<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Proyek LRT hingga Kereta Cepat Bikin Utang KAI Naik Jadi Rp56,5 Triliun</title><description>Pendanaan proyek LRT Jabodebek dan Kereta Cepat Whoosh cukup tinggi dan  meningkatkan nilai utang PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/10/320/3032277/proyek-lrt-hingga-kereta-cepat-bikin-utang-kai-naik-jadi-rp56-5-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/07/10/320/3032277/proyek-lrt-hingga-kereta-cepat-bikin-utang-kai-naik-jadi-rp56-5-triliun"/><item><title>Proyek LRT hingga Kereta Cepat Bikin Utang KAI Naik Jadi Rp56,5 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/10/320/3032277/proyek-lrt-hingga-kereta-cepat-bikin-utang-kai-naik-jadi-rp56-5-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/07/10/320/3032277/proyek-lrt-hingga-kereta-cepat-bikin-utang-kai-naik-jadi-rp56-5-triliun</guid><pubDate>Rabu 10 Juli 2024 09:48 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/10/320/3032277/proyek-lrt-hingga-kereta-cepat-bikin-utang-kai-naik-jadi-rp56-5-triliun-PCytDO5Sas.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Utang KAI naik karena proyek kereta cepat dan LRT (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/10/320/3032277/proyek-lrt-hingga-kereta-cepat-bikin-utang-kai-naik-jadi-rp56-5-triliun-PCytDO5Sas.jpeg</image><title>Utang KAI naik karena proyek kereta cepat dan LRT (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8wNy80LzE4MjYwNC81L3g5MW52dHk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Pendanaan proyek LRT Jabodebek dan Kereta Cepat Whoosh cukup tinggi dan meningkatkan nilai utang PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI. Perseroan  utang perusahaan naik dari Rp50,46 triliun menjadi Rp56,56 triliun di kuartal I-2024.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko KAI, Salusra Wijaya mengatakan, melonjaknya nilai utang dibarengi dengan pertumbuhan nilai aset. Kondisi ini terjadi pada tahun 2022, 2023, dan awal 2024.

BACA JUGA:
KAI Absen Setor Dividen sejak 2021 karena Proyek Kereta Cepat Whoosh


Terutama, saat KAI mulai mengoperasikan LRT Jabodebek dan Kereta Cepat Whoosh secara komersial pada 2023 lalu.
&amp;ldquo;Sementara untuk kinerja aset signifikan sekali kenaikannya. Signifikan itu terjadi di 2022, 2023, dan awal 2024. Di mana penugasan-penugasan ini mulai aktif, mulai beroperasi, yaitu angkutan LRT maupun Kereta Cepat di Agustus dan Oktober 2023,&amp;rdquo; ujar Salusra saat rapat dengar pendapat bersama Komisi VI DPR RI, ditulis Rabu (10/7/2024).

BACA JUGA:
Beli Kereta Baru, KAI Minta PMN Rp1,8 Triliun di 2025


&amp;ldquo;Sehingga pendanaan masuk, ya kita kapitalisasi juga masuk sehingga tumbuh dari Rp71,56 triliun jadi Rp81,37 triliun untuk aset di 2023, tentu diikuti dengan kenaikan liabilitas dari Rp42,50 triliun menjadi Rp50 triliun di 2023,&amp;rdquo; paparnya.
Dalam tiga bulan pertama tahun ini, Salusra mengaku pendanaan untuk LRT Jabodebek dan Kereta Cepat Whoosh cukup tinggi sehingga membuat nilai utang perusahaan naik dari Rp50,46 triliun menjadi Rp56,56 triliun.
Alhasil, Debt to Equity Ratio (DER) atau rasio utang terhadap ekuitas  juga naik menjadi 1,3 kali di kuartal I-2024. Padahal, posisi DER di  akhir 2023 ada di level 1,0 kali. Hal tersebut banyak disebabkan oleh  kenaikan debt yang tidak proporsional dengan kenaikan ekuitas.
&amp;ldquo;Nah di 2024 ini kita booking cukup besar dari pendanaan baik Kereta  Cepat dan LRT, sehingga pertumbuhan signifikan aset kita di 2024, tiga  bulan ini maupun dari liabiliti,&amp;rdquo; ucapnya.
&amp;ldquo;Nah ini tentu mengakibatkan efek di Debt to Equity Ratio kita yang  tumbuh bisa 1,3 kali, DER kita di kuartal I-2024 ini, dari hanya 1,0  kali di akhir 2023,&amp;rdquo; tutur Salusra.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8wNy80LzE4MjYwNC81L3g5MW52dHk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Pendanaan proyek LRT Jabodebek dan Kereta Cepat Whoosh cukup tinggi dan meningkatkan nilai utang PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI. Perseroan  utang perusahaan naik dari Rp50,46 triliun menjadi Rp56,56 triliun di kuartal I-2024.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko KAI, Salusra Wijaya mengatakan, melonjaknya nilai utang dibarengi dengan pertumbuhan nilai aset. Kondisi ini terjadi pada tahun 2022, 2023, dan awal 2024.

BACA JUGA:
KAI Absen Setor Dividen sejak 2021 karena Proyek Kereta Cepat Whoosh


Terutama, saat KAI mulai mengoperasikan LRT Jabodebek dan Kereta Cepat Whoosh secara komersial pada 2023 lalu.
&amp;ldquo;Sementara untuk kinerja aset signifikan sekali kenaikannya. Signifikan itu terjadi di 2022, 2023, dan awal 2024. Di mana penugasan-penugasan ini mulai aktif, mulai beroperasi, yaitu angkutan LRT maupun Kereta Cepat di Agustus dan Oktober 2023,&amp;rdquo; ujar Salusra saat rapat dengar pendapat bersama Komisi VI DPR RI, ditulis Rabu (10/7/2024).

BACA JUGA:
Beli Kereta Baru, KAI Minta PMN Rp1,8 Triliun di 2025


&amp;ldquo;Sehingga pendanaan masuk, ya kita kapitalisasi juga masuk sehingga tumbuh dari Rp71,56 triliun jadi Rp81,37 triliun untuk aset di 2023, tentu diikuti dengan kenaikan liabilitas dari Rp42,50 triliun menjadi Rp50 triliun di 2023,&amp;rdquo; paparnya.
Dalam tiga bulan pertama tahun ini, Salusra mengaku pendanaan untuk LRT Jabodebek dan Kereta Cepat Whoosh cukup tinggi sehingga membuat nilai utang perusahaan naik dari Rp50,46 triliun menjadi Rp56,56 triliun.
Alhasil, Debt to Equity Ratio (DER) atau rasio utang terhadap ekuitas  juga naik menjadi 1,3 kali di kuartal I-2024. Padahal, posisi DER di  akhir 2023 ada di level 1,0 kali. Hal tersebut banyak disebabkan oleh  kenaikan debt yang tidak proporsional dengan kenaikan ekuitas.
&amp;ldquo;Nah di 2024 ini kita booking cukup besar dari pendanaan baik Kereta  Cepat dan LRT, sehingga pertumbuhan signifikan aset kita di 2024, tiga  bulan ini maupun dari liabiliti,&amp;rdquo; ucapnya.
&amp;ldquo;Nah ini tentu mengakibatkan efek di Debt to Equity Ratio kita yang  tumbuh bisa 1,3 kali, DER kita di kuartal I-2024 ini, dari hanya 1,0  kali di akhir 2023,&amp;rdquo; tutur Salusra.</content:encoded></item></channel></rss>
