<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pekerjaan Petugas Pajak Bukan Kaleng-Kaleng, Sri Mulyani Akui Tak Ada Orang yang Senang Dipajaki</title><description>Menteri Keuangan Sri Mulyani mengakui pekerjaan petugas pajak memiliki tanggung jawab yang besar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/15/320/3034398/pekerjaan-petugas-pajak-bukan-kaleng-kaleng-sri-mulyani-akui-tak-ada-orang-yang-senang-dipajaki</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/07/15/320/3034398/pekerjaan-petugas-pajak-bukan-kaleng-kaleng-sri-mulyani-akui-tak-ada-orang-yang-senang-dipajaki"/><item><title>Pekerjaan Petugas Pajak Bukan Kaleng-Kaleng, Sri Mulyani Akui Tak Ada Orang yang Senang Dipajaki</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/15/320/3034398/pekerjaan-petugas-pajak-bukan-kaleng-kaleng-sri-mulyani-akui-tak-ada-orang-yang-senang-dipajaki</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/07/15/320/3034398/pekerjaan-petugas-pajak-bukan-kaleng-kaleng-sri-mulyani-akui-tak-ada-orang-yang-senang-dipajaki</guid><pubDate>Senin 15 Juli 2024 10:31 WIB</pubDate><dc:creator>Atikah Umiyani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/15/320/3034398/pekerjaan-petugas-pajak-bukan-kaleng-kaleng-sri-mulyani-akui-tak-ada-orang-yang-senang-dipajaki-2URL0Z0GDL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sri Mulyani sebut tugas DJP bukan kaleng-kaleng (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/15/320/3034398/pekerjaan-petugas-pajak-bukan-kaleng-kaleng-sri-mulyani-akui-tak-ada-orang-yang-senang-dipajaki-2URL0Z0GDL.jpg</image><title>Sri Mulyani sebut tugas DJP bukan kaleng-kaleng (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8yMC8xLzE4MDg5OS81L3g4eXJyY3M=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengakui pekerjaan petugas pajak memiliki tanggung jawab yang besar. Sri juga menilai bahwa DJP memiliki tanggung jawab yang besar serta pekerjaan yang tidak mudah.

BACA JUGA:
Ditjen Pajak: Tinggal 400 Ribu NIK dan NPWP yang Belum Dipadankan 


Apalagi beban yang ditanggung juga sangat berat ditambah lagi persepsi dan opini publik terhadap DJP sendiri.
&quot;Saya tau pekerjaan anda tidak mudah, bukan pekerjaan kaleng-kaleng istilahnya. Pekerjaan ini memberikan sebuah tanggung jawab luar biasa besar dan juga menimbulkan beban yang sangat-sangat besar, belum lagi persepsi dan opini publik ke kita,&quot; kata dia, Senin (15/7/2024).

BACA JUGA:
NIK Harus Diperbarui, Wajib Pajak Bisa Bebas PBB, Cek Yuk Ketentuannya!


Menurutnya, tidak ada orang yang senang dipajaki. Tapi petugas pajak memiliki tugas konstitusi dan tugas negara.
&amp;ldquo;Ini manfaatnya untuk masyarakat. Jadi anda melakukan sebuah tugas yg luar biasa, tugas negara, amanat konstitusi yang tidak menyenangkan publik tapi manfaatnya luar biasa, untuk masyarakat, publik dan perekonomian, itu tugas yang tidak mudah,&quot; ucap Sri Mulyani.
Menurutnya, untuk bisa terus menjaga Republik Indonesia, membangun  negara dan bangsa, serta cita-cita yang ingin dicapai yaitu menjadi  negara maju dan sejahtera maka tidak mungkin bisa dicapai tanpa  penerimaan pajak.
&quot;Jadi pajak adalah tulang punggung dan sekaligus instrumen yang  sangat-sangat penting bagi sebuah bangsa dan negara untuk mencapai  cita-cita,&quot; jelasnya.
Menkeu bilang, oleh karena itu pihaknya di Kementerian Keuangan  (Kemenkeu) terus melakukan tanggung jawab dan tugas ini harus dengan  sepenuh hati.
&quot;Saya senang tadi disampaikan oleh Pak Suryo, bahwa DJP terus  melakukan perbaikan, penguatan yang berkelanjutan. Setiap masa selalu  inisiatif untuk memperbaiki diri,&quot; imbuhnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8yMC8xLzE4MDg5OS81L3g4eXJyY3M=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengakui pekerjaan petugas pajak memiliki tanggung jawab yang besar. Sri juga menilai bahwa DJP memiliki tanggung jawab yang besar serta pekerjaan yang tidak mudah.

BACA JUGA:
Ditjen Pajak: Tinggal 400 Ribu NIK dan NPWP yang Belum Dipadankan 


Apalagi beban yang ditanggung juga sangat berat ditambah lagi persepsi dan opini publik terhadap DJP sendiri.
&quot;Saya tau pekerjaan anda tidak mudah, bukan pekerjaan kaleng-kaleng istilahnya. Pekerjaan ini memberikan sebuah tanggung jawab luar biasa besar dan juga menimbulkan beban yang sangat-sangat besar, belum lagi persepsi dan opini publik ke kita,&quot; kata dia, Senin (15/7/2024).

BACA JUGA:
NIK Harus Diperbarui, Wajib Pajak Bisa Bebas PBB, Cek Yuk Ketentuannya!


Menurutnya, tidak ada orang yang senang dipajaki. Tapi petugas pajak memiliki tugas konstitusi dan tugas negara.
&amp;ldquo;Ini manfaatnya untuk masyarakat. Jadi anda melakukan sebuah tugas yg luar biasa, tugas negara, amanat konstitusi yang tidak menyenangkan publik tapi manfaatnya luar biasa, untuk masyarakat, publik dan perekonomian, itu tugas yang tidak mudah,&quot; ucap Sri Mulyani.
Menurutnya, untuk bisa terus menjaga Republik Indonesia, membangun  negara dan bangsa, serta cita-cita yang ingin dicapai yaitu menjadi  negara maju dan sejahtera maka tidak mungkin bisa dicapai tanpa  penerimaan pajak.
&quot;Jadi pajak adalah tulang punggung dan sekaligus instrumen yang  sangat-sangat penting bagi sebuah bangsa dan negara untuk mencapai  cita-cita,&quot; jelasnya.
Menkeu bilang, oleh karena itu pihaknya di Kementerian Keuangan  (Kemenkeu) terus melakukan tanggung jawab dan tugas ini harus dengan  sepenuh hati.
&quot;Saya senang tadi disampaikan oleh Pak Suryo, bahwa DJP terus  melakukan perbaikan, penguatan yang berkelanjutan. Setiap masa selalu  inisiatif untuk memperbaiki diri,&quot; imbuhnya.</content:encoded></item></channel></rss>
