<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RI Ekspor Produk Pinang Rp11 Miliar ke Arab Saudi dan Bangladesh</title><description>Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas) melepas ekspor produk pinang senilai USD692 ribu atau Rp11 miliar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/13/320/3033843/ri-ekspor-produk-pinang-rp11-miliar-ke-arab-saudi-dan-bangladesh</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/07/13/320/3033843/ri-ekspor-produk-pinang-rp11-miliar-ke-arab-saudi-dan-bangladesh"/><item><title>RI Ekspor Produk Pinang Rp11 Miliar ke Arab Saudi dan Bangladesh</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/13/320/3033843/ri-ekspor-produk-pinang-rp11-miliar-ke-arab-saudi-dan-bangladesh</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/07/13/320/3033843/ri-ekspor-produk-pinang-rp11-miliar-ke-arab-saudi-dan-bangladesh</guid><pubDate>Sabtu 13 Juli 2024 16:14 WIB</pubDate><dc:creator>Jihaan Haniifah Yarra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/13/320/3033843/ri-ekspor-produk-pinang-rp11-miliar-ke-arab-saudi-dan-bangladesh-6UbeF3Plm6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">RI lepas ekspor produk pinang ke Arab dan Bangladesh (Foto: Kemendag)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/13/320/3033843/ri-ekspor-produk-pinang-rp11-miliar-ke-arab-saudi-dan-bangladesh-6UbeF3Plm6.jpg</image><title>RI lepas ekspor produk pinang ke Arab dan Bangladesh (Foto: Kemendag)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8wOC80LzE4MjYzNC81L3g5MXB0aTI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas) melepas ekspor produk pinang senilai USD692 ribu atau Rp11 miliar. Secara rinci, ekspor produk pinang sebanyak 8 kontainer untuk dikirim ke Arab Saudi dan 20 kontainer ke Bangladesh.

BACA JUGA:
Ekspor Baja Indonesia Tembus Rp434 Triliun di 2023, Saingi Sawit dan Batu Bara


&amp;ldquo;Kegiatan ekspor yang kita saksikan hari ini adalah bukti nyata bahwa potensi diversifikasi produk untuk ekspor sangat besar, mulai dari sumber daya alam, manufaktur, hingga hasil pertanian dan perkebunan, seperti pagi ini kita melihat kontainer-kontainer yang berisi pinang untuk diekspor,&amp;rdquo; kata Zulhas di acara Pelepasan Ekspor Produk Pinang oleh PT. Best Star Indonesia di Jambi, Sabtu (13/7/2024).
Zulhas mengatakan Indonesia memiliki komoditi pinang yang cukup potensial. Pasalnya, Indonesia merupakan eksportir pinang terbesar di dunia.

