<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>ICDX Catatkan Volume Transaksi 5,7 Juta Lot di Semester I 2024</title><description>Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI) atau ICDX mencatat transaksi sebanyak 5.724.852,55 Lot di semester I-2024.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/11/320/3032917/icdx-catatkan-volume-transaksi-5-7-juta-lot-di-semester-i-2024</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/07/11/320/3032917/icdx-catatkan-volume-transaksi-5-7-juta-lot-di-semester-i-2024"/><item><title>ICDX Catatkan Volume Transaksi 5,7 Juta Lot di Semester I 2024</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/11/320/3032917/icdx-catatkan-volume-transaksi-5-7-juta-lot-di-semester-i-2024</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/07/11/320/3032917/icdx-catatkan-volume-transaksi-5-7-juta-lot-di-semester-i-2024</guid><pubDate>Kamis 11 Juli 2024 14:30 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/11/320/3032917/icdx-catatkan-volume-transaksi-5-7-juta-lot-di-semester-i-2024-U0V9rEfout.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ICDX catat volume transaksi 5,7 juta lot (Foto: ICDX)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/11/320/3032917/icdx-catatkan-volume-transaksi-5-7-juta-lot-di-semester-i-2024-U0V9rEfout.jpg</image><title>ICDX catat volume transaksi 5,7 juta lot (Foto: ICDX)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8yNi8xLzE3MTIxNi81L3g4b2JwZ3g=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI) atau ICDX mencatat transaksi sebanyak 5.724.852,55 Lot di semester I-2024. Volume tersebut dengan komposisi 4.917.608,55 Lot yang merupakan transaksi Sistem Perdagangan Alternatif, dan 807.244 Lot adalah transaksi Multilateral.
Direktur Utama ICDX Fajar Wibhiyadi mengatakan, ke depan ICDX akan terus mengembangkan industri perdagangan berjangka komoditi, khususnya di transaksi multilateral.

BACA JUGA:
ICDX: Transaksi Komoditi Syariah Capai Rp450 Miliar


&amp;ldquo;Hal ini karena kami melihat transaksi multilateral ini memiliki potensi besar untuk berkembang, dan bisa dimanfaatkan oleh para pelaku usaha dalam melakukan lindung nilai serta mitigasi risiko atas harga komoditas,&amp;rdquo; ungkap Fajar dalam keterangan resminya, Kamis (11/7/2024).
Secara Notional Value, sepanjang semester I tahun 2024 ini tercatat sebesar Rp10.794 triliun, dengan komposisi Rp10.718 triliun di transaksi Sistem Perdagangan Alternatif, dan Rp76 Triliun di Transaksi Multilateral.

BACA JUGA:
ICDX Targetkan 14,2 Juta Lot Transaksi di 2024


Dalam kurun waktu Januari &amp;ndash; Juni 2024 tersebut, transaksi multilateral didominasi oleh transaksi komoditas emas dengan kontrak GOLDGR sebanyak 317.260 lot atau setara dengan 35 persen dan kontrak GOLDUDMic sebanyak 122.984 Lot atau setara dengan 15 persen.
Sedangkan dalam Sistem Perdagangan Alternatif, transaksi didominasi kontrak mata uang asing, dengan kontrak XAUUSD10 sebanyak 1.385.326 lot atau setara dengan 28 persen dan kontrak XAUUSD14 sebanyak 810.459 lot atau setara dengan 16 persen.
Untuk tahun 2024 ini, sampai dengan akhir tahun ICDX memproyeksikan total transaksi akan mencapai 14.298.169 lot, naik 11,5 persen dibandingkan total transaksi tahun 2023 sebanyak 12.429.818 lot.
Sebagai catatan, di tahun 2022 total transaksi di ICDX sebanyak 10.162.685 lot dan di tahun 2021 sebanyak 9.890.507 lot.
Fajar menambahkan, ICDX juga berkomitmen penuh untuk secara  bersama-sama dengan otoritas serta pemangku kepentingan lain untuk terus  mengembangkan ekosistem perdagangan berjangka komoditi. Indonesia  memiliki potensi besar terkait pengembangan industri ini.
&amp;ldquo;Kuncinya, semua pemangku kepentingan bisa bersama-sama, berkolaborasi untuk mengembangkan ekosistemnya,&amp;rdquo; ujar Fajar.
Terkait ekosistem di perdagangan berjangka komoditi, Kepala Biro  Pengembangan dan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi, Badan  Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Tirta Karma Senjaya  mengatakan, investasi dalam Perdagangan Berjangka Komoditi memiliki  risiko yang tinggi. Untuk itu, mekanisme perdagangan berjangka perlu  dibarengi dengan pemahaman yang sangat baik.
Perdagangan berjangka komoditi memiliki potensi sebagai suatu  mekanisme lindung nilai, manajemen risiko sudah berjalan dan dapat  diberlakukan juga pada komoditi unggulan di Indonesia.
&amp;ldquo;Untuk mewujudkan ini, maka komoditi ini harus ditransaksikan di  Bursa Berjangka dan ditopang oleh ekosistem industri Perdagangan  Berjangka Komoditi yang baik,&amp;rdquo; kata Tirta.
Menurut dia, ekosistem perdagangan berjangka komoditi di Indonesia  memberikan fleksibilitas dan layanan yang lengkap, membuka peluang  perdagangan yang lebih luas, tercatat dan membentuk tata kelola  perdagangan yang adil dan transparan.
&amp;ldquo;Kami berharap para pelaku industri di Indonesia bisa mengakselerasi  bisnisnya dengan lebih maksimal ke depannya. Tentunya Bappebti terus  memperkuat ekosistem Perdagangan Berjangka Komoditi untuk memperkuat  perlindungan terhadap masyarakat agar dapat memberikan manfaat lebih  luas serta memperkuat citra industri dengan mengikuti perkembangan dan  melakukan penyesuaian berbagai aturan untuk memperbaiki Perdagangan  Berjangka Komoditi di Indonesia agar wajar, adil, dan aman bagi  masyarakat,&amp;rdquo; ungkap Tirta.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8yNi8xLzE3MTIxNi81L3g4b2JwZ3g=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI) atau ICDX mencatat transaksi sebanyak 5.724.852,55 Lot di semester I-2024. Volume tersebut dengan komposisi 4.917.608,55 Lot yang merupakan transaksi Sistem Perdagangan Alternatif, dan 807.244 Lot adalah transaksi Multilateral.
Direktur Utama ICDX Fajar Wibhiyadi mengatakan, ke depan ICDX akan terus mengembangkan industri perdagangan berjangka komoditi, khususnya di transaksi multilateral.

