<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Beli Kereta Baru, KAI Minta PMN Rp1,8 Triliun di 2025</title><description>KAI mengungkapkan alasan utama perusahaan bisa memperoleh Penyertaan Modal Negara.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/09/320/3032101/beli-kereta-baru-kai-minta-pmn-rp1-8-triliun-di-2025</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/07/09/320/3032101/beli-kereta-baru-kai-minta-pmn-rp1-8-triliun-di-2025"/><item><title>Beli Kereta Baru, KAI Minta PMN Rp1,8 Triliun di 2025</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/09/320/3032101/beli-kereta-baru-kai-minta-pmn-rp1-8-triliun-di-2025</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/07/09/320/3032101/beli-kereta-baru-kai-minta-pmn-rp1-8-triliun-di-2025</guid><pubDate>Selasa 09 Juli 2024 19:42 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/09/320/3032101/beli-kereta-baru-kai-minta-pmn-rp1-8-triliun-di-2025-WhRlfQwq0k.jpg" expression="full" type="image/jpeg">PMN KAI buat Beli Kereta Api. (Foto: KAI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/09/320/3032101/beli-kereta-baru-kai-minta-pmn-rp1-8-triliun-di-2025-WhRlfQwq0k.jpg</image><title>PMN KAI buat Beli Kereta Api. (Foto: KAI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8wOC8xLzE4MjY0My81L3g5MXFzYTI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mengungkapkan alasan utama perusahaan bisa memperoleh Penyertaan Modal Negara (PMN) tahun anggaran 2025 sebesar Rp1,8 triliun.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko KAI, Salusra Wijaya mengatakan, dana segar itu akan dialokasikan untuk penggandaan rangkaian (trainset) KRL Jabodetabek oleh PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) atau KAI Commuter.

BACA JUGA:
PMN Adhi Karya Sudah Terpakai 51,99% dari Alokasi Rp1,97 Triliun

Menurutnya, ada beberapa kereta eksiting yang berusia di atas 30 tahun, sehingga harus memasuki masa konservasi. Sementara itu, penumpang terus menunjukan tren peningkatan, terutama di masa peak hours atau jam sibuk.
Apabila kondisi ini tidak diantisipasi, maka akan terjadi overload alias kelebihan penumpang. Salusra memastikan, potensi overload sudah di depan mata.

BACA JUGA:
Jaringan Kereta Api Trans Sulawesi Ditargetkan Dibangun hingga 2030

&amp;ldquo;Sehingga harus memasuki masa konservasi, sementara volume penumpang yang pertumbuhannya sangat cepat sekali sehingga potensi overload akan makin tinggi di masa-masa peak hours,&amp;rdquo; ujar Salusra Wijaya saat rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI, Selasa (9/7/2024).Kepadatan penumpang KRL Jabodetabek, lanjut dia, dilihat saat jam sibuk atau jam berangkat kerja dan sore hari, saat masyarakat pulang beraktivitas. Rasio jika kepadatan penumpang tidak dibenahi, maka bisa mencapai 242 persen atau 2,42 kali dari kapasitas kereta.
Sehingga, KAI melakukan pergantian dengan rangkaian kereta cadangan. Saat ini cadangan kereta sudah habis terpakai karena beberapa rangkaian sudah tidak bisa difungsikan.
&amp;ldquo;Nah, dengan dasar-dasar tersebut kami mohon untuk bisa mendapatkan PMN tahun 2025 sebesar Rp 1,8 triliun untuk tambahan pengadaan tersebut. Sehingga kita harapkan tujuan tambahan PMN 1,8 di 2025 ini untuk kereta KRL ini bisa dipenuhi karena sudah sangat mendesak,&amp;rdquo; ucap dia.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8wOC8xLzE4MjY0My81L3g5MXFzYTI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mengungkapkan alasan utama perusahaan bisa memperoleh Penyertaan Modal Negara (PMN) tahun anggaran 2025 sebesar Rp1,8 triliun.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko KAI, Salusra Wijaya mengatakan, dana segar itu akan dialokasikan untuk penggandaan rangkaian (trainset) KRL Jabodetabek oleh PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) atau KAI Commuter.

BACA JUGA:
PMN Adhi Karya Sudah Terpakai 51,99% dari Alokasi Rp1,97 Triliun

Menurutnya, ada beberapa kereta eksiting yang berusia di atas 30 tahun, sehingga harus memasuki masa konservasi. Sementara itu, penumpang terus menunjukan tren peningkatan, terutama di masa peak hours atau jam sibuk.
Apabila kondisi ini tidak diantisipasi, maka akan terjadi overload alias kelebihan penumpang. Salusra memastikan, potensi overload sudah di depan mata.

BACA JUGA:
Jaringan Kereta Api Trans Sulawesi Ditargetkan Dibangun hingga 2030

&amp;ldquo;Sehingga harus memasuki masa konservasi, sementara volume penumpang yang pertumbuhannya sangat cepat sekali sehingga potensi overload akan makin tinggi di masa-masa peak hours,&amp;rdquo; ujar Salusra Wijaya saat rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI, Selasa (9/7/2024).Kepadatan penumpang KRL Jabodetabek, lanjut dia, dilihat saat jam sibuk atau jam berangkat kerja dan sore hari, saat masyarakat pulang beraktivitas. Rasio jika kepadatan penumpang tidak dibenahi, maka bisa mencapai 242 persen atau 2,42 kali dari kapasitas kereta.
Sehingga, KAI melakukan pergantian dengan rangkaian kereta cadangan. Saat ini cadangan kereta sudah habis terpakai karena beberapa rangkaian sudah tidak bisa difungsikan.
&amp;ldquo;Nah, dengan dasar-dasar tersebut kami mohon untuk bisa mendapatkan PMN tahun 2025 sebesar Rp 1,8 triliun untuk tambahan pengadaan tersebut. Sehingga kita harapkan tujuan tambahan PMN 1,8 di 2025 ini untuk kereta KRL ini bisa dipenuhi karena sudah sangat mendesak,&amp;rdquo; ucap dia.</content:encoded></item></channel></rss>
