<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Utang Luar Negeri RI Tembus Rp6.598,2 Triliun</title><description>Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia kini naik 1,8% dibandingkan Mei 2023 (year-on-year/yoy) atau setara Rp6.598,2 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/16/320/3034584/utang-luar-negeri-ri-tembus-rp6-598-2-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/07/16/320/3034584/utang-luar-negeri-ri-tembus-rp6-598-2-triliun"/><item><title>Utang Luar Negeri RI Tembus Rp6.598,2 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/16/320/3034584/utang-luar-negeri-ri-tembus-rp6-598-2-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/07/16/320/3034584/utang-luar-negeri-ri-tembus-rp6-598-2-triliun</guid><pubDate>Selasa 16 Juli 2024 04:28 WIB</pubDate><dc:creator>Farida Syifa Anandita</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/15/320/3034584/utang-luar-negeri-ri-tembus-rp6-598-2-triliun-jelebJtJWF.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Utang luar negeri naik lagi (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/15/320/3034584/utang-luar-negeri-ri-tembus-rp6-598-2-triliun-jelebJtJWF.jpeg</image><title>Utang luar negeri naik lagi (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8xMi8xLzE4Mjc0Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia kini naik 1,8% dibandingkan Mei 2023 (year-on-year/yoy) atau setara Rp6.598,2 triliun.
Perkembangan ULN dipengaruhi oleh peningkatan aliran masuk modal asing pada Surat Berharga Negara (SBN) internasional dan domestik, seiring dengan sentimen positif kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian Indonesia.

BACA JUGA:
BEI Catat Penerbitan Surat Utang Tembus Rp74,9 Triliun hingga Juli


Pemanfaatan ULN terus diarahkan untuk mendukung pembiayaan sektor produktif dan prioritas yang diantaranya mencakup Sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial, Administrasi Pemerintah, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib, Jasa Pendidikan, Konstruksi, serta Jasa Keuangan dan Asuransi.
ULN swasta juga tetap terjaga. Posisi ULN swasta pada Mei 2024 tercatat USD197,6 miliar. Perkembangan ULN bersumber dari lembaga keuangan (financial corporations) yang terkontraksi sebesar 2,6% (yoy).

BACA JUGA:
Utang Luar Negeri Indonesia Naik Lagi, Kini Tembus Rp6.598,2 Triliun


Struktur ULN Indonesia tetap sehat, didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya.
Hal ini tecermin dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang tercatat sebesar 29,8%, serta didominasi oleh ULN jangka panjang dengan pangsa mencapai 85,9% dari total ULN.
&quot;Dalam rangka menjaga agar struktur ULN tetap sehat, Bank Indonesia  dan Pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam pemantauan perkembangan  ULN,&amp;rdquo; ujar Kepala Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono dalam  keterangan resminya di Jakarta, Senin (15/7/2024).
&amp;ldquo;Peran ULN juga akan terus dioptimalkan untuk menopang pembiayaan  pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang  berkelanjutan. Upaya tersebut dilakukan dengan meminimalkan risiko yang  dapat memengaruhi stabilitas perekonomian,&quot; sambungnya.
Baca Selengkapnya: Utang Luar Negeri Indonesia Naik Lagi, Kini Tembus Rp6.598,2 Triliun</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8xMi8xLzE4Mjc0Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia kini naik 1,8% dibandingkan Mei 2023 (year-on-year/yoy) atau setara Rp6.598,2 triliun.
Perkembangan ULN dipengaruhi oleh peningkatan aliran masuk modal asing pada Surat Berharga Negara (SBN) internasional dan domestik, seiring dengan sentimen positif kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian Indonesia.

BACA JUGA:
BEI Catat Penerbitan Surat Utang Tembus Rp74,9 Triliun hingga Juli


Pemanfaatan ULN terus diarahkan untuk mendukung pembiayaan sektor produktif dan prioritas yang diantaranya mencakup Sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial, Administrasi Pemerintah, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib, Jasa Pendidikan, Konstruksi, serta Jasa Keuangan dan Asuransi.
ULN swasta juga tetap terjaga. Posisi ULN swasta pada Mei 2024 tercatat USD197,6 miliar. Perkembangan ULN bersumber dari lembaga keuangan (financial corporations) yang terkontraksi sebesar 2,6% (yoy).

BACA JUGA:
Utang Luar Negeri Indonesia Naik Lagi, Kini Tembus Rp6.598,2 Triliun


Struktur ULN Indonesia tetap sehat, didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya.
Hal ini tecermin dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang tercatat sebesar 29,8%, serta didominasi oleh ULN jangka panjang dengan pangsa mencapai 85,9% dari total ULN.
&quot;Dalam rangka menjaga agar struktur ULN tetap sehat, Bank Indonesia  dan Pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam pemantauan perkembangan  ULN,&amp;rdquo; ujar Kepala Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono dalam  keterangan resminya di Jakarta, Senin (15/7/2024).
&amp;ldquo;Peran ULN juga akan terus dioptimalkan untuk menopang pembiayaan  pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang  berkelanjutan. Upaya tersebut dilakukan dengan meminimalkan risiko yang  dapat memengaruhi stabilitas perekonomian,&quot; sambungnya.
Baca Selengkapnya: Utang Luar Negeri Indonesia Naik Lagi, Kini Tembus Rp6.598,2 Triliun</content:encoded></item></channel></rss>
