<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kritik Luhut soal Pembatasan BBM Subsidi, Anggota DPR: Tak Berdasar</title><description>Anggota DPR mengkritik pernyataan Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan soal pembatasan BBM bersubsidi mulai 17 Agustus 2024.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/13/320/3033854/kritik-luhut-soal-pembatasan-bbm-subsidi-anggota-dpr-tak-berdasar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/07/13/320/3033854/kritik-luhut-soal-pembatasan-bbm-subsidi-anggota-dpr-tak-berdasar"/><item><title>Kritik Luhut soal Pembatasan BBM Subsidi, Anggota DPR: Tak Berdasar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/13/320/3033854/kritik-luhut-soal-pembatasan-bbm-subsidi-anggota-dpr-tak-berdasar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/07/13/320/3033854/kritik-luhut-soal-pembatasan-bbm-subsidi-anggota-dpr-tak-berdasar</guid><pubDate>Sabtu 13 Juli 2024 17:06 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/13/320/3033854/kritik-luhut-soal-pembatasan-bbm-subsidi-anggota-dpr-tak-berdasar-iYluhIXK8u.jpg" expression="full" type="image/jpeg">DPR kritik rencana pembatasan pembelian BBM subsidi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/13/320/3033854/kritik-luhut-soal-pembatasan-bbm-subsidi-anggota-dpr-tak-berdasar-iYluhIXK8u.jpg</image><title>DPR kritik rencana pembatasan pembelian BBM subsidi (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNC8yMy8xLzE3OTkyNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Anggota DPR mengkritik pernyataan Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan soal pembatasan BBM bersubsidi mulai 17 Agustus 2024. Menurut anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto, pernyataan tersebut dinilai tak berdasar.
Dia memandang, argumentasi yang dilontarkan Luhut Binsar Pandjaitan ihwal pembatasan pembelian BBM subsidi mengacu pada dinamika ekonomi global yang terjadi beberapa pekan terakhir ini.

BACA JUGA:
Beli BBM Subsidi Dibatasi Mulai 17 Agustus 2024, Ini Penjelasan Erick Thohir


Seperti melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hingga tingginya harga minyak mentah dunia.
Di sisi lain, pengeluaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) meningkat drastis, namun tidak dibarengi dengan pemasukan. Selain itu, ekspor sejumlah komoditas juga menurun.

BACA JUGA:
Beli BBM Subsidi Dibatasi Mulai 17 Agustus, Ini Kata Menteri ESDM


Luhut, lanjut Mulyanto, melihat perkara ini bisa memperluas defisit fiskal. Sehingga, pembatasan BBM bersubsidi segara dilakukan agar bisa menghemat anggaran negara.
&amp;ldquo;Kalau saya lihat argumennya, pertama argumennya dolar semakin naik, kedua harga minyak juga anggaplah naik, semenatra APBN banyak pengeluaran dan juga ekspor komoditas juga turun, kemungkinan defisit melebar, untuk itu pembatasan BBM segera dilakukan,&amp;rdquo; ujar Mulyanto dalam sesi wawancara dengan MNCTrijaya, Sabtu (13/7/2024).
Kendati begitu, Mulyanto menyebut pernyataan Luhut perihal pembatasan  BBM subsidi mulai berlaku pada 17 Agustus tahun ini tidak berdasar.  Pasalnya, harga minyak dunia masih normal dari rata-rata harga minyak  mentah Indonesia (IPC).
Diketahui, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) AS untuk  kontrak Agustus dipatok USD82,21 per barel, turun 41 sen, atau 0,5%.  Harga minyak AS telah naik 14,7%.
Harga minyak Brent untuk kontrak September dipatok USD85,03 per  barel, turun 37 sen, atau 0,43%. Dari awal tahun sampai saat ini harga  minyak yang menjadi acuan global ini telah naik 10,4%.
Untuk nilai tukar, tercatat rupiah di pasar spot mampu mempertahankan  penguatan hingga akhir perdagangan, Jumat (12/7/2024), rupiah spot  ditutup di level Rp16.137 per dolar AS.
Hal ini membuat rupiah menguat 0,36% dibanding penutupan hari  sebelumnya di Rp16.195 per dolar AS. Pergerakan rupiah berbanding  terbalik dengan mayoritas mata uang di Asia.
&amp;ldquo;Hari ini saya cek harga minyak masih sekitar 82 dolar per barel, itu  masih dalam batas ICP kita. Kedua dolar dari Rp18.840 turun terus,  sekarang Rp16.100, jadi dalam konteks itu pernyataan pak Luhut tak punya  dasar,&amp;rdquo; beber dia.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNC8yMy8xLzE3OTkyNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Anggota DPR mengkritik pernyataan Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan soal pembatasan BBM bersubsidi mulai 17 Agustus 2024. Menurut anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto, pernyataan tersebut dinilai tak berdasar.
Dia memandang, argumentasi yang dilontarkan Luhut Binsar Pandjaitan ihwal pembatasan pembelian BBM subsidi mengacu pada dinamika ekonomi global yang terjadi beberapa pekan terakhir ini.

