<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Unilever PHK 3.200 Karyawan</title><description>Unilever bakal melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap 3.200 karyawan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/15/320/3034339/unilever-phk-3-200-karyawan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/07/15/320/3034339/unilever-phk-3-200-karyawan"/><item><title>Unilever PHK 3.200 Karyawan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/15/320/3034339/unilever-phk-3-200-karyawan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/07/15/320/3034339/unilever-phk-3-200-karyawan</guid><pubDate>Senin 15 Juli 2024 08:17 WIB</pubDate><dc:creator>Faradilla Indah Siti Aysha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/15/320/3034339/unilever-phk-3-200-karyawan-nxuOJ1CZMt.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Unilever PHK ribuan karyawan (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/15/320/3034339/unilever-phk-3-200-karyawan-nxuOJ1CZMt.jpeg</image><title>Unilever PHK ribuan karyawan (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8wMy8xLzE4MjQ0NS81L3g5MWV6cTI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Unilever bakal melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap 3.200 karyawan. Unilever bakal mengurangi sepertiga dari seluruh posisi administratif di Eropa pada akhir 2025.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya membangkitkan kembali pertumbuhan perusahaan barang konsumen besar tersebut. Perusahaan, yang pemegang sahamnya termasuk investor aktivis miliarder dan anggota dewan, Nelson Peltz, berusaha merampingkan bisnisnya.

BACA JUGA:
500 Karyawan BUMN Tekstil Dirumahkan dan Kena PHK, Erick Thohir Buka Suara


CEO Hein Schumacher menyusun strategi pada Oktober untuk memulihkan kepercayaan investor setelah beberapa tahun terakhir mengalami kinerja yang kurang baik.
Unilever menginformasikan kepada para eksekutif seniornya pada Rabu (10/7) bahwa sebanyak 3.200 pekerja di Eropa akan diberhentikan pada akhir 2025, berdasarkan perincian dari paparan umum perusahaan.

BACA JUGA:
Daftar 6 Perusahaan Tekstil Tutup, 11.000 Pekerja Kena PHK


&amp;ldquo;Kami sekarang, dalam beberapa minggu ke depan, memulai proses konsultasi dengan karyawan yang mungkin terkena dampak perubahan yang diusulkan,&amp;rdquo; kata juru bicara Unilever dilansir VOA, Senin (15/7/2024).
Financial Times pertama kali melaporkan perincian rencana bisnis itu. Pengurangan karyawan tersebut merupakan bagian dari program produktivitas yang diumumkan pada Maret, yang mencakup sebanyak 7.500 pemutusan hubungan kerja (PHK).
&amp;ldquo;Jumlah pekerjaan bersih (dari pengurangan itu-red) di Eropa antara  sekarang dan akhir 2025 adalah berkisar antara 3.000 hingga 3.200  posisi,&amp;rdquo; Constantina Tribou, kepala sumber daya manusia, mengatakan  selama panggilan video.
&amp;ldquo;Langkah-langkah tersebut berarti PHK terbesar di Unilever selama  beberapa dekade,&amp;rdquo; kata Hermann Soggeberg, Kepala Dewan Pekerjaan Eropa  Unilever dalam suratnya kepada staf yang dilihat oleh Reuters.  Masyarakat yang tadinya bekerja dan produktif kini terancam kehilangan  mata pencaharian.
Unilever mengambil sejumlah langkah untuk mengubah bisnisnya sebagai  bagian dari rencana merevitalisasi pertumbuhan. Pada Maret, mereka  mengumumkan akan memisahkan bisnis es krimnya, yang merupakan rumah bagi  merek-merek terkenal seperti Magnum dan Ben &amp;amp; Jerry's.
&amp;ldquo;Dari sudut pandang pemegang saham, perubahan haluan jelas diperlukan  pada bisnis yang berkinerja buruk, kehadiran seorang aktivis dalam  daftar pemegang saham biasanya merupakan indikator yang jelas untuk hal  tersebut,&amp;rdquo; kata Jack Martin, manajer portofolio di Oberon Investments.
&amp;ldquo;Penjualan bisnis es krim adalah langkah pertama, tetapi langkah  untuk merampingkan tenaga kerja dalam beberapa bulan mendatang  menunjukkan upaya lebih lanjut yang diperlukan untuk memberikan nilai  kepada pemegang saham.&amp;rdquo;</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8wMy8xLzE4MjQ0NS81L3g5MWV6cTI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Unilever bakal melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap 3.200 karyawan. Unilever bakal mengurangi sepertiga dari seluruh posisi administratif di Eropa pada akhir 2025.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya membangkitkan kembali pertumbuhan perusahaan barang konsumen besar tersebut. Perusahaan, yang pemegang sahamnya termasuk investor aktivis miliarder dan anggota dewan, Nelson Peltz, berusaha merampingkan bisnisnya.

