pelaksanaan pemilu yang juga berjalan dengan baik. Ini semua modal dasar kita dalam membangun negara ini,&quot; jelasnya.

BACA JUGA:
Motor Penggerak Ekonomi RI, Perindo Konsisten Bantu UMKM

Meski begitu, kata Jokowi, Indonesia harus lebih kompetitif, lincah dan taktis untuk bisa bersaing dengan negara-negara lain. Dirinya juga mengingatkan pentingnya memanfaatkan peluang sekecil apapun.
&quot;Oleh karena itu, akuntabilitas dan fleksibilitas harus dijalankan secara seimbang. Kita tidak boleh terbelenggu pada rumusan prosedur yang berorientasi pada proses,&quot; katanya.Ia juga menambahkan agar semua pihak yang terlibat untuk lebih berani fokus pada capaian yang akan dirasakan manfaatnya oleh rakyat.
&quot;Walaupun kita tahu deregulasi sudah banyak dilakukan. Walaupun debirokratisasi juga sudah banyak dilakukan. Namun regulasi yang tidak sinkron masih kita temukan. Prosedur birokrasi yang rumit juga masih banyak di dalam praktik di lapangan. Izin diganti pertimbangan, izin diganti rekomendasi. Sama saja, mengurusnya ruwet itu. Baik ini di pusat maupun di daerah,&quot; kata Jokowi.
Baca Selengkapnya: Krisis Landa Ekonomi Dunia, Jokowi Bersyukur Indonesia Tetap Ngegas</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pertumbuhan ekonomi dan politik Indonesia tercatat sangat stabil di tengah pergolakan dan perubahan iklim ekstrim di dunia.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan bahwa dirinya bersyukur karena pertumbuhan ekonomi dan politik Indonesia tergolong stabil.
&amp;ldquo;Alhamdulillah ini patut kita syukuri, ekonomi dan politik Indonesia sangat stabil. Ekonomi tetap tumbuh di atas 5%. Kita tahu di kuartal I-2024, tumbuh 5,11%,&quot; ungkapnya dalam sambutannya pada Penyampaian Laporan Hasil Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LHP LKPP) Tahun Anggaran 2023, JCC, Jakarta, Senin (8/7/2024).

BACA JUGA:
Konsumen Masih Yakin dengan Ekonomi Indonesia?

&amp;ldquo;Pertumbuhan ekonomi global juga melambat, tahun ini diperkirakan hanya 3,2% dan bahkan krisis ekonomi melanda beberapa kawasan,&quot; tambahnya.
Menurutnya, inflasi tetap terjaga dikarenakan Bank Indonesia dan Kementerian dalam Negeri kerap melakukan kerjasama dengan kepala daerah untuk saling menguatkan peran masing-masing.
&quot;Inflasi tetap terjaga karena BI dan kementerian dalam negeri setiap hari senin selalu bertemu dengan para kepala daerah untuk menjaga inflasi di setiap daerah. Dan juga pelaksanaan pemilu yang juga berjalan dengan baik. Ini semua modal dasar kita dalam membangun negara ini,&quot; jelasnya.

BACA JUGA:
Motor Penggerak Ekonomi RI, Perindo Konsisten Bantu UMKM

Meski begitu, kata Jokowi, Indonesia harus lebih kompetitif, lincah dan taktis untuk bisa bersaing dengan negara-negara lain. Dirinya juga mengingatkan pentingnya memanfaatkan peluang sekecil apapun.
&quot;Oleh karena itu, akuntabilitas dan fleksibilitas harus dijalankan secara seimbang. Kita tidak boleh terbelenggu pada rumusan prosedur yang berorientasi pada proses,&quot; katanya.Ia juga menambahkan agar semua pihak yang terlibat untuk lebih berani fokus pada capaian yang akan dirasakan manfaatnya oleh rakyat.
&quot;Walaupun kita tahu deregulasi sudah banyak dilakukan. Walaupun debirokratisasi juga sudah banyak dilakukan. Namun regulasi yang tidak sinkron masih kita temukan. Prosedur birokrasi yang rumit juga masih banyak di dalam praktik di lapangan. Izin diganti pertimbangan, izin diganti rekomendasi. Sama saja, mengurusnya ruwet itu. Baik ini di pusat maupun di daerah,&quot; kata Jokowi.
Baca Selengkapnya: Krisis Landa Ekonomi Dunia, Jokowi Bersyukur Indonesia Tetap Ngegas</content:encoded></item></channel></rss>