BACA JUGA:
Beli BBM Subsidi Dibatasi Mulai 17 Agustus 2024, Ini Penjelasan Erick Thohir


Seperti melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hingga tingginya harga minyak mentah dunia.
Di sisi lain, pengeluaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) meningkat drastis, namun tidak dibarengi dengan pemasukan. Selain itu, ekspor sejumlah komoditas juga menurun.

BACA JUGA:
Beli BBM Subsidi Dibatasi Mulai 17 Agustus, Ini Kata Menteri ESDM


Luhut, lanjut Mulyanto, melihat perkara ini bisa memperluas defisit fiskal. Sehingga, pembatasan BBM bersubsidi segara dilakukan agar bisa menghemat anggaran negara.
&amp;ldquo;Kalau saya lihat argumennya, pertama argumennya dolar semakin naik, kedua harga minyak juga anggaplah naik, semenatra APBN banyak pengeluaran dan juga ekspor komoditas juga turun, kemungkinan defisit melebar, untuk itu pembatasan BBM segera dilakukan,&amp;rdquo; ujar Mulyanto dalam sesi wawancara dengan MNCTrijaya, Sabtu (13/7/2024).
Kendati begitu, Mulyanto menyebut pernyataan Luhut perihal pembatasan  BBM subsidi mulai berlaku pada 17 Agustus tahun ini tidak berdasar.  Pasalnya, harga minyak dunia masih normal dari rata-rata harga minyak  mentah Indonesia (IPC).
Diketahui, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) AS untuk  kontrak Agustus dipatok USD82,21 per barel, turun 41 sen, atau 0,5%.  Harga minyak AS telah naik 14,7%.
Harga minyak Brent untuk kontrak September dipatok USD85,03 per  barel, turun 37 sen, atau 0,43%. Dari awal tahun sampai saat ini harga  minyak yang menjadi acuan global ini telah naik 10,4%.
Untuk nilai tukar, tercatat rupiah di pasar spot mampu mempertahankan  penguatan hingga akhir perdagangan, Jumat (12/7/2024), rupiah spot  ditutup di level Rp16.137 per dolar AS.
Hal ini membuat rupiah menguat 0,36% dibanding penutupan hari  sebelumnya di Rp16.195 per dolar AS. Pergerakan rupiah berbanding  terbalik dengan mayoritas mata uang di Asia.
&amp;ldquo;Hari ini saya cek harga minyak masih sekitar 82 dolar per barel, itu  masih dalam batas ICP kita. Kedua dolar dari Rp18.840 turun terus,  sekarang Rp16.100, jadi dalam konteks itu pernyataan pak Luhut tak punya  dasar,&amp;rdquo; beber dia.</content:encoded></item></channel></rss>
