<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BPK Soroti Keuangan Organisasi Maritim Internasional</title><description>Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memaparkan laporan hasil pemeriksaan keuangan dan kinerja Organisasi Maritim Internasional.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/13/320/3033769/bpk-soroti-keuangan-organisasi-maritim-internasional</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/07/13/320/3033769/bpk-soroti-keuangan-organisasi-maritim-internasional"/><item><title>BPK Soroti Keuangan Organisasi Maritim Internasional</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/13/320/3033769/bpk-soroti-keuangan-organisasi-maritim-internasional</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/07/13/320/3033769/bpk-soroti-keuangan-organisasi-maritim-internasional</guid><pubDate>Sabtu 13 Juli 2024 11:16 WIB</pubDate><dc:creator>Jihaan Haniifah Yarra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/13/320/3033769/bpk-soroti-keuangan-organisasi-maritim-internasional-teHR16oty0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BPK soroti laporan keuangan IMO (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/13/320/3033769/bpk-soroti-keuangan-organisasi-maritim-internasional-teHR16oty0.jpg</image><title>BPK soroti laporan keuangan IMO (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8xNy8xLzE4MDc5MS81L3g4eW1iOXM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memaparkan laporan hasil pemeriksaan keuangan dan kinerja Organisasi Maritim Internasional (International Maritime Organization/IMO). Laporan disampaikan pada Sidang Dewan IMO ke-132 di kantor pusat IMO, London, Inggris.
Dalam paparannya, Anggota I BPK Nyoman Adhi Suryadnyana yang didampingi oleh Sekretaris Jenderal Bahtiar Arif selaku Penanggung Jawab Pemeriksaan IMO, menyampaikan bahwa laporan keuangan IMO tahun 2021 dan 2022 telah disajikan secara wajar dalam semua hal yang material, sesuai dengan Standar Akuntansi Sektor Publik Internasional (IPSAS).

BACA JUGA:
BPK Ungkap Mobil Dinas Mewah di Tangsel Hilang Jejak, Ternyata Ada 106 Aset yang Raib! 


Meskipun tidak terdapat kesalahan material pada laporan keuangan IMO tahun 2023, BPK menyampaikan area perbaikan yang perlu dilakukan IMO terkait penggunaan pelaporan keuangan konsolidasi, manajemen dana kerjasama teknis, kontribusi donor, dan strategi pendanaan after service health insurance.
BPK juga mengapresiasi inisiatif IMO dalam mengimplementasikan praktik-praktik yang efektif dalam mengelola proyek jangka panjang, seperti pembentukan departemen khusus untuk mengelola proyek dan implementasi strategi mobilisasi sumber daya. Beberapa area yang dapat diperbaiki antara lain terkait dengan panduan siklus proyek yang komprehensif, proses penilaian kebutuhan negara anggota, proses rekrutmen staf proyek dan konsultan, standardisasi pemantauan proyek, dashboard komprehensif untuk proyek yang didanai oleh donor, dan peningkatan transparansi dalam penggunaan biaya dukungan proyek.

BACA JUGA:
2019-2023: Kementerian PUPR Sukses Raih Opini Wajar Tanpa Pengecualian dari BPK Lima Tahun Berturut-turut


