<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Melihat Peluang IHSG Tembus 7.500 di Akhir Tahun</title><description>Melihat peluang Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tembus level 7.500 di akhir tahun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/10/278/3032294/melihat-peluang-ihsg-tembus-7-500-di-akhir-tahun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/07/10/278/3032294/melihat-peluang-ihsg-tembus-7-500-di-akhir-tahun"/><item><title>Melihat Peluang IHSG Tembus 7.500 di Akhir Tahun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/10/278/3032294/melihat-peluang-ihsg-tembus-7-500-di-akhir-tahun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/07/10/278/3032294/melihat-peluang-ihsg-tembus-7-500-di-akhir-tahun</guid><pubDate>Rabu 10 Juli 2024 10:30 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/10/278/3032294/melihat-peluang-ihsg-tembus-7-500-di-akhir-tahun-nbosoTXR99.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Peluang Indeks Harga Saham Gabungan tembus level 7.500 di 2024 (Ilustrasi: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/10/278/3032294/melihat-peluang-ihsg-tembus-7-500-di-akhir-tahun-nbosoTXR99.jpeg</image><title>Peluang Indeks Harga Saham Gabungan tembus level 7.500 di 2024 (Ilustrasi: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Melihat peluang Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tembus level 7.500 di akhir tahun. Hingga pada perdagangan kemarin IHSG menguat 7.269 dan dalam sepekan sudah naik 2%.
Founder Republik Investor Hendra Wardhana mengatakan, IHSG sudah mengalami penguatan 8% dari titik terendahnya pada tahun 2024.

BACA JUGA:
180 Saham Hijau, IHSG Hari Dibuka Menguat ke 7.284


&quot;Kalau misalkan kita lihat titik terendah terjadi pada saat kebijakan full call auction itu, tapi kalau dievaluasi kebijakan FCA ini dari bursa sehingga investor kecenderungan merespons hal tersebut positif,&quot; jelas Hendra dalam Market Buzz Power Breakfast IDX, Rabu (10/7/2024).
Menurut Hendra, sentimen dari kebijakan FCA, ditambah makro ekonomi domestik yang membaik serta ekonomi global yang stabil ini yang membuat IHSG mengalami penguatan dan berada di level 7.269.

BACA JUGA:
Cek Rekomendasi Saham saat IHSG Melemah


&quot;Dan kalau misalkan kita lihat dari awal minggu ini saja asing sudah mencatatkan netbuy sebesar 2,01 triliun,&quot; kata Hendra.
Hendra memprediksi sampai akhir tahun IHSG minimal berada di level 7.500. Sedangkan minggu ini akan sideways dan kecenderungan konsolidasi terlebih dahulu sebelum lanjut menguat.
&quot;Karena kalau kita lihat naiknya ini sudah 8% dari 2-3 minggu harga terendahnya jadi akan ada aksi profit taking dari investor,&quot; ujarnya.
Bergeser ke sektor perbankan, saham BBNI menguat 4% pada perdagangan  kemarin. Menurut Hendra, sektor ini mengalami kenaikan terus menerus dan  untuk jangka panjang jadi kesempatan bagi investor untuk mengoleksi  saham-saham tersebut.
&quot;Proyeksi sektor perbankan tahun ini ditopang oleh pertumbuhan kredit  seiring dengan stabilnya angka GDP kita di tahun 2024 di atas 5%, NPL  perbankan juga masih stabil 2-2,5% sehingga dapat meningkatkan hasil  probabilitas perbankan itu sendiri,&quot; jelasnya.
Dari perolehan laba sendiri, perbankan big caps masih mencatatkan  kenaikan yang signifikan. Sehingga menurut Hendra saham-saham perbankan  masih sangat menarik untuk dicermati.
Berdasarkan valuasi, BBNI jauh menarik karena P/E 8,9 kali  dibandingkan rata-rata perbankan di 11,5 kali. Hendra merekomendasikan  saham BBNI dan BBRI untuk dikoleksi.
Berikut saham pilihan rekomendasi yang bisa dikoleksi.
BRIS 2.420 &amp;ndash; 2.680 BUY
BBNI 4.670 &amp;ndash; 5.100 BUY
TOWR 760 - 820 BUY
BRPT 1.060 &amp;ndash; 1.300 BOW</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Melihat peluang Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tembus level 7.500 di akhir tahun. Hingga pada perdagangan kemarin IHSG menguat 7.269 dan dalam sepekan sudah naik 2%.
Founder Republik Investor Hendra Wardhana mengatakan, IHSG sudah mengalami penguatan 8% dari titik terendahnya pada tahun 2024.

BACA JUGA:
180 Saham Hijau, IHSG Hari Dibuka Menguat ke 7.284


&quot;Kalau misalkan kita lihat titik terendah terjadi pada saat kebijakan full call auction itu, tapi kalau dievaluasi kebijakan FCA ini dari bursa sehingga investor kecenderungan merespons hal tersebut positif,&quot; jelas Hendra dalam Market Buzz Power Breakfast IDX, Rabu (10/7/2024).
Menurut Hendra, sentimen dari kebijakan FCA, ditambah makro ekonomi domestik yang membaik serta ekonomi global yang stabil ini yang membuat IHSG mengalami penguatan dan berada di level 7.269.

BACA JUGA:
Cek Rekomendasi Saham saat IHSG Melemah


&quot;Dan kalau misalkan kita lihat dari awal minggu ini saja asing sudah mencatatkan netbuy sebesar 2,01 triliun,&quot; kata Hendra.
Hendra memprediksi sampai akhir tahun IHSG minimal berada di level 7.500. Sedangkan minggu ini akan sideways dan kecenderungan konsolidasi terlebih dahulu sebelum lanjut menguat.
&quot;Karena kalau kita lihat naiknya ini sudah 8% dari 2-3 minggu harga terendahnya jadi akan ada aksi profit taking dari investor,&quot; ujarnya.
Bergeser ke sektor perbankan, saham BBNI menguat 4% pada perdagangan  kemarin. Menurut Hendra, sektor ini mengalami kenaikan terus menerus dan  untuk jangka panjang jadi kesempatan bagi investor untuk mengoleksi  saham-saham tersebut.
&quot;Proyeksi sektor perbankan tahun ini ditopang oleh pertumbuhan kredit  seiring dengan stabilnya angka GDP kita di tahun 2024 di atas 5%, NPL  perbankan juga masih stabil 2-2,5% sehingga dapat meningkatkan hasil  probabilitas perbankan itu sendiri,&quot; jelasnya.
Dari perolehan laba sendiri, perbankan big caps masih mencatatkan  kenaikan yang signifikan. Sehingga menurut Hendra saham-saham perbankan  masih sangat menarik untuk dicermati.
Berdasarkan valuasi, BBNI jauh menarik karena P/E 8,9 kali  dibandingkan rata-rata perbankan di 11,5 kali. Hendra merekomendasikan  saham BBNI dan BBRI untuk dikoleksi.
Berikut saham pilihan rekomendasi yang bisa dikoleksi.
BRIS 2.420 &amp;ndash; 2.680 BUY
BBNI 4.670 &amp;ndash; 5.100 BUY
TOWR 760 - 820 BUY
BRPT 1.060 &amp;ndash; 1.300 BOW</content:encoded></item></channel></rss>
