<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BEI Catat Penerbitan Surat Utang Tembus Rp74,9 Triliun hingga Juli</title><description>BEI) menyatakan penghimpunan dana melalui penerbitan surat utang mencapai Rp74,9 triliun secara year-to-date.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/15/278/3034439/bei-catat-penerbitan-surat-utang-tembus-rp74-9-triliun-hingga-juli</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/07/15/278/3034439/bei-catat-penerbitan-surat-utang-tembus-rp74-9-triliun-hingga-juli"/><item><title>BEI Catat Penerbitan Surat Utang Tembus Rp74,9 Triliun hingga Juli</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/15/278/3034439/bei-catat-penerbitan-surat-utang-tembus-rp74-9-triliun-hingga-juli</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/07/15/278/3034439/bei-catat-penerbitan-surat-utang-tembus-rp74-9-triliun-hingga-juli</guid><pubDate>Senin 15 Juli 2024 11:49 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/15/278/3034439/bei-catat-penerbitan-surat-utang-tembus-rp74-9-triliun-hingga-juli-S9TW0zt7Yk.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Penerbitan Surat Utang (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/15/278/3034439/bei-catat-penerbitan-surat-utang-tembus-rp74-9-triliun-hingga-juli-S9TW0zt7Yk.jpg</image><title>Penerbitan Surat Utang (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8xMC8xLzE4MjY4OC81L3g5MXZtcGE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan penghimpunan dana melalui penerbitan surat utang mencapai Rp74,9 triliun secara year-to-date (YtD) per 12 Juli 2024.
Angka ini dihasilkan dari total 89 emisi baik efek bersifat obligasi maupun sukuk (EBUS), yang datang dari total 58 emiten.

BACA JUGA:
Cek Rekomendasi Saham saat IHSG Menguat Terbatas

&amp;ldquo;Sampai 12 Juli telah diterbitkan 89 emisi dari 58 penerbit EBUS dengan dana yang dihimpun sebesar Rp74.9 triliun,&amp;rdquo; kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna, Senin (15/7/2024).

BACA JUGA:
IHSG Rawan Koreksi, Cek Rekomendasi Saham Berikut

Aktivitas pencarian modal ini berpotensi masih akan berlanjut. Pasalnya, masih terdapat 16 emisi yang masuk dalam antrean alias pipeline BEI, dengan total 10 emiten.Nyoman mengungkap sebagian besar datang dari sektor bahan baku mencapai 4 korporasi.
Sektor keuangan menyumbang 3 perusahaan, disusul 2 dari bidang energi. &amp;ldquo;Ada 1 dari sektor industri,&amp;rdquo; terang Nyoman.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8xMC8xLzE4MjY4OC81L3g5MXZtcGE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan penghimpunan dana melalui penerbitan surat utang mencapai Rp74,9 triliun secara year-to-date (YtD) per 12 Juli 2024.
Angka ini dihasilkan dari total 89 emisi baik efek bersifat obligasi maupun sukuk (EBUS), yang datang dari total 58 emiten.

BACA JUGA:
Cek Rekomendasi Saham saat IHSG Menguat Terbatas

&amp;ldquo;Sampai 12 Juli telah diterbitkan 89 emisi dari 58 penerbit EBUS dengan dana yang dihimpun sebesar Rp74.9 triliun,&amp;rdquo; kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna, Senin (15/7/2024).

BACA JUGA:
IHSG Rawan Koreksi, Cek Rekomendasi Saham Berikut

Aktivitas pencarian modal ini berpotensi masih akan berlanjut. Pasalnya, masih terdapat 16 emisi yang masuk dalam antrean alias pipeline BEI, dengan total 10 emiten.Nyoman mengungkap sebagian besar datang dari sektor bahan baku mencapai 4 korporasi.
Sektor keuangan menyumbang 3 perusahaan, disusul 2 dari bidang energi. &amp;ldquo;Ada 1 dari sektor industri,&amp;rdquo; terang Nyoman.</content:encoded></item></channel></rss>