Nyoman Adhi Suryadnyana menambahkan, sejak tahun 2016, IMO telah menyelesaikan tindak lanjut sebesar 78% dari total rekomendasi pemeriksaan sebelumnya. Hal ini menunjukkan respons positif dan komitmen kuat IMO dalam meningkatkan kualitas tata kelola dan manajemen.
Dalam kesempatan tersebut, delegasi negara anggota peserta Sidang  Dewan IMO dari Amerika Serikat dan Indonesia memberikan apresiasi atas  kinerja positif BPK sebagai pemeriksa eskternal IMO. Para delegasi  menyampaikan bahwa rekomendasi pemeriksaan yang diberikan BPK dapat  membantu IMO meningkatkan layanan yang berkualitas, efisien dan efektif  untuk negara anggota IMO dan pemangku kepentingan lainnya.
Sekretaris Jenderal IMO, Arsenio Dominguez juga menyampaikan ucapan  terima kasih kepada BPK atas hasil pemeriksaan yang komprehensif, dan  mengapresiasi rekomendasi konstruktif yang diberikan atas hasil  pemeriksaan keuangan dan pemeriksaan kinerja IMO.
Penyampaian  laporan hasil pemeriksaan dalam Sidang Dewan IMO ke-132 ini menandai  berakhirnya peran BPK sebagai pemeriksa eksternal IMO periode 2020 -  2023. Atas dukungan manajemen dan kepercayaan dari Anggota Dewan atas  kinerja BPK, BPK telah terpilih kembali menjadi pemeriksa eksternal IMO  periode kedua dan akan meneruskan tugasnya sebagai pemeriksa eksternal  IMO periode 2024-2027.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8xNy8xLzE4MDc5MS81L3g4eW1iOXM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memaparkan laporan hasil pemeriksaan keuangan dan kinerja Organisasi Maritim Internasional (International Maritime Organization/IMO). Laporan disampaikan pada Sidang Dewan IMO ke-132 di kantor pusat IMO, London, Inggris.
Dalam paparannya, Anggota I BPK Nyoman Adhi Suryadnyana yang didampingi oleh Sekretaris Jenderal Bahtiar Arif selaku Penanggung Jawab Pemeriksaan IMO, menyampaikan bahwa laporan keuangan IMO tahun 2021 dan 2022 telah disajikan secara wajar dalam semua hal yang material, sesuai dengan Standar Akuntansi Sektor Publik Internasional (IPSAS).

BACA JUGA:
BPK Ungkap Mobil Dinas Mewah di Tangsel Hilang Jejak, Ternyata Ada 106 Aset yang Raib! 


Meskipun tidak terdapat kesalahan material pada laporan keuangan IMO tahun 2023, BPK menyampaikan area perbaikan yang perlu dilakukan IMO terkait penggunaan pelaporan keuangan konsolidasi, manajemen dana kerjasama teknis, kontribusi donor, dan strategi pendanaan after service health insurance.
BPK juga mengapresiasi inisiatif IMO dalam mengimplementasikan praktik-praktik yang efektif dalam mengelola proyek jangka panjang, seperti pembentukan departemen khusus untuk mengelola proyek dan implementasi strategi mobilisasi sumber daya. Beberapa area yang dapat diperbaiki antara lain terkait dengan panduan siklus proyek yang komprehensif, proses penilaian kebutuhan negara anggota, proses rekrutmen staf proyek dan konsultan, standardisasi pemantauan proyek, dashboard komprehensif untuk proyek yang didanai oleh donor, dan peningkatan transparansi dalam penggunaan biaya dukungan proyek.

BACA JUGA:
2019-2023: Kementerian PUPR Sukses Raih Opini Wajar Tanpa Pengecualian dari BPK Lima Tahun Berturut-turut


Nyoman Adhi Suryadnyana menambahkan, sejak tahun 2016, IMO telah menyelesaikan tindak lanjut sebesar 78% dari total rekomendasi pemeriksaan sebelumnya. Hal ini menunjukkan respons positif dan komitmen kuat IMO dalam meningkatkan kualitas tata kelola dan manajemen.
Dalam kesempatan tersebut, delegasi negara anggota peserta Sidang  Dewan IMO dari Amerika Serikat dan Indonesia memberikan apresiasi atas  kinerja positif BPK sebagai pemeriksa eskternal IMO. Para delegasi  menyampaikan bahwa rekomendasi pemeriksaan yang diberikan BPK dapat  membantu IMO meningkatkan layanan yang berkualitas, efisien dan efektif  untuk negara anggota IMO dan pemangku kepentingan lainnya.
Sekretaris Jenderal IMO, Arsenio Dominguez juga menyampaikan ucapan  terima kasih kepada BPK atas hasil pemeriksaan yang komprehensif, dan  mengapresiasi rekomendasi konstruktif yang diberikan atas hasil  pemeriksaan keuangan dan pemeriksaan kinerja IMO.
Penyampaian  laporan hasil pemeriksaan dalam Sidang Dewan IMO ke-132 ini menandai  berakhirnya peran BPK sebagai pemeriksa eksternal IMO periode 2020 -  2023. Atas dukungan manajemen dan kepercayaan dari Anggota Dewan atas  kinerja BPK, BPK telah terpilih kembali menjadi pemeriksa eksternal IMO  periode kedua dan akan meneruskan tugasnya sebagai pemeriksa eksternal  IMO periode 2024-2027.</content:encoded></item></channel></rss>
