<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Doyan Impor, Jokowi Geram Penggunaan Produk Lokal Kabupaten Kota Masih 41%</title><description>Presiden Joko Widodo (Jokowi) geram lantaran anggaran kabupaten dan kota masih banyak digunakan untuk pembelian produk impor.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/10/320/3032365/doyan-impor-jokowi-geram-penggunaan-produk-lokal-kabupaten-kota-masih-41</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/07/10/320/3032365/doyan-impor-jokowi-geram-penggunaan-produk-lokal-kabupaten-kota-masih-41"/><item><title>Doyan Impor, Jokowi Geram Penggunaan Produk Lokal Kabupaten Kota Masih 41%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/10/320/3032365/doyan-impor-jokowi-geram-penggunaan-produk-lokal-kabupaten-kota-masih-41</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/07/10/320/3032365/doyan-impor-jokowi-geram-penggunaan-produk-lokal-kabupaten-kota-masih-41</guid><pubDate>Rabu 10 Juli 2024 12:47 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/10/320/3032365/doyan-impor-jokowi-geram-penggunaan-produk-lokal-kabupaten-kota-masih-41-bI2ckinCg9.png" expression="full" type="image/jpeg">Jokowi Geram Penggunaan Produk Lokal Kabupaten Kota Masih 41% (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/10/320/3032365/doyan-impor-jokowi-geram-penggunaan-produk-lokal-kabupaten-kota-masih-41-bI2ckinCg9.png</image><title>Jokowi Geram Penggunaan Produk Lokal Kabupaten Kota Masih 41% (Foto: MPI)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) geram lantaran anggaran kabupaten dan kota masih banyak digunakan untuk pembelian produk impor. Menurutnya, saat ini penggunaan produk lokal oleh Pemerintah Daerah (Pemda) masih sangat minim.

Jokowi mengungkap saat ini penggunaan produk dalam negeri masih di angka 41%. Jokowi menyayangkan bahwa alih-alih manfaatnya dirasakan oleh negara sendiri, justru malah dirasakan oleh negara lain.

&quot;Masalah serapan anggaran, utamanya penggunaan produk dalam negeri, ini yang saya cek masih di angka 41%. Penggunaan produk dalam negerinya masih 41% kabupaten dan kota. Masih kecil, artinya selain itu produk-produk impor,&quot; kata Jokowi dalam pembukaan Rapat Kerja Nasional XVI Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) 2024, Rabu, (10/7/2024).

BACA JUGA:Dibanjiri Barang Impor China, Aturan Ini Bakal Bikin Industri Petrokimia Merana&amp;nbsp;


Jokowi menyebut bahwa mengumpulkan uang dari penerimaan negara sangat sulit. Dirinya kemudian mengingatkan agar Pemerintah Daerah menggunakannya secara maksimal untuk pengadaan barang lokal.

&quot;Hati-hati. Kita mengumpulkan uang dari penerimaan negara sangat sulit sekali, baik itu pajak, PNBP, royalti, dividen, itu serupiah, serupiah, serupiah semuanya dikumpulin Ibu Menkeu. terkumpul jadi penerimaan negara,&quot; kata Jokowi.

BACA JUGA:Jokowi: Masih Ada Kepala Daerah Tak Bisa Jawab soal Inflasi&amp;nbsp;


&quot;Ini perlu saya ingatkan, beli produk-produk kita sendiri. Saya ingatkan, mengumpulkan anggarannya itu sangat sulit sekali, jadi gunakan 100 persen untuk pengadaan barang dan jasa itu produk dalam negeri,&quot; pungkasnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) geram lantaran anggaran kabupaten dan kota masih banyak digunakan untuk pembelian produk impor. Menurutnya, saat ini penggunaan produk lokal oleh Pemerintah Daerah (Pemda) masih sangat minim.

Jokowi mengungkap saat ini penggunaan produk dalam negeri masih di angka 41%. Jokowi menyayangkan bahwa alih-alih manfaatnya dirasakan oleh negara sendiri, justru malah dirasakan oleh negara lain.

&quot;Masalah serapan anggaran, utamanya penggunaan produk dalam negeri, ini yang saya cek masih di angka 41%. Penggunaan produk dalam negerinya masih 41% kabupaten dan kota. Masih kecil, artinya selain itu produk-produk impor,&quot; kata Jokowi dalam pembukaan Rapat Kerja Nasional XVI Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) 2024, Rabu, (10/7/2024).

BACA JUGA:Dibanjiri Barang Impor China, Aturan Ini Bakal Bikin Industri Petrokimia Merana&amp;nbsp;


Jokowi menyebut bahwa mengumpulkan uang dari penerimaan negara sangat sulit. Dirinya kemudian mengingatkan agar Pemerintah Daerah menggunakannya secara maksimal untuk pengadaan barang lokal.

&quot;Hati-hati. Kita mengumpulkan uang dari penerimaan negara sangat sulit sekali, baik itu pajak, PNBP, royalti, dividen, itu serupiah, serupiah, serupiah semuanya dikumpulin Ibu Menkeu. terkumpul jadi penerimaan negara,&quot; kata Jokowi.

BACA JUGA:Jokowi: Masih Ada Kepala Daerah Tak Bisa Jawab soal Inflasi&amp;nbsp;


&quot;Ini perlu saya ingatkan, beli produk-produk kita sendiri. Saya ingatkan, mengumpulkan anggarannya itu sangat sulit sekali, jadi gunakan 100 persen untuk pengadaan barang dan jasa itu produk dalam negeri,&quot; pungkasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
