<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi Curhat Kumpulkan Uang dari Pajak Cs Sangat Sulit Sekali</title><description>Presiden Joko Widodo (Jokowi) curhat mengumpulkan uang dari penerimaan negara dinilai sangat sulit di antaranya dari pajak hingga dividen.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/10/320/3032372/jokowi-curhat-kumpulkan-uang-dari-pajak-cs-sangat-sulit-sekali</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/07/10/320/3032372/jokowi-curhat-kumpulkan-uang-dari-pajak-cs-sangat-sulit-sekali"/><item><title>Jokowi Curhat Kumpulkan Uang dari Pajak Cs Sangat Sulit Sekali</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/10/320/3032372/jokowi-curhat-kumpulkan-uang-dari-pajak-cs-sangat-sulit-sekali</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/07/10/320/3032372/jokowi-curhat-kumpulkan-uang-dari-pajak-cs-sangat-sulit-sekali</guid><pubDate>Rabu 10 Juli 2024 13:01 WIB</pubDate><dc:creator>Raka Dwi Novianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/10/320/3032372/jokowi-curhat-kumpulkan-uang-dari-pajak-cs-sangat-sulit-sekali-f12qsYVTJc.png" expression="full" type="image/jpeg">Jokowi Curhat Kumpulkan Uang Sangat Sulit Sekali (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/10/320/3032372/jokowi-curhat-kumpulkan-uang-dari-pajak-cs-sangat-sulit-sekali-f12qsYVTJc.png</image><title>Jokowi Curhat Kumpulkan Uang Sangat Sulit Sekali (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8zMS80LzE4MTI3OC81L3g4emR0ZnM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) curhat mengumpulkan uang dari penerimaan negara dinilai sangat sulit di antaranya dari pajak hingga dividen.

&quot;Hati-hati kita mengumpulkan uang dari penerimaan negara itu sangat sulit sekali, baik itu yang namanya pajak, PNBP, yang namanya royalti, yang namanya dividen,&quot; kata Jokowi dalam sambutannya pada Pembukaan Rakernas XVI Apkasi di JCC, Jakarta, Rabu (10/7/2024).

BACA JUGA:Doyan Impor, Jokowi Geram Penggunaan Produk Lokal Kabupaten Kota Masih 41%&amp;nbsp;


Jokowi menyebut bahwa Menteri Keuangan Sri Mulyani bersusah payah mengumpulkan setiap Rupiah untuk penerimaan negara, namun sesudah ditransfer ke daerah malah dibeli produk impor.

&quot;Itu serupiah-serupiah semuanya dikumpulin oleh Menteri Keuangan. Terkumpul, menjadi penerimaan negara. Lalu ditransfer ke daerah, dibelikan impor. Yang dapat manfaat adalah negara lain. Ini perlu saya ingatkan, beli produk-produk kita sendiri. Saya ingatkan,&quot; kata Jokowi.

Jokowi sebelumnya menyoroti penggunaan produk dalam negeri hingga saat ini masih 41 persen untuk kabupaten dan kota. Menurutnya angka tersebut masih terbilang kecil.



&quot;Kemudian juga masalah serapan anggaran dan utamanya penggunaan produk-produk dalam negeri. Yang saya cek masih diangka 41% penggunaan produk dalam negerinya masih 41% untuk kabupaten dan kota. 41% masih kecil. Artinya selain itu berarti produk-produk impor,&quot; sambungnya.



Jokowi pun mengingatkan kepada kepala daerah untuk dapat menggunakan barang dan jasa produk dalam negeri.



&quot;Mengumpulkan anggarannya itu sangat sulit sekali. Jadi gunakan 100% untuk pengadaan barang dan jasa itu produk-produk dalam negeri,&quot; ungkapnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8zMS80LzE4MTI3OC81L3g4emR0ZnM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) curhat mengumpulkan uang dari penerimaan negara dinilai sangat sulit di antaranya dari pajak hingga dividen.

&quot;Hati-hati kita mengumpulkan uang dari penerimaan negara itu sangat sulit sekali, baik itu yang namanya pajak, PNBP, yang namanya royalti, yang namanya dividen,&quot; kata Jokowi dalam sambutannya pada Pembukaan Rakernas XVI Apkasi di JCC, Jakarta, Rabu (10/7/2024).

BACA JUGA:Doyan Impor, Jokowi Geram Penggunaan Produk Lokal Kabupaten Kota Masih 41%&amp;nbsp;


Jokowi menyebut bahwa Menteri Keuangan Sri Mulyani bersusah payah mengumpulkan setiap Rupiah untuk penerimaan negara, namun sesudah ditransfer ke daerah malah dibeli produk impor.

&quot;Itu serupiah-serupiah semuanya dikumpulin oleh Menteri Keuangan. Terkumpul, menjadi penerimaan negara. Lalu ditransfer ke daerah, dibelikan impor. Yang dapat manfaat adalah negara lain. Ini perlu saya ingatkan, beli produk-produk kita sendiri. Saya ingatkan,&quot; kata Jokowi.

Jokowi sebelumnya menyoroti penggunaan produk dalam negeri hingga saat ini masih 41 persen untuk kabupaten dan kota. Menurutnya angka tersebut masih terbilang kecil.



&quot;Kemudian juga masalah serapan anggaran dan utamanya penggunaan produk-produk dalam negeri. Yang saya cek masih diangka 41% penggunaan produk dalam negerinya masih 41% untuk kabupaten dan kota. 41% masih kecil. Artinya selain itu berarti produk-produk impor,&quot; sambungnya.



Jokowi pun mengingatkan kepada kepala daerah untuk dapat menggunakan barang dan jasa produk dalam negeri.



&quot;Mengumpulkan anggarannya itu sangat sulit sekali. Jadi gunakan 100% untuk pengadaan barang dan jasa itu produk-produk dalam negeri,&quot; ungkapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