BACA JUGA:
500 Karyawan BUMN Tekstil Dirumahkan dan Kena PHK, Erick Thohir Buka Suara


CEO Hein Schumacher menyusun strategi pada Oktober untuk memulihkan kepercayaan investor setelah beberapa tahun terakhir mengalami kinerja yang kurang baik.
Unilever menginformasikan kepada para eksekutif seniornya pada Rabu (10/7) bahwa sebanyak 3.200 pekerja di Eropa akan diberhentikan pada akhir 2025, berdasarkan perincian dari paparan umum perusahaan.

BACA JUGA:
Daftar 6 Perusahaan Tekstil Tutup, 11.000 Pekerja Kena PHK


&amp;ldquo;Kami sekarang, dalam beberapa minggu ke depan, memulai proses konsultasi dengan karyawan yang mungkin terkena dampak perubahan yang diusulkan,&amp;rdquo; kata juru bicara Unilever dilansir VOA, Senin (15/7/2024).
Financial Times pertama kali melaporkan perincian rencana bisnis itu. Pengurangan karyawan tersebut merupakan bagian dari program produktivitas yang diumumkan pada Maret, yang mencakup sebanyak 7.500 pemutusan hubungan kerja (PHK).
&amp;ldquo;Jumlah pekerjaan bersih (dari pengurangan itu-red) di Eropa antara  sekarang dan akhir 2025 adalah berkisar antara 3.000 hingga 3.200  posisi,&amp;rdquo; Constantina Tribou, kepala sumber daya manusia, mengatakan  selama panggilan video.
&amp;ldquo;Langkah-langkah tersebut berarti PHK terbesar di Unilever selama  beberapa dekade,&amp;rdquo; kata Hermann Soggeberg, Kepala Dewan Pekerjaan Eropa  Unilever dalam suratnya kepada staf yang dilihat oleh Reuters.  Masyarakat yang tadinya bekerja dan produktif kini terancam kehilangan  mata pencaharian.
Unilever mengambil sejumlah langkah untuk mengubah bisnisnya sebagai  bagian dari rencana merevitalisasi pertumbuhan. Pada Maret, mereka  mengumumkan akan memisahkan bisnis es krimnya, yang merupakan rumah bagi  merek-merek terkenal seperti Magnum dan Ben &amp;amp; Jerry's.
&amp;ldquo;Dari sudut pandang pemegang saham, perubahan haluan jelas diperlukan  pada bisnis yang berkinerja buruk, kehadiran seorang aktivis dalam  daftar pemegang saham biasanya merupakan indikator yang jelas untuk hal  tersebut,&amp;rdquo; kata Jack Martin, manajer portofolio di Oberon Investments.
&amp;ldquo;Penjualan bisnis es krim adalah langkah pertama, tetapi langkah  untuk merampingkan tenaga kerja dalam beberapa bulan mendatang  menunjukkan upaya lebih lanjut yang diperlukan untuk memberikan nilai  kepada pemegang saham.&amp;rdquo;</content:encoded></item></channel></rss>
