<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>WIKA Ungkap 4 Jalan Tol yang Belum Menguntungkan</title><description>PT Wijaya Karya (Persero) Tbk mengakui bisnis empat ruas jalan tol belum menguntungkan perusahaan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/13/320/3033728/wika-ungkap-4-jalan-tol-yang-belum-menguntungkan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/07/13/320/3033728/wika-ungkap-4-jalan-tol-yang-belum-menguntungkan"/><item><title>WIKA Ungkap 4 Jalan Tol yang Belum Menguntungkan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/13/320/3033728/wika-ungkap-4-jalan-tol-yang-belum-menguntungkan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/07/13/320/3033728/wika-ungkap-4-jalan-tol-yang-belum-menguntungkan</guid><pubDate>Sabtu 13 Juli 2024 08:57 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/13/320/3033728/wika-ungkap-4-jalan-tol-yang-belum-menguntungkan-zGQIDN6llN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">4 Jalan tol belum menguntungkan Wijaya Karya (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/13/320/3033728/wika-ungkap-4-jalan-tol-yang-belum-menguntungkan-zGQIDN6llN.jpg</image><title>4 Jalan tol belum menguntungkan Wijaya Karya (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8wNy8xLzE4MjU5OS81L3g5MW5wdHk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk mengakui bisnis empat ruas jalan tol belum menguntungkan perusahaan. Padahal, nilai investasi yang digelontorkan perusahaan mencapai Rp4 triliun.
Empat ruas di antaranya Tol Soreang-Pasirkoja (Soroja) yang beroperasi sejak 2017, Tol Manado-Bitung (Mabit) beroperasi pada 2022, Jalan Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) beroperasi 2021, dan Tol Serang-Panimbang seksi I dioperasikan November 2021.

BACA JUGA:
Jalan Tol Manado-Bitung Sepi Bikin 3 BUMN Rugi?


Direktur Utama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk Agung Budi Waskito menyebut, sumber anggaran yang diperoleh emiten bersandi saham WIKA untuk mendanai untuk empat proyek tersebut berasal dari penyertaan modal negara (PMN) tahun anggaran 2016 sebesar Rp4 triliun.
&amp;ldquo;Pemanfaatan PMN yang terdahulu, jadi pada 2016 kami mendapatkan PMN sebesar Rp4 triliun, hampir semuanya sudah, apa namanya semua proyek sudah selesai semua,&amp;rdquo; ujar Agung kepada Komisi VI DPR RI, ditulis Sabtu (13/7/2024).

BACA JUGA:
3 Investor Siap Beli Jalan Tol Semarang-Demak dan Depok-Antasari Rp3 Triliun


Dia merinci, PMN 2016 untuk Tol Soroja dialokasikan senilai Rp132 miliar, Tol Manado-Bitung Rp273 miliar, Tol Balikpapan-Samarinda Rp548 miliar.
Sedangkan Tol Serang-Panimbang sebesar Rp1,27 triliun atau paling tinggi dari tiga ruas lainnya. Anggaran ini direalisasikan hingga 2018.
&amp;ldquo;Kami sampaikan semua PMN 2016 seluruhnya sudah kita pakai untuk beberapa proyek yang sudah kami sebutkan dan hampir semuanya berfungsi dengan baik, namun belum memberikan kontribusi langsung kepada perusahaan,&amp;rdquo; paparnya.
&amp;ldquo;Karena memang baik LHR-nya tidak tercapai atau pun memang baru 2-3 tahun beroperasi,&amp;rdquo; beber dia.
Untuk diketahui, emiten konstruksi pelat merah ini memang berencana  melepas (divestasi) saham di sejumlah ruas tol milik perusahaan. Aksi  korporasi tersebut untuk memperkuat fundamental keuangan.
Aset investasi yang bakal dilepas, diantaranya Tol Manado-Bitung, Tol  Balikpapan-Samarinda, Tol Soreang-Pasirkoja, Tol Semarang-Demak, dan  Tol Serang-Panimbang.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8wNy8xLzE4MjU5OS81L3g5MW5wdHk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk mengakui bisnis empat ruas jalan tol belum menguntungkan perusahaan. Padahal, nilai investasi yang digelontorkan perusahaan mencapai Rp4 triliun.
Empat ruas di antaranya Tol Soreang-Pasirkoja (Soroja) yang beroperasi sejak 2017, Tol Manado-Bitung (Mabit) beroperasi pada 2022, Jalan Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) beroperasi 2021, dan Tol Serang-Panimbang seksi I dioperasikan November 2021.

BACA JUGA:
Jalan Tol Manado-Bitung Sepi Bikin 3 BUMN Rugi?


Direktur Utama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk Agung Budi Waskito menyebut, sumber anggaran yang diperoleh emiten bersandi saham WIKA untuk mendanai untuk empat proyek tersebut berasal dari penyertaan modal negara (PMN) tahun anggaran 2016 sebesar Rp4 triliun.
&amp;ldquo;Pemanfaatan PMN yang terdahulu, jadi pada 2016 kami mendapatkan PMN sebesar Rp4 triliun, hampir semuanya sudah, apa namanya semua proyek sudah selesai semua,&amp;rdquo; ujar Agung kepada Komisi VI DPR RI, ditulis Sabtu (13/7/2024).

BACA JUGA:
3 Investor Siap Beli Jalan Tol Semarang-Demak dan Depok-Antasari Rp3 Triliun


Dia merinci, PMN 2016 untuk Tol Soroja dialokasikan senilai Rp132 miliar, Tol Manado-Bitung Rp273 miliar, Tol Balikpapan-Samarinda Rp548 miliar.
Sedangkan Tol Serang-Panimbang sebesar Rp1,27 triliun atau paling tinggi dari tiga ruas lainnya. Anggaran ini direalisasikan hingga 2018.
&amp;ldquo;Kami sampaikan semua PMN 2016 seluruhnya sudah kita pakai untuk beberapa proyek yang sudah kami sebutkan dan hampir semuanya berfungsi dengan baik, namun belum memberikan kontribusi langsung kepada perusahaan,&amp;rdquo; paparnya.
&amp;ldquo;Karena memang baik LHR-nya tidak tercapai atau pun memang baru 2-3 tahun beroperasi,&amp;rdquo; beber dia.
Untuk diketahui, emiten konstruksi pelat merah ini memang berencana  melepas (divestasi) saham di sejumlah ruas tol milik perusahaan. Aksi  korporasi tersebut untuk memperkuat fundamental keuangan.
Aset investasi yang bakal dilepas, diantaranya Tol Manado-Bitung, Tol  Balikpapan-Samarinda, Tol Soreang-Pasirkoja, Tol Semarang-Demak, dan  Tol Serang-Panimbang.</content:encoded></item></channel></rss>