BACA JUGA:
Ini Tips Budidaya Lebah Madu hingga Tembus Pasar Ekspor


&amp;ldquo;Indonesia merupakan eksportir pinang nomor 1 di dunia, memasok 35% kebutuhan pinang dunia. Kita harus jaga dan perkuat posisi ini,&amp;rdquo; ujar Zulhas.
Secara angka, Zulhas mengatakan nilai ekspor pinang asal Indonesia mencapai USD49,1 juta. Tujuan negara yang diekspor pun beragam seperti dari Iran, India, China, Bangladesh, dan Malaysia.
&amp;ldquo;Pada Januari-Mei 2024, nilai ekspor Pinang Indonesia mencapai USD49,1 juta. Negara tujuan ekspor terbesar pinang tahun 2023, yaitu Iran 42,11%, India 14,82%, China 10,81%, Bangladesh 9,41%, dan Malaysia 5,86%,&amp;rdquo; tuturnya.
Dia mengatakan potensi pinang dunia tergolong potensial. Hal itu  dilihat dari permintaan pinang dunia pada 2023 mengalami pertumbuhan  sekitar 39,04%.
&amp;ldquo;Permintaan dunia untuk pinang sangat menjanjikan. Permintaan impor  dunia tahun 2023 tumbuh 39,04% dengan nilai sebesar USD358,7 juta.  Penggunaan Pinang tidak hanya untuk konsumsi langsung, tapi juga bisa  untuk industri bernilai tambah, seperti biomedis untuk antidepresan,  antioksidan dan lain-lain,&amp;rdquo; ungkapnya.
&amp;ldquo;Negara-negara importir pinang terbesar di dunia antara lain India  USD147,33 juta, Iran USD55,69 juta, Bangladesh USD35,30 juta, Uni Arab  Emirates USD34,42 juta, dan Vietnam USD26,53 juta,&amp;rdquo; sambungnya.
Untuk itu , dia pun mengajak agar seluruh pihak bersama-sama menjaga komoditas unggulan yang dimiliki oleh Indonesia.
&quot;Oleh karena itu memang kita harus mengembangkan basisi keunggulan  komparatif kita. Misalnya coklat, kopi, lada, cengkeh, pinang, kayu  manis. Oleh karena itu, ini harus menjadi fokus kita, fokusnya bupati,  gubernur, kita semua,&quot; jelasnya.
Zulhas pun menjelaskan sejumlah langkah strategis sudah dilakukan agar potensi tersebut bisa dimaksimalkan.
&amp;ldquo;Pembukaan akses pasar luar negeri melalui pendekatan diplomasi G2G,  perjanjian dagang melalui FTA, PTA atau CEPA, sebagai 'toll way' bagi  ekspor ke mitra dagang. Fasilitas pendampingan untuk para eksportir  untuk menunjang kelancaran ekspor, misalnya sertifikasi, penyusunan  export plan dan lain-lain,&amp;rdquo; ungkapnya.
Selain itu, Zulhas mengatakan Kemendag juga memperkuatnya dengan  membantu melakukan promosi melalui sejumlah kegiatan, salah satunya  Trade Expo Indonesia.
&amp;ldquo;Fasilitas promosi. Tahun ini Trade Expo Indonesia akan  diselenggarakan kembali tanggal 9-12 Oktober 2024. Platform promosi ini  sangat baik untuk memperluas pasar,&amp;rdquo; tutur Zulhas.
Zulhas mengatakan pihaknya pun terus berupaya untuk menjaga agar  harga pinang di dunia tidak mengalami penurunan. Sehingga para petani  dan pelaku usaha dalam negeri tidak mengalami kerugian.
&quot;Saya bertemu dengan Perdana Menteri India 2 kali ngomong soal  pinang, saya ketemu 5 kali dengan Menteri Perdagangan India. Karena ini  pasar paling besar India. Karena harga kita dipatok sekian (oleh india)  nah itu yang kita negosiasikan terus,&quot; tutupnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8wOC80LzE4MjYzNC81L3g5MXB0aTI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas) melepas ekspor produk pinang senilai USD692 ribu atau Rp11 miliar. Secara rinci, ekspor produk pinang sebanyak 8 kontainer untuk dikirim ke Arab Saudi dan 20 kontainer ke Bangladesh.

BACA JUGA:
Ekspor Baja Indonesia Tembus Rp434 Triliun di 2023, Saingi Sawit dan Batu Bara


&amp;ldquo;Kegiatan ekspor yang kita saksikan hari ini adalah bukti nyata bahwa potensi diversifikasi produk untuk ekspor sangat besar, mulai dari sumber daya alam, manufaktur, hingga hasil pertanian dan perkebunan, seperti pagi ini kita melihat kontainer-kontainer yang berisi pinang untuk diekspor,&amp;rdquo; kata Zulhas di acara Pelepasan Ekspor Produk Pinang oleh PT. Best Star Indonesia di Jambi, Sabtu (13/7/2024).
Zulhas mengatakan Indonesia memiliki komoditi pinang yang cukup potensial. Pasalnya, Indonesia merupakan eksportir pinang terbesar di dunia.

