<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Peluang Ekspor Pelaku Industri Peternakan hingga Pertanian</title><description>12 negara menghadiri forum internasional Indo Livestock dan Indo Feed ke-17.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/16/320/3034873/peluang-ekspor-pelaku-industri-peternakan-hingga-pertanian</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/07/16/320/3034873/peluang-ekspor-pelaku-industri-peternakan-hingga-pertanian"/><item><title>Peluang Ekspor Pelaku Industri Peternakan hingga Pertanian</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/16/320/3034873/peluang-ekspor-pelaku-industri-peternakan-hingga-pertanian</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/07/16/320/3034873/peluang-ekspor-pelaku-industri-peternakan-hingga-pertanian</guid><pubDate>Selasa 16 Juli 2024 09:14 WIB</pubDate><dc:creator>Kristalensi Bunga Nauli Sihite</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/16/320/3034873/peluang-ekspor-pelaku-industri-peternakan-hingga-pertanian-fv5NFx3Y8V.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Peluang ekspor pelaku industri peternakan hingga pertanian (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/16/320/3034873/peluang-ekspor-pelaku-industri-peternakan-hingga-pertanian-fv5NFx3Y8V.jpg</image><title>Peluang ekspor pelaku industri peternakan hingga pertanian (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8wOC80LzE4MjYzNC81L3g5MXB0aTI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA -  12 negara, termasuk Indonesia, Belanda, China, Eropa, India, Italia, Korea Selatan, Malaysia, Singapore, Spanyol, Taiwan, dan Vietnam menghadiri forum internasional Indo Livestock dan Indo Feed ke-17, Indo Fisheries ke-14, Indo Dairy ke-15, Indo Agrotech ke-3, dan Indo Vet ke-4.
Forum ini menunjukkan kepercayaan luar biasa dari industri maupun komunitas dalam dan luar negeri terhadap inovasi dan solusi industri industri peternakan, pakan ternak, pengolahan susu, pertanian, kesehatan hewan, alat-alat kedokteran hewan, perikanan dan akuakultur.

BACA JUGA:
Indonesia Tingkatkan Ekspor Non Migas 


Direktur PPHNAK Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kementan) Tri Melasari, mengungkapkan kegiatan ini menjadi kesempatan yang bagi pertumbuhan industri pertanian berkelanjutan dan menjadi wadah yang tepat bagi para pemangku kepentingan untuk saling bertukar informasi dan teknologi terkini dalam industri.
Selain menampilkan ragam produk peternakan dan kesehatan hewan berstandar internasional, Kementan juga menyiapkan ruang bagi para pelaku industri untuk berkonsultasi baik dari sisi produksi hewan, kesehatan, keamanan pangan, konsultasi ekspor, investasi perizinan usaha, dan juga pembiayaan kemitraan.

BACA JUGA:
Produksi Batu Bara BUMI 77,8 Juta Ton pada 2023, Ekspor Terbanyak ke China-India


&amp;ldquo;Kehadiran kami untuk memotivasi perusahaan dalam negeri lainnya untuk melakukan ekspor,&amp;rdquo; ungkap Tri, Selasa (16/7/2024).
Khusus untuk Paviliun Indonesia, tuan rumah kali ini akan menghadirkan 6 paviliun yaitu Paviliun Dairy oleh Kementerian Pertanian, Paviliun Indonesian Seafood oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan, Paviliun Closed Loop oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, dan Paviliun Kementerian Perindustrian, Paviliun Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, dan Paviliun PDHI (Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia). Acara ini menargetkan dihadiri oleh 18.000 pengunjung selama rentang waktu 3 hari penyelenggaraan.
Kementerian Kelautan dan Perikanan sebagai Host Indo Fisheries 2024  Expo &amp;amp; Forum. Untuk pertama kalinya dari penyelenggaraan tahun  inilah Indo Fisheries dituanrumahi oleh Kementerian Kelautan dan  Perikanan RI. Ini menandai tonggak sejarah baru bagi Napindo yang turut  berkomitmen menjadikan Indo Fisheries sebagai jembatan antara komunitas  internasional dan industri Indonesia yang berkembang pesat.
Indonesia, dengan sumber daya kelautan yang kaya dan produksi makanan  hasil laut yang dinamis, merupakan salah satu pemimpin global di sektor  perikanan dan akuakultur. Sehingga diharapkan Indo Fisheries 2024 Expo  &amp;amp; Forum menjadi titik pertemuan bagi para ahli dan pebisnis dari  berbagai negara, bersatu untuk mengeksplorasi, berinovasi, dan  mengembangkan salah satu industri penting ini.
Direktur Pemasaran Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan  Kementerian Kelautan dan Perikanan Erwin Dwiyana, memaparkan latar  belakang KKP menjadi host Indo Fisheries 2024 Expo &amp;amp; Forum.
&amp;ldquo;Kita tahu bahwa Indonesia sebagai negara kepulauan, negara maritim,  potensi sumber daya perikanan kita banyak, tentunya dari sisi ekspor  dari sisi hilir kita perlu mendorong membuka akses seluas-luasnya pasar  dari hasil nelayan, hasil pembudidaya, hasil pengolah baik itu di pasar  domestik kaitannya dengan ketahanan pangan dan juga untuk mendukung  ekspor atau kaitan dengan devisa,&amp;rdquo; ucapnya.
Erwin Dwiyana juga menjelaskan program sosialisasi SDTI (Susu,  Daging, Telur, Ikan) yang Napindo lakukan juga didukung penuh oleh KKP.
&amp;ldquo;Kaitan dengan ketahanan pangan, stabilitas pangan, pada kegiatan  program sosialisasi SDTI kami juga memberikan dukungan dengan terlibat  dalam kegiatan talkshow, disitu kami akan menunjukan, mengenalkan  hidrolisat protein ikan sebagai bahan fortifikasi untuk pengayaan maupun  kaitan bagaimana protein berbasis ikan ini bisa masuk ke dalam beberapa  penganan atau snack yang bisa disajikan untuk kita dan keluarga,&amp;rdquo;  ucapnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8wOC80LzE4MjYzNC81L3g5MXB0aTI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA -  12 negara, termasuk Indonesia, Belanda, China, Eropa, India, Italia, Korea Selatan, Malaysia, Singapore, Spanyol, Taiwan, dan Vietnam menghadiri forum internasional Indo Livestock dan Indo Feed ke-17, Indo Fisheries ke-14, Indo Dairy ke-15, Indo Agrotech ke-3, dan Indo Vet ke-4.
Forum ini menunjukkan kepercayaan luar biasa dari industri maupun komunitas dalam dan luar negeri terhadap inovasi dan solusi industri industri peternakan, pakan ternak, pengolahan susu, pertanian, kesehatan hewan, alat-alat kedokteran hewan, perikanan dan akuakultur.

