<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BEI Catat 21 Perusahaan Siap IPO</title><description>BEI mencatat 21 perusahaan berada dalam pipeline untuk melakukan pencatatan perdana saham atau initial public offering (IPO).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/15/278/3034328/bei-catat-21-perusahaan-siap-ipo</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/07/15/278/3034328/bei-catat-21-perusahaan-siap-ipo"/><item><title>BEI Catat 21 Perusahaan Siap IPO</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/15/278/3034328/bei-catat-21-perusahaan-siap-ipo</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/07/15/278/3034328/bei-catat-21-perusahaan-siap-ipo</guid><pubDate>Senin 15 Juli 2024 07:46 WIB</pubDate><dc:creator>Cahya Puteri Abdi Rabbi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/15/278/3034328/bei-catat-21-perusahaan-siap-ipo-sPicXK2AN0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">21 perusahaan siap IPO (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/15/278/3034328/bei-catat-21-perusahaan-siap-ipo-sPicXK2AN0.jpg</image><title>21 perusahaan siap IPO (Foto: Shutterstock)</title></images><description>


JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat 21 perusahaan berada dalam pipeline untuk melakukan pencatatan perdana saham atau initial public offering (IPO).
&amp;ldquo;Sampai dengan 12 July 2024 telah tercatat 32 perusahaan yang mencatatkan saham di BEI dengan dana dihimpun Rp4,93 triliun,&amp;rdquo; kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna dalam keterangannya pada Senin (15/7/2024).

BACA JUGA:
IHSG Awal Pekan Berpotensi Menguat

Sebanyak 3 perusahaan masuk dalam kategori aset berskala kecil atau memiliki total nilai aset di bawah Rp50 miliar. Kemudian, sebanyak 16 perusahaan masuk dalam kategori aset berskala sedang atau antara Rp50 miliar hingga Rp250 miliar. Serta, 2 perusahaan memiliki aset berskala besar atau di atas Rp250 miliar.
Dari daftar pipeline perusahaan yang akan IPO, sebanyak 7 perusahaan berasal dari sektor konsumer non siklikal. Dari sektor konsumer siklikal terdapat 2 perusahaan, terdapat 2 perusahaan lainnya yang berasal dari sektor energi.

BACA JUGA:
IHSG Minggu Depan Bergerak Melemah di Level 7.250-7.350

Lalu, terdapat masing-masing 2 perusahaan yang antre IPO berasal dari sektor keuangan, sektor kesehatan, sektor industri dan sektor teknologi. Sementara itu, terdapat 1 perusahaan berasal dari sektor bahan baku atau basic materials dan 1 perusahaan dari sektor transportasi.Nyoman menyampaikan bahwa BEI senantiasa mendorong perusahaan yang  memiliki rencana IPO dan menjadi perusahaan tercatat untuk tumbuh  bersama pasar modal Indonesia, baik dari sektor teknologi maupun sektor  lainnya. Dalam prosesnya, lanjut dia, BEI juga mengedepankan kesiapan  dan kualitas dari perusahaan yang berencana mencatatkan sahamnya di BEI,  dengan tujuan untuk menjaga kepercayaan investor.
&amp;ldquo;Terkait hal tersebut, kami melibatkan para stakeholder di pasar  modal, seperti penjamin emisi efek, kantor akuntan publik, konsultan  hukum, dan lain-lain,&amp;rdquo; imbuh Nyoman.</description><content:encoded>


JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat 21 perusahaan berada dalam pipeline untuk melakukan pencatatan perdana saham atau initial public offering (IPO).
&amp;ldquo;Sampai dengan 12 July 2024 telah tercatat 32 perusahaan yang mencatatkan saham di BEI dengan dana dihimpun Rp4,93 triliun,&amp;rdquo; kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna dalam keterangannya pada Senin (15/7/2024).

BACA JUGA:
IHSG Awal Pekan Berpotensi Menguat

Sebanyak 3 perusahaan masuk dalam kategori aset berskala kecil atau memiliki total nilai aset di bawah Rp50 miliar. Kemudian, sebanyak 16 perusahaan masuk dalam kategori aset berskala sedang atau antara Rp50 miliar hingga Rp250 miliar. Serta, 2 perusahaan memiliki aset berskala besar atau di atas Rp250 miliar.
Dari daftar pipeline perusahaan yang akan IPO, sebanyak 7 perusahaan berasal dari sektor konsumer non siklikal. Dari sektor konsumer siklikal terdapat 2 perusahaan, terdapat 2 perusahaan lainnya yang berasal dari sektor energi.

BACA JUGA:
IHSG Minggu Depan Bergerak Melemah di Level 7.250-7.350

Lalu, terdapat masing-masing 2 perusahaan yang antre IPO berasal dari sektor keuangan, sektor kesehatan, sektor industri dan sektor teknologi. Sementara itu, terdapat 1 perusahaan berasal dari sektor bahan baku atau basic materials dan 1 perusahaan dari sektor transportasi.Nyoman menyampaikan bahwa BEI senantiasa mendorong perusahaan yang  memiliki rencana IPO dan menjadi perusahaan tercatat untuk tumbuh  bersama pasar modal Indonesia, baik dari sektor teknologi maupun sektor  lainnya. Dalam prosesnya, lanjut dia, BEI juga mengedepankan kesiapan  dan kualitas dari perusahaan yang berencana mencatatkan sahamnya di BEI,  dengan tujuan untuk menjaga kepercayaan investor.
&amp;ldquo;Terkait hal tersebut, kami melibatkan para stakeholder di pasar  modal, seperti penjamin emisi efek, kantor akuntan publik, konsultan  hukum, dan lain-lain,&amp;rdquo; imbuh Nyoman.</content:encoded></item></channel></rss>