BACA JUGA:
ICDX: Transaksi Komoditi Syariah Capai Rp450 Miliar


&amp;ldquo;Hal ini karena kami melihat transaksi multilateral ini memiliki potensi besar untuk berkembang, dan bisa dimanfaatkan oleh para pelaku usaha dalam melakukan lindung nilai serta mitigasi risiko atas harga komoditas,&amp;rdquo; ungkap Fajar dalam keterangan resminya, Kamis (11/7/2024).
Secara Notional Value, sepanjang semester I tahun 2024 ini tercatat sebesar Rp10.794 triliun, dengan komposisi Rp10.718 triliun di transaksi Sistem Perdagangan Alternatif, dan Rp76 Triliun di Transaksi Multilateral.

BACA JUGA:
ICDX Targetkan 14,2 Juta Lot Transaksi di 2024


Dalam kurun waktu Januari &amp;ndash; Juni 2024 tersebut, transaksi multilateral didominasi oleh transaksi komoditas emas dengan kontrak GOLDGR sebanyak 317.260 lot atau setara dengan 35 persen dan kontrak GOLDUDMic sebanyak 122.984 Lot atau setara dengan 15 persen.
Sedangkan dalam Sistem Perdagangan Alternatif, transaksi didominasi kontrak mata uang asing, dengan kontrak XAUUSD10 sebanyak 1.385.326 lot atau setara dengan 28 persen dan kontrak XAUUSD14 sebanyak 810.459 lot atau setara dengan 16 persen.
Untuk tahun 2024 ini, sampai dengan akhir tahun ICDX memproyeksikan total transaksi akan mencapai 14.298.169 lot, naik 11,5 persen dibandingkan total transaksi tahun 2023 sebanyak 12.429.818 lot.
Sebagai catatan, di tahun 2022 total transaksi di ICDX sebanyak 10.162.685 lot dan di tahun 2021 sebanyak 9.890.507 lot.
Fajar menambahkan, ICDX juga berkomitmen penuh untuk secara  bersama-sama dengan otoritas serta pemangku kepentingan lain untuk terus  mengembangkan ekosistem perdagangan berjangka komoditi. Indonesia  memiliki potensi besar terkait pengembangan industri ini.
&amp;ldquo;Kuncinya, semua pemangku kepentingan bisa bersama-sama, berkolaborasi untuk mengembangkan ekosistemnya,&amp;rdquo; ujar Fajar.
Terkait ekosistem di perdagangan berjangka komoditi, Kepala Biro  Pengembangan dan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi, Badan  Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Tirta Karma Senjaya  mengatakan, investasi dalam Perdagangan Berjangka Komoditi memiliki  risiko yang tinggi. Untuk itu, mekanisme perdagangan berjangka perlu  dibarengi dengan pemahaman yang sangat baik.
Perdagangan berjangka komoditi memiliki potensi sebagai suatu  mekanisme lindung nilai, manajemen risiko sudah berjalan dan dapat  diberlakukan juga pada komoditi unggulan di Indonesia.
&amp;ldquo;Untuk mewujudkan ini, maka komoditi ini harus ditransaksikan di  Bursa Berjangka dan ditopang oleh ekosistem industri Perdagangan  Berjangka Komoditi yang baik,&amp;rdquo; kata Tirta.
Menurut dia, ekosistem perdagangan berjangka komoditi di Indonesia  memberikan fleksibilitas dan layanan yang lengkap, membuka peluang  perdagangan yang lebih luas, tercatat dan membentuk tata kelola  perdagangan yang adil dan transparan.
&amp;ldquo;Kami berharap para pelaku industri di Indonesia bisa mengakselerasi  bisnisnya dengan lebih maksimal ke depannya. Tentunya Bappebti terus  memperkuat ekosistem Perdagangan Berjangka Komoditi untuk memperkuat  perlindungan terhadap masyarakat agar dapat memberikan manfaat lebih  luas serta memperkuat citra industri dengan mengikuti perkembangan dan  melakukan penyesuaian berbagai aturan untuk memperbaiki Perdagangan  Berjangka Komoditi di Indonesia agar wajar, adil, dan aman bagi  masyarakat,&amp;rdquo; ungkap Tirta.</content:encoded></item></channel></rss>