BACA JUGA:
Indonesia Tingkatkan Ekspor Non Migas 


Direktur PPHNAK Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kementan) Tri Melasari, mengungkapkan kegiatan ini menjadi kesempatan yang bagi pertumbuhan industri pertanian berkelanjutan dan menjadi wadah yang tepat bagi para pemangku kepentingan untuk saling bertukar informasi dan teknologi terkini dalam industri.
Selain menampilkan ragam produk peternakan dan kesehatan hewan berstandar internasional, Kementan juga menyiapkan ruang bagi para pelaku industri untuk berkonsultasi baik dari sisi produksi hewan, kesehatan, keamanan pangan, konsultasi ekspor, investasi perizinan usaha, dan juga pembiayaan kemitraan.

BACA JUGA:
Produksi Batu Bara BUMI 77,8 Juta Ton pada 2023, Ekspor Terbanyak ke China-India


&amp;ldquo;Kehadiran kami untuk memotivasi perusahaan dalam negeri lainnya untuk melakukan ekspor,&amp;rdquo; ungkap Tri, Selasa (16/7/2024).
Khusus untuk Paviliun Indonesia, tuan rumah kali ini akan menghadirkan 6 paviliun yaitu Paviliun Dairy oleh Kementerian Pertanian, Paviliun Indonesian Seafood oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan, Paviliun Closed Loop oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, dan Paviliun Kementerian Perindustrian, Paviliun Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, dan Paviliun PDHI (Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia). Acara ini menargetkan dihadiri oleh 18.000 pengunjung selama rentang waktu 3 hari penyelenggaraan.
Kementerian Kelautan dan Perikanan sebagai Host Indo Fisheries 2024  Expo &amp;amp; Forum. Untuk pertama kalinya dari penyelenggaraan tahun  inilah Indo Fisheries dituanrumahi oleh Kementerian Kelautan dan  Perikanan RI. Ini menandai tonggak sejarah baru bagi Napindo yang turut  berkomitmen menjadikan Indo Fisheries sebagai jembatan antara komunitas  internasional dan industri Indonesia yang berkembang pesat.
Indonesia, dengan sumber daya kelautan yang kaya dan produksi makanan  hasil laut yang dinamis, merupakan salah satu pemimpin global di sektor  perikanan dan akuakultur. Sehingga diharapkan Indo Fisheries 2024 Expo  &amp;amp; Forum menjadi titik pertemuan bagi para ahli dan pebisnis dari  berbagai negara, bersatu untuk mengeksplorasi, berinovasi, dan  mengembangkan salah satu industri penting ini.
Direktur Pemasaran Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan  Kementerian Kelautan dan Perikanan Erwin Dwiyana, memaparkan latar  belakang KKP menjadi host Indo Fisheries 2024 Expo &amp;amp; Forum.
&amp;ldquo;Kita tahu bahwa Indonesia sebagai negara kepulauan, negara maritim,  potensi sumber daya perikanan kita banyak, tentunya dari sisi ekspor  dari sisi hilir kita perlu mendorong membuka akses seluas-luasnya pasar  dari hasil nelayan, hasil pembudidaya, hasil pengolah baik itu di pasar  domestik kaitannya dengan ketahanan pangan dan juga untuk mendukung  ekspor atau kaitan dengan devisa,&amp;rdquo; ucapnya.
Erwin Dwiyana juga menjelaskan program sosialisasi SDTI (Susu,  Daging, Telur, Ikan) yang Napindo lakukan juga didukung penuh oleh KKP.
&amp;ldquo;Kaitan dengan ketahanan pangan, stabilitas pangan, pada kegiatan  program sosialisasi SDTI kami juga memberikan dukungan dengan terlibat  dalam kegiatan talkshow, disitu kami akan menunjukan, mengenalkan  hidrolisat protein ikan sebagai bahan fortifikasi untuk pengayaan maupun  kaitan bagaimana protein berbasis ikan ini bisa masuk ke dalam beberapa  penganan atau snack yang bisa disajikan untuk kita dan keluarga,&amp;rdquo;  ucapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