BACA JUGA:
Ini Tips Budidaya Lebah Madu hingga Tembus Pasar Ekspor


&amp;ldquo;Indonesia merupakan eksportir pinang nomor 1 di dunia, memasok 35% kebutuhan pinang dunia. Kita harus jaga dan perkuat posisi ini,&amp;rdquo; ujar Zulhas.
Secara angka, Zulhas mengatakan nilai ekspor pinang asal Indonesia mencapai USD49,1 juta. Tujuan negara yang diekspor pun beragam seperti dari Iran, India, China, Bangladesh, dan Malaysia.
&amp;ldquo;Pada Januari-Mei 2024, nilai ekspor Pinang Indonesia mencapai USD49,1 juta. Negara tujuan ekspor terbesar pinang tahun 2023, yaitu Iran 42,11%, India 14,82%, China 10,81%, Bangladesh 9,41%, dan Malaysia 5,86%,&amp;rdquo; tuturnya.
Dia mengatakan potensi pinang dunia tergolong potensial. Hal itu  dilihat dari permintaan pinang dunia pada 2023 mengalami pertumbuhan  sekitar 39,04%.
&amp;ldquo;Permintaan dunia untuk pinang sangat menjanjikan. Permintaan impor  dunia tahun 2023 tumbuh 39,04% dengan nilai sebesar USD358,7 juta.  Penggunaan Pinang tidak hanya untuk konsumsi langsung, tapi juga bisa  untuk industri bernilai tambah, seperti biomedis untuk antidepresan,  antioksidan dan lain-lain,&amp;rdquo; ungkapnya.
&amp;ldquo;Negara-negara importir pinang terbesar di dunia antara lain India  USD147,33 juta, Iran USD55,69 juta, Bangladesh USD35,30 juta, Uni Arab  Emirates USD34,42 juta, dan Vietnam USD26,53 juta,&amp;rdquo; sambungnya.
Untuk itu , dia pun mengajak agar seluruh pihak bersama-sama menjaga komoditas unggulan yang dimiliki oleh Indonesia.
&quot;Oleh karena itu memang kita harus mengembangkan basisi keunggulan  komparatif kita. Misalnya coklat, kopi, lada, cengkeh, pinang, kayu  manis. Oleh karena itu, ini harus menjadi fokus kita, fokusnya bupati,  gubernur, kita semua,&quot; jelasnya.
Zulhas pun menjelaskan sejumlah langkah strategis sudah dilakukan agar potensi tersebut bisa dimaksimalkan.
&amp;ldquo;Pembukaan akses pasar luar negeri melalui pendekatan diplomasi G2G,  perjanjian dagang melalui FTA, PTA atau CEPA, sebagai 'toll way' bagi  ekspor ke mitra dagang. Fasilitas pendampingan untuk para eksportir  untuk menunjang kelancaran ekspor, misalnya sertifikasi, penyusunan  export plan dan lain-lain,&amp;rdquo; ungkapnya.
Selain itu, Zulhas mengatakan Kemendag juga memperkuatnya dengan  membantu melakukan promosi melalui sejumlah kegiatan, salah satunya  Trade Expo Indonesia.
&amp;ldquo;Fasilitas promosi. Tahun ini Trade Expo Indonesia akan  diselenggarakan kembali tanggal 9-12 Oktober 2024. Platform promosi ini  sangat baik untuk memperluas pasar,&amp;rdquo; tutur Zulhas.
Zulhas mengatakan pihaknya pun terus berupaya untuk menjaga agar  harga pinang di dunia tidak mengalami penurunan. Sehingga para petani  dan pelaku usaha dalam negeri tidak mengalami kerugian.
&quot;Saya bertemu dengan Perdana Menteri India 2 kali ngomong soal  pinang, saya ketemu 5 kali dengan Menteri Perdagangan India. Karena ini  pasar paling besar India. Karena harga kita dipatok sekian (oleh india)  nah itu yang kita negosiasikan terus,&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
