<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RI Bangun Pembangkit Listrik Berbasis Hidrogren 41 Gigawatt</title><description>PLN memilih hidrogen untuk mengurangi emisi karbon dari hulu sampai hilir.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/09/320/3031785/ri-bangun-pembangkit-listrik-berbasis-hidrogren-41-gigawatt</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/07/09/320/3031785/ri-bangun-pembangkit-listrik-berbasis-hidrogren-41-gigawatt"/><item><title>RI Bangun Pembangkit Listrik Berbasis Hidrogren 41 Gigawatt</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/09/320/3031785/ri-bangun-pembangkit-listrik-berbasis-hidrogren-41-gigawatt</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/07/09/320/3031785/ri-bangun-pembangkit-listrik-berbasis-hidrogren-41-gigawatt</guid><pubDate>Selasa 09 Juli 2024 10:45 WIB</pubDate><dc:creator>Faradilla Indah Siti Aysha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/09/320/3031785/ri-bangun-pembangkit-listrik-berbasis-hidrogren-41-gigawatt-5b7gBfhPRu.jpg" expression="full" type="image/jpeg">RI Bangun Pembangkit Listrik Berbasis Hidrogen. (Foto: Okezone.com/PLN)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/09/320/3031785/ri-bangun-pembangkit-listrik-berbasis-hidrogren-41-gigawatt-5b7gBfhPRu.jpg</image><title>RI Bangun Pembangkit Listrik Berbasis Hidrogen. (Foto: Okezone.com/PLN)</title></images><description>JAKARTA - PLN memilih hidrogen untuk mengurangi emisi karbon dari hulu sampai hilir. Maka dari itu, pemanfaatan hidrogen sebagai sumber energi pembangkit listrik pun diperluas dengan target kapasitas mencapai 41 GW.
Direktur Utama PLN Indonesia Power Edwin Nugraha Putra mengatakan, hidrogen merupakan salah satu solusi untuk mengurangi emisi karbon yang dihasilkan kendaraan bermotor karena energi tersebut tidak menghasilkan zat sisa pembakaran atau emisi karbon.

BACA JUGA:
RI Pakai Limbah Uang Kertas Jadi Bahan Bakar Pembangkit Listrik

&quot;Sistem hidrogen sebenarnya sudah lama digunakan di pembangkit listrik untuk mendinginkan generator,&quot; kata Edwin, Selasa (9/7/2024).
Sebagai provider utama pengembangan pembangkit Energi Baru Terbarukan (EBT) yang ramah&amp;nbsp;lingkungan, PLN melalui subholdingnya akan mengembangkan pembangkit listrik dengan energi berbasis hidrogen. Berdasarkan roadmap, akan ada 41 GW listrik yang dihasilkan dari energi hidrogen.

BACA JUGA:
Jelang Idul Adha, Pasokan Energi ke Pembangkit Listrik di Atas 20 Hari&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Pengembangan hidrogen merupakan salah satu roadmap yang dimiliki PLN untuk mencapai target NDC atau national determined contribution di 2030 dan net zero emission di 2060,&quot; tuturnya.
National Determined Contribution (NDC) sendiri merupakan komitmen dan upaya suatu negara untuk mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) dan beradaptasi terhadap dampak perubahan iklim.Edwin menambahkan bahwa rencananya pada 2023 sampai 2030 akan dilaksanakan pengembangan energi hidrogen dan amonia sebagai turunan dari hidrogen, pada pembangkit listrik sebagai bahan bakar pengganti energi fosil.
&quot;Tentu ini akan banyak memberikan banyak manfaat, karena zero carbon dan penghematan biayanya sangat tinggi. Jadi inilah yang terjadi jika kita menggunakan hidrogen,&quot; lanjut Edwin.</description><content:encoded>JAKARTA - PLN memilih hidrogen untuk mengurangi emisi karbon dari hulu sampai hilir. Maka dari itu, pemanfaatan hidrogen sebagai sumber energi pembangkit listrik pun diperluas dengan target kapasitas mencapai 41 GW.
Direktur Utama PLN Indonesia Power Edwin Nugraha Putra mengatakan, hidrogen merupakan salah satu solusi untuk mengurangi emisi karbon yang dihasilkan kendaraan bermotor karena energi tersebut tidak menghasilkan zat sisa pembakaran atau emisi karbon.

BACA JUGA:
RI Pakai Limbah Uang Kertas Jadi Bahan Bakar Pembangkit Listrik

&quot;Sistem hidrogen sebenarnya sudah lama digunakan di pembangkit listrik untuk mendinginkan generator,&quot; kata Edwin, Selasa (9/7/2024).
Sebagai provider utama pengembangan pembangkit Energi Baru Terbarukan (EBT) yang ramah&amp;nbsp;lingkungan, PLN melalui subholdingnya akan mengembangkan pembangkit listrik dengan energi berbasis hidrogen. Berdasarkan roadmap, akan ada 41 GW listrik yang dihasilkan dari energi hidrogen.

BACA JUGA:
Jelang Idul Adha, Pasokan Energi ke Pembangkit Listrik di Atas 20 Hari&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Pengembangan hidrogen merupakan salah satu roadmap yang dimiliki PLN untuk mencapai target NDC atau national determined contribution di 2030 dan net zero emission di 2060,&quot; tuturnya.
National Determined Contribution (NDC) sendiri merupakan komitmen dan upaya suatu negara untuk mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) dan beradaptasi terhadap dampak perubahan iklim.Edwin menambahkan bahwa rencananya pada 2023 sampai 2030 akan dilaksanakan pengembangan energi hidrogen dan amonia sebagai turunan dari hidrogen, pada pembangkit listrik sebagai bahan bakar pengganti energi fosil.
&quot;Tentu ini akan banyak memberikan banyak manfaat, karena zero carbon dan penghematan biayanya sangat tinggi. Jadi inilah yang terjadi jika kita menggunakan hidrogen,&quot; lanjut Edwin.</content:encoded></item></channel></rss>
