<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penduduk Miskin Jakarta Turun Jadi 464,93 Ribu Orang per Maret 2024</title><description>Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DKI Jakarta mencatat jumlah  penduduk miskin di wilayah DKI Jakarta turun menjadi 4,30% per Maret  2024</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/12/320/3033278/penduduk-miskin-jakarta-turun-jadi-464-93-ribu-orang-per-maret-2024</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/07/12/320/3033278/penduduk-miskin-jakarta-turun-jadi-464-93-ribu-orang-per-maret-2024"/><item><title>Penduduk Miskin Jakarta Turun Jadi 464,93 Ribu Orang per Maret 2024</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/12/320/3033278/penduduk-miskin-jakarta-turun-jadi-464-93-ribu-orang-per-maret-2024</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/07/12/320/3033278/penduduk-miskin-jakarta-turun-jadi-464-93-ribu-orang-per-maret-2024</guid><pubDate>Jum'at 12 Juli 2024 10:36 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/12/320/3033278/penduduk-miskin-jakarta-turun-jadi-464-93-ribu-orang-per-maret-2024-mz7iwzMpSd.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BPS mencatat jumlah masyarakat miskin di Jakarta turun (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/12/320/3033278/penduduk-miskin-jakarta-turun-jadi-464-93-ribu-orang-per-maret-2024-mz7iwzMpSd.jpg</image><title>BPS mencatat jumlah masyarakat miskin di Jakarta turun (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8wNi8xLzE3NTg0My81L3g4cjdqamw=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DKI Jakarta mencatat jumlah penduduk miskin di wilayah DKI Jakarta turun menjadi 4,30% per Maret 2024. Angka ini menurun 0,14% terhadap Maret 2023 (year-on-year/yoy) yang sebesar 4,44%.
Adapun BPS menyebut angka kemiskinan Maret 2024 kembali turun setelah mengalami kenaikan akibat dampak COVID-19.

BACA JUGA:
Kisah Johan, Anak Petani asal Samosir Kuliah Gratis di UGM! Ingin Memutus Rantai Kemiskinan


Melansir data BPS, Jumat (12/7/2024), jumlah penduduk miskin pada Maret sebesar 464,93 ribu orang, menurun 12,9 ribu orang terhadap Maret 2023 yang sebesar 477,83 ribu orang.
Namun demikian angka kemiskinan Maret 2024 masih lebih tinggi bila dibandingkan angka kemiskinan sebelum COVID-19 yaitu Maret 2019 yang sebesar 3,47%.

BACA JUGA:
20 Provinsi dengan Jumlah Kemiskinan Terbanyak di Indonesia


&quot;Tren penurunan angka kemiskinan dalam tiga tahun terakhir menjadi momentum keberhasilan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang secara konsisten terus melakukan program pengentasan kemiskinan,&quot; ungkapnya.
BPS menyebut bahwa membaiknya beberapa indikator makro ekonomi turut mendorong berkurangnya jumlah penduduk miskin.
Sementara itu, Garis Kemiskinan pada Maret 2024 tercatat sebesar Rp  825.288/kapita/bulan dengan komposisi Garis Kemiskinan Makanan sebesar  Rp 571.647/kapita/bulan (69,27%) dan Garis Kemiskinan Bukan Makanan  sebesar Rp 253.641/kapita/bulan (30,73%).
&quot;Pada Maret 2024, rata-rata rumah tangga miskin di DKI Jakarta memiliki 4,92 orang anggota rumah tangga,&quot; tambahnya.
Dengan demikian, besarnya Garis Kemiskinan per rumah tangga secara  rata-rata adalah sebesar Rp 4.060.417/rumah tangga miskin/bulan.
Sebagai informasi, Garis kemiskinan merupakan suatu nilai pengeluaran  minimum kebutuhan makanan dan bukan makanan yang harus dipenuhi agar  tidak dikategorikan penduduk miskin. Penduduk miskin adalah penduduk  yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis  kemiskinan.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8wNi8xLzE3NTg0My81L3g4cjdqamw=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DKI Jakarta mencatat jumlah penduduk miskin di wilayah DKI Jakarta turun menjadi 4,30% per Maret 2024. Angka ini menurun 0,14% terhadap Maret 2023 (year-on-year/yoy) yang sebesar 4,44%.
Adapun BPS menyebut angka kemiskinan Maret 2024 kembali turun setelah mengalami kenaikan akibat dampak COVID-19.

BACA JUGA:
Kisah Johan, Anak Petani asal Samosir Kuliah Gratis di UGM! Ingin Memutus Rantai Kemiskinan


Melansir data BPS, Jumat (12/7/2024), jumlah penduduk miskin pada Maret sebesar 464,93 ribu orang, menurun 12,9 ribu orang terhadap Maret 2023 yang sebesar 477,83 ribu orang.
Namun demikian angka kemiskinan Maret 2024 masih lebih tinggi bila dibandingkan angka kemiskinan sebelum COVID-19 yaitu Maret 2019 yang sebesar 3,47%.

BACA JUGA:
20 Provinsi dengan Jumlah Kemiskinan Terbanyak di Indonesia


&quot;Tren penurunan angka kemiskinan dalam tiga tahun terakhir menjadi momentum keberhasilan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang secara konsisten terus melakukan program pengentasan kemiskinan,&quot; ungkapnya.
BPS menyebut bahwa membaiknya beberapa indikator makro ekonomi turut mendorong berkurangnya jumlah penduduk miskin.
Sementara itu, Garis Kemiskinan pada Maret 2024 tercatat sebesar Rp  825.288/kapita/bulan dengan komposisi Garis Kemiskinan Makanan sebesar  Rp 571.647/kapita/bulan (69,27%) dan Garis Kemiskinan Bukan Makanan  sebesar Rp 253.641/kapita/bulan (30,73%).
&quot;Pada Maret 2024, rata-rata rumah tangga miskin di DKI Jakarta memiliki 4,92 orang anggota rumah tangga,&quot; tambahnya.
Dengan demikian, besarnya Garis Kemiskinan per rumah tangga secara  rata-rata adalah sebesar Rp 4.060.417/rumah tangga miskin/bulan.
Sebagai informasi, Garis kemiskinan merupakan suatu nilai pengeluaran  minimum kebutuhan makanan dan bukan makanan yang harus dipenuhi agar  tidak dikategorikan penduduk miskin. Penduduk miskin adalah penduduk  yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis  kemiskinan.</content:encoded></item></channel></rss>
