<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kereta Whoosh Bikin Wijaya Karya Rugi, Staf Erick Thohir Beri Penjelasan</title><description>Investasi emiten bersandi saham WIKA di kereta cepat masih di tahap awal.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/15/320/3034555/kereta-whoosh-bikin-wijaya-karya-rugi-staf-erick-thohir-beri-penjelasan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/07/15/320/3034555/kereta-whoosh-bikin-wijaya-karya-rugi-staf-erick-thohir-beri-penjelasan"/><item><title>Kereta Whoosh Bikin Wijaya Karya Rugi, Staf Erick Thohir Beri Penjelasan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/15/320/3034555/kereta-whoosh-bikin-wijaya-karya-rugi-staf-erick-thohir-beri-penjelasan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/07/15/320/3034555/kereta-whoosh-bikin-wijaya-karya-rugi-staf-erick-thohir-beri-penjelasan</guid><pubDate>Senin 15 Juli 2024 14:55 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/15/320/3034555/kereta-whoosh-bikin-wijaya-karya-rugi-staf-erick-thohir-beri-penjelasan-UaqPsGk4FU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kereta Cepat Whoosh Bikin Rugi WIKA, Ini Penjelasan Kementerian BUMN. (Foto: Okezone.com/MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/15/320/3034555/kereta-whoosh-bikin-wijaya-karya-rugi-staf-erick-thohir-beri-penjelasan-UaqPsGk4FU.jpg</image><title>Kereta Cepat Whoosh Bikin Rugi WIKA, Ini Penjelasan Kementerian BUMN. (Foto: Okezone.com/MPI)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) membantah proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung alias Whoosh membuat PT Wijaya Karya (Persero) Tbk merugi. Pasalnya investasi emiten bersandi saham WIKA masih di tahap awal.
Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga dengan tegas membantah asumsi tersebut. Menurut dia, kerugian terjadi bila proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung dinyatakan batal.
&amp;ldquo;Bukan menyumbang kerugian, di mana-mana orang ada invest dulu, misalnya kau bikin rumah, rugi apa nggak? Kalau tahun pertama, gimana? Dia kan untuk bisnis, kalau misalnya bikin rugi, kalau misalnya perusahaannya kereta cepat-nya gak jalan,&amp;rdquo; ujar Arya saat ditemui di gedung Perum Perhutani, Jakarta Selatan, Senin (15/7/2024).

BACA JUGA:
Kereta Cepat Whoosh Angkut 4 Juta Penumpang Sejak Beroperasi 2023

Justru, bisnis Whoosh semakin baik di mana frekuensi perjalan kereta terus bertambah menjadi 40 perjalanan setiap hari. Selain itu, okupansi penumpang juga mengalami kenaikan yang cukup signifikan hingga di posisi 21.000 orang per penumpang.
&amp;ldquo;Kalau sekarang masih menuju ya, kan target kita 60-an tuh (frekuensi perjalanan), sekarang masih 40-an, bertahap kan, ya gak mungkin tiba-tiba, ya orang jualan masa langsung tercapai, ya dia bertahap, tapi kan sekarang uda bagus,&amp;rdquo; paparnya.
Pembangunan proyek Kereta Cepat Whoosh diperoleh dari dana pinjaman China Development Bank sebesar 75%. Sedangkan 25% merupakan setoran modal pemegang saham, yaitu gabungan dari PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) senilai 60% dan Beijing Yawan HSR Co. Ltd. 40%.

BACA JUGA:
Dirut WIKA: Beban Bunga Proyek Kereta Cepat Whoosh Bikin Rugi Perusahaan

Adapun, bisnis Whoosh dikelola oleh PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), sebuah perusahaan patungan yang dibentuk oleh PSBI dan konsorsium perusahaan perkeretaapian Tiongkok, melalui Beijing Yawan HSR Co. Ltd.
Di sisi komposisi pemegang saham PSBI yaitu PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI 51,37%, Wijaya Karya 39,12%, PT Perkebunan Nusantara I 1,21% dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk 8,30%.Adapun komposisi pemegang saham Beijing Yawan HSR Co. Ltd yaitu CREC 42,88%, Sinohydro 30%, CRRC 12%, CRSC 10,12% dan CRIC 5%.
Sebelumnya, Direktur Utama Wijaya Karya, Agung Budi Waskito mengakui beban bunga utang proyek Kereta Cepat Whoosh tinggi dan membebani kinerja keuangan perusahaan. Akibatnya, perusahaan mencatatkan kerugian Rp56 triliun pada tahun buku 2023.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) membantah proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung alias Whoosh membuat PT Wijaya Karya (Persero) Tbk merugi. Pasalnya investasi emiten bersandi saham WIKA masih di tahap awal.
Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga dengan tegas membantah asumsi tersebut. Menurut dia, kerugian terjadi bila proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung dinyatakan batal.
&amp;ldquo;Bukan menyumbang kerugian, di mana-mana orang ada invest dulu, misalnya kau bikin rumah, rugi apa nggak? Kalau tahun pertama, gimana? Dia kan untuk bisnis, kalau misalnya bikin rugi, kalau misalnya perusahaannya kereta cepat-nya gak jalan,&amp;rdquo; ujar Arya saat ditemui di gedung Perum Perhutani, Jakarta Selatan, Senin (15/7/2024).

BACA JUGA:
Kereta Cepat Whoosh Angkut 4 Juta Penumpang Sejak Beroperasi 2023

Justru, bisnis Whoosh semakin baik di mana frekuensi perjalan kereta terus bertambah menjadi 40 perjalanan setiap hari. Selain itu, okupansi penumpang juga mengalami kenaikan yang cukup signifikan hingga di posisi 21.000 orang per penumpang.
&amp;ldquo;Kalau sekarang masih menuju ya, kan target kita 60-an tuh (frekuensi perjalanan), sekarang masih 40-an, bertahap kan, ya gak mungkin tiba-tiba, ya orang jualan masa langsung tercapai, ya dia bertahap, tapi kan sekarang uda bagus,&amp;rdquo; paparnya.
Pembangunan proyek Kereta Cepat Whoosh diperoleh dari dana pinjaman China Development Bank sebesar 75%. Sedangkan 25% merupakan setoran modal pemegang saham, yaitu gabungan dari PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) senilai 60% dan Beijing Yawan HSR Co. Ltd. 40%.

BACA JUGA:
Dirut WIKA: Beban Bunga Proyek Kereta Cepat Whoosh Bikin Rugi Perusahaan

Adapun, bisnis Whoosh dikelola oleh PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), sebuah perusahaan patungan yang dibentuk oleh PSBI dan konsorsium perusahaan perkeretaapian Tiongkok, melalui Beijing Yawan HSR Co. Ltd.
Di sisi komposisi pemegang saham PSBI yaitu PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI 51,37%, Wijaya Karya 39,12%, PT Perkebunan Nusantara I 1,21% dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk 8,30%.Adapun komposisi pemegang saham Beijing Yawan HSR Co. Ltd yaitu CREC 42,88%, Sinohydro 30%, CRRC 12%, CRSC 10,12% dan CRIC 5%.
Sebelumnya, Direktur Utama Wijaya Karya, Agung Budi Waskito mengakui beban bunga utang proyek Kereta Cepat Whoosh tinggi dan membebani kinerja keuangan perusahaan. Akibatnya, perusahaan mencatatkan kerugian Rp56 triliun pada tahun buku 2023.</content:encoded></item></channel></rss>
