<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>24 Perusahaan Antre Rights Issue Rp32,5 Triliun</title><description>Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada 24 perusahaan berada dalam pipeline untuk melakukan rights issue.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/15/278/3034429/24-perusahaan-antre-rights-issue-rp32-5-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/07/15/278/3034429/24-perusahaan-antre-rights-issue-rp32-5-triliun"/><item><title>24 Perusahaan Antre Rights Issue Rp32,5 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/15/278/3034429/24-perusahaan-antre-rights-issue-rp32-5-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/07/15/278/3034429/24-perusahaan-antre-rights-issue-rp32-5-triliun</guid><pubDate>Senin 15 Juli 2024 11:29 WIB</pubDate><dc:creator>Cahya Puteri Abdi Rabbi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/15/278/3034429/24-perusahaan-antre-rights-issue-rp32-5-triliun-5Vnw37H7R6.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">24 perusahaan bakal rights issue (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/15/278/3034429/24-perusahaan-antre-rights-issue-rp32-5-triliun-5Vnw37H7R6.jpeg</image><title>24 perusahaan bakal rights issue (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada 24 perusahaan berada dalam pipeline untuk melakukan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue.
&amp;ldquo;Adapun per tanggal 12 Juli 2024 telah terdapat 12 perusahaan tercatat yang telah menerbitkan rights issue dengan total nilai Rp32,57 triliun,&amp;rdquo; kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna dalam keterangannya pada Senin (15/7/2024).

BACA JUGA:
BEI Catat 21 Perusahaan Siap IPO


Secara rinci, perusahaan yang akan melakukan rights issue yakni, sebanyak 8 perusahaan berasal dari sektor konsumer siklikal. Kemudian disusul oleh sektor keuangan yang tercatat sebanyak 5 perusahaan dalam pipeline.

BACA JUGA:
BEI Luncurkan IDX Cyclical Economy, Ada 30 Saham dengan Kapitalisasi Besar


Lalu, dari sektor energi terdapat 4 perusahaan, dan 4 perusahaan lainnya berasal dari sektor konsumer non siklikal, serta dari sektor bahan baku, infrastruktur dan transportasi masing-masing sebanyak 1 perusahaan.
Di sisi lain, untuk penerbitan Efek Bersifat Utang dan Sukuk atau  EBUS, hingga 12 Juli 2024 terdapat 16 emisi dari 10 penerbit EBUS yang  sedang berada dalam pipeline. Di mana hingga saat ini, telah diterbitkan  89 emisi dari 58 penerbit EBUS dengan himpunan dana sebesar Rp74,9  triliun.
Adapun, 10 perusahaan yang akan menerbitkan surat utang yakni,  sebanyak 4 perusahaan berasal dari sektor bahan baku, dari sektor  keuangan terdapat 3 perusahaan. Lalu, dari sektor energi terdapat 2  perusahaan dan 1 perusahaan lainnya berasal dari sektor industri.
</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada 24 perusahaan berada dalam pipeline untuk melakukan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue.
&amp;ldquo;Adapun per tanggal 12 Juli 2024 telah terdapat 12 perusahaan tercatat yang telah menerbitkan rights issue dengan total nilai Rp32,57 triliun,&amp;rdquo; kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna dalam keterangannya pada Senin (15/7/2024).

BACA JUGA:
BEI Catat 21 Perusahaan Siap IPO


Secara rinci, perusahaan yang akan melakukan rights issue yakni, sebanyak 8 perusahaan berasal dari sektor konsumer siklikal. Kemudian disusul oleh sektor keuangan yang tercatat sebanyak 5 perusahaan dalam pipeline.

BACA JUGA:
BEI Luncurkan IDX Cyclical Economy, Ada 30 Saham dengan Kapitalisasi Besar


Lalu, dari sektor energi terdapat 4 perusahaan, dan 4 perusahaan lainnya berasal dari sektor konsumer non siklikal, serta dari sektor bahan baku, infrastruktur dan transportasi masing-masing sebanyak 1 perusahaan.
Di sisi lain, untuk penerbitan Efek Bersifat Utang dan Sukuk atau  EBUS, hingga 12 Juli 2024 terdapat 16 emisi dari 10 penerbit EBUS yang  sedang berada dalam pipeline. Di mana hingga saat ini, telah diterbitkan  89 emisi dari 58 penerbit EBUS dengan himpunan dana sebesar Rp74,9  triliun.
Adapun, 10 perusahaan yang akan menerbitkan surat utang yakni,  sebanyak 4 perusahaan berasal dari sektor bahan baku, dari sektor  keuangan terdapat 3 perusahaan. Lalu, dari sektor energi terdapat 2  perusahaan dan 1 perusahaan lainnya berasal dari sektor industri.
</content:encoded></item></channel></rss>
