<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jalan Tol Manado-Bitung Sepi Bikin 3 BUMN Rugi?</title><description>PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, mengakui lalu lintas harian rata-rata (LHR) Tol Manado-Bitung masih sangat kecil.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/13/320/3033716/jalan-tol-manado-bitung-sepi-bikin-3-bumn-rugi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/07/13/320/3033716/jalan-tol-manado-bitung-sepi-bikin-3-bumn-rugi"/><item><title>Jalan Tol Manado-Bitung Sepi Bikin 3 BUMN Rugi?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/13/320/3033716/jalan-tol-manado-bitung-sepi-bikin-3-bumn-rugi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/07/13/320/3033716/jalan-tol-manado-bitung-sepi-bikin-3-bumn-rugi</guid><pubDate>Sabtu 13 Juli 2024 08:14 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/13/320/3033716/jalan-tol-manado-bitung-sepi-bikin-3-bumn-rugi-wqm0PUM5M9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jalan tol Manado-Bitung masih sepi peminat (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/13/320/3033716/jalan-tol-manado-bitung-sepi-bikin-3-bumn-rugi-wqm0PUM5M9.jpg</image><title>Jalan tol Manado-Bitung masih sepi peminat (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8wNy8xLzE4MjU5OS81L3g5MW5wdHk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Lalu lintas jalan tol Manado-Bitung masih sepi peminat. PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, mengakui lalu lintas harian rata-rata (LHR) Tol Manado-Bitung masih sangat kecil.
Kondisi itu membuat emiten bersandi saham WIKA belum memperoleh keuntungan langsung atas investasinya di proyek tersebut.

BACA JUGA:
3 Investor Siap Beli Jalan Tol Semarang-Demak dan Depok-Antasari Rp3 Triliun


Minimnya LHR Tol Manado-Bitung disampaikan Direktur Utama WIKA, Agung Budi Waskito, saat rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI.
Padahal, WIKA telah menggelontorkan penyertaan modal negara (PMN) tahun anggaran 2016 senilai Rp273 miliar, saat ruas sepanjang 39,9 kilometer (Km) di Sulawesi Utara itu mulai dibangun. Adapun, Tol Manado-Bitung dioperasikan secara komersial pada awal 2022 lalu.

BACA JUGA:
Jalan Tol Cimanggis-Cibitung Resmi Beroperasi, Ruas JORR 2 Tuntas Tersambung 111 Km


&amp;ldquo;Tol Manado-Bitung yang sudah beroperasi 2022 awal, pernyetaan kami di situ ada Rp273 miliar dari PMN, meskipun sampai dengan saat ini LHR-nya masih sangat kecil, tapi sudah beroperasi dari tahun 2022 sepanjang 40 Km,&amp;rdquo; ujar Agung, ditulis Sabtu (13/7/2024).
Ruas tersebut memang dikelola PT Jasamarga Manado Bitung (PT JMB), Badan Usaha Jalan Tol (BUJT). Di mana dibentuk pada 2016 dengan kepemilikan saham dari tiga BUMN karya, yakni PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Wijaya Karya, dan PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, atau PTPP.
Untuk melaksanakan mengelola Tol Manado Bitung, usaha yang dilakukan  perseroan meliputi pendanaan, perencanaan teknik, pelaksanaan  konstruksi, pengoperasian, dan pemeliharaan jalan tol serta usaha-usaha  lainnya.
WIKA sendiri memang berencana menjual kepemilikan saham alias  divestasi di Tol Manado-Bitung kepada investor. Namun, hingga kini belum  diketahui kelanjutan dari target aksi korporasi tersebut.
Merujuk pada pernyataan Agung sebelumnya, ada sejumlah aset jalan tol  yang bakal ditawarkan ke investor melalui skema Lembaga Pengelola  Investasi (LPI) atau sovereign Wealth Fund (SWF). Salah satunya Tol  Manado-Bitung.
Kala itu, Agung yakin transaksi penjualan aset akan menambah dana  perusahaan untuk dijadikan modal bagi proyek lain yang akan digarap.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8wNy8xLzE4MjU5OS81L3g5MW5wdHk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Lalu lintas jalan tol Manado-Bitung masih sepi peminat. PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, mengakui lalu lintas harian rata-rata (LHR) Tol Manado-Bitung masih sangat kecil.
Kondisi itu membuat emiten bersandi saham WIKA belum memperoleh keuntungan langsung atas investasinya di proyek tersebut.

BACA JUGA:
3 Investor Siap Beli Jalan Tol Semarang-Demak dan Depok-Antasari Rp3 Triliun


Minimnya LHR Tol Manado-Bitung disampaikan Direktur Utama WIKA, Agung Budi Waskito, saat rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI.
Padahal, WIKA telah menggelontorkan penyertaan modal negara (PMN) tahun anggaran 2016 senilai Rp273 miliar, saat ruas sepanjang 39,9 kilometer (Km) di Sulawesi Utara itu mulai dibangun. Adapun, Tol Manado-Bitung dioperasikan secara komersial pada awal 2022 lalu.

BACA JUGA:
Jalan Tol Cimanggis-Cibitung Resmi Beroperasi, Ruas JORR 2 Tuntas Tersambung 111 Km


&amp;ldquo;Tol Manado-Bitung yang sudah beroperasi 2022 awal, pernyetaan kami di situ ada Rp273 miliar dari PMN, meskipun sampai dengan saat ini LHR-nya masih sangat kecil, tapi sudah beroperasi dari tahun 2022 sepanjang 40 Km,&amp;rdquo; ujar Agung, ditulis Sabtu (13/7/2024).
Ruas tersebut memang dikelola PT Jasamarga Manado Bitung (PT JMB), Badan Usaha Jalan Tol (BUJT). Di mana dibentuk pada 2016 dengan kepemilikan saham dari tiga BUMN karya, yakni PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Wijaya Karya, dan PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, atau PTPP.
Untuk melaksanakan mengelola Tol Manado Bitung, usaha yang dilakukan  perseroan meliputi pendanaan, perencanaan teknik, pelaksanaan  konstruksi, pengoperasian, dan pemeliharaan jalan tol serta usaha-usaha  lainnya.
WIKA sendiri memang berencana menjual kepemilikan saham alias  divestasi di Tol Manado-Bitung kepada investor. Namun, hingga kini belum  diketahui kelanjutan dari target aksi korporasi tersebut.
Merujuk pada pernyataan Agung sebelumnya, ada sejumlah aset jalan tol  yang bakal ditawarkan ke investor melalui skema Lembaga Pengelola  Investasi (LPI) atau sovereign Wealth Fund (SWF). Salah satunya Tol  Manado-Bitung.
Kala itu, Agung yakin transaksi penjualan aset akan menambah dana  perusahaan untuk dijadikan modal bagi proyek lain yang akan digarap.</content:encoded></item></channel></rss>
