<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Potensi Zakat Rp327 Triliun, Wapres: Bisa Kurangi Kemiskinan</title><description>Ma'ruf Amin menyatakan potensi zakat di Indonesia mencapai Rp327 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/16/320/3035067/potensi-zakat-rp327-triliun-wapres-bisa-kurangi-kemiskinan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/07/16/320/3035067/potensi-zakat-rp327-triliun-wapres-bisa-kurangi-kemiskinan"/><item><title>Potensi Zakat Rp327 Triliun, Wapres: Bisa Kurangi Kemiskinan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/16/320/3035067/potensi-zakat-rp327-triliun-wapres-bisa-kurangi-kemiskinan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/07/16/320/3035067/potensi-zakat-rp327-triliun-wapres-bisa-kurangi-kemiskinan</guid><pubDate>Selasa 16 Juli 2024 14:41 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/16/320/3035067/potensi-zakat-rp327-triliun-wapres-bisa-kurangi-kemiskinan-CG9nlJpKny.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wapres Maruf Amin soal Potensi Zakat. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/16/320/3035067/potensi-zakat-rp327-triliun-wapres-bisa-kurangi-kemiskinan-CG9nlJpKny.jpg</image><title>Wapres Maruf Amin soal Potensi Zakat. (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8xMC8xLzE4MjY4OC81L3g5MXZtcGE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin menyatakan potensi zakat di Indonesia mencapai Rp327 triliun. Maka itu, zakat bisa jadi solusi untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tanah air.
&amp;ldquo;Saya meyakini dengan adanya gerakan zakat yang masif, niscaya akan menghasilkan daya yang kuat untuk mengatasi permasalahan kemiskinan di masyarakat,&amp;rdquo; ujar Wapres saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) ke-10 Forum Zakat, di Istana Wapres Jakarta Pusat, Selasa (16/7/2024).

BACA JUGA:
Harta Kekayaan Sri Mulyani Naik Rp33 Miliar Jadi Rp79,8 Miliar Selama 9 Tahun Jadi Menkeu

&amp;ldquo;Potensi zakat yang dapat mencapai Rp327 triliun harus dioptimalkan agar menjadi instrumen penting dalam pembangunan demi mewujudkan keadilan sosial di masyarakat,&amp;rdquo; tambahnya.
Lebih jauh, Wapres menguraikan, potensi tersebut setara dengan 76 persen anggaran perlindungan sosial pada APBN 2022.

BACA JUGA:
Alasan Jokowi Beri Investor HGU IKN 190 Tahun

Untuk itu, langkah-langkah strategis dalam penguatan tata kelola zakat penting untuk terus didorong, mulai dari penguatan regulasi untuk menjawab dinamika kebutuhan masyarakat hingga penyusunan peta jalan sebagai acuan dan arah kebijakan strategis pengelolaan zakat menuju Indonesia Emas 2045.&amp;ldquo;Berbagai upaya ini juga krusial untuk membangun ekosistem zakat yang transparan, profesional, dan akuntabel sehingga kontribusi zakat semakin berdampak signifikan dalam pengentasan kemiskinan,&amp;rdquo; ungkap Wapres.
Senada dengan Wapres, Wakil Menteri Agama Saiful Rahmat Dasuki mengungkapkan optimismenya bahwa di tengah berbagai tantangan yang ada, filantropi Islam ini akan tetap bisa memainkan peran strategisnya dalam pembangunan yang adil dan merata serta dalam mengurangi kesenjangan sosial dan ekonomi di masyarakat.
&amp;ldquo;Kita harus memperkuat sinergi dan kolaborasi antara pemerintah, lembaga zakat, dan seluruh elemen masyarakat. Dengan demikian, kita dapat mengoptimalkan potensi zakat untuk mendukung program-program pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan sosial yang berdampak luas bagi masyarakat,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8xMC8xLzE4MjY4OC81L3g5MXZtcGE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin menyatakan potensi zakat di Indonesia mencapai Rp327 triliun. Maka itu, zakat bisa jadi solusi untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tanah air.
&amp;ldquo;Saya meyakini dengan adanya gerakan zakat yang masif, niscaya akan menghasilkan daya yang kuat untuk mengatasi permasalahan kemiskinan di masyarakat,&amp;rdquo; ujar Wapres saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) ke-10 Forum Zakat, di Istana Wapres Jakarta Pusat, Selasa (16/7/2024).

BACA JUGA:
Harta Kekayaan Sri Mulyani Naik Rp33 Miliar Jadi Rp79,8 Miliar Selama 9 Tahun Jadi Menkeu

&amp;ldquo;Potensi zakat yang dapat mencapai Rp327 triliun harus dioptimalkan agar menjadi instrumen penting dalam pembangunan demi mewujudkan keadilan sosial di masyarakat,&amp;rdquo; tambahnya.
Lebih jauh, Wapres menguraikan, potensi tersebut setara dengan 76 persen anggaran perlindungan sosial pada APBN 2022.

BACA JUGA:
Alasan Jokowi Beri Investor HGU IKN 190 Tahun

Untuk itu, langkah-langkah strategis dalam penguatan tata kelola zakat penting untuk terus didorong, mulai dari penguatan regulasi untuk menjawab dinamika kebutuhan masyarakat hingga penyusunan peta jalan sebagai acuan dan arah kebijakan strategis pengelolaan zakat menuju Indonesia Emas 2045.&amp;ldquo;Berbagai upaya ini juga krusial untuk membangun ekosistem zakat yang transparan, profesional, dan akuntabel sehingga kontribusi zakat semakin berdampak signifikan dalam pengentasan kemiskinan,&amp;rdquo; ungkap Wapres.
Senada dengan Wapres, Wakil Menteri Agama Saiful Rahmat Dasuki mengungkapkan optimismenya bahwa di tengah berbagai tantangan yang ada, filantropi Islam ini akan tetap bisa memainkan peran strategisnya dalam pembangunan yang adil dan merata serta dalam mengurangi kesenjangan sosial dan ekonomi di masyarakat.
&amp;ldquo;Kita harus memperkuat sinergi dan kolaborasi antara pemerintah, lembaga zakat, dan seluruh elemen masyarakat. Dengan demikian, kita dapat mengoptimalkan potensi zakat untuk mendukung program-program pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan sosial yang berdampak luas bagi masyarakat,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
