<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Luhut Ungkap Temuan Baru, Cabai-Bawang Bisa Panen 2 Minggu Sekali</title><description>Luhut Binsar Pandjaitan mengklaim telah berhasil ditemukan varietas baru untuk komoditas cabai dan bawang.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/16/320/3035299/luhut-ungkap-temuan-baru-cabai-bawang-bisa-panen-2-minggu-sekali</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/07/16/320/3035299/luhut-ungkap-temuan-baru-cabai-bawang-bisa-panen-2-minggu-sekali"/><item><title>Luhut Ungkap Temuan Baru, Cabai-Bawang Bisa Panen 2 Minggu Sekali</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/16/320/3035299/luhut-ungkap-temuan-baru-cabai-bawang-bisa-panen-2-minggu-sekali</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/07/16/320/3035299/luhut-ungkap-temuan-baru-cabai-bawang-bisa-panen-2-minggu-sekali</guid><pubDate>Selasa 16 Juli 2024 20:22 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/16/320/3035299/luhut-ungkap-temuan-baru-cabai-bawang-bisa-panen-2-minggu-sekali-SrYsFSA2B2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Luhut Ungkap Temuan Varietas Baru Cabai. (Foto: Okezone.com/MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/16/320/3035299/luhut-ungkap-temuan-baru-cabai-bawang-bisa-panen-2-minggu-sekali-SrYsFSA2B2.jpg</image><title>Luhut Ungkap Temuan Varietas Baru Cabai. (Foto: Okezone.com/MPI)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengklaim telah berhasil ditemukan varietas baru untuk komoditas cabai dan bawang.
Varietas tersebut merupakan hasil penelitian yang dikembangkan Taman Sains Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH) di Humbang Hasundutan, Sumatera Utara. Melalui varietas tersebut, tanaman bawang dan cabai bisa melakukan panen setiap 2 minggu sekali.
&quot;Kita berkolaborasi dengan IPB, dengan BRIN, itu saya kira mereka sudah mulai men-genome, kemarin mereka tunjukan ke saya begitu juga dengan cabai, bawang. Nanti cabai dan bawang itu dibikin misalnya 2 minggu akan ada yang dipanen,&quot; kata Luhut mengutip unggahan resmi di akun instagram resmi miliknya, Selasa (16/7/2024).

BACA JUGA:
Jokowi Bakal Panen Perdana Food Estate di Medan Setelah 3 Tahun Digarap

Menurutnya, penemuan varietas baru ini akan berdampak positif terhadap para petani secara langsung. Sebab menurutnya, para petani ini bisa terus memproduksi dan akan mendapatkan pemasukan setiap 2 minggu sekali.
&quot;Dengan demikian petani akan menikmati nilai tambah yang lebih bagus, kemudian bibit, itu akan memuat lebih baik lagi,&quot; kata Luhut.

BACA JUGA:
Harga Pangan Hari Ini, Cabai Rawit hingga Ayam Ras Mahal

&quot;Saya cukup takjub ketika digambarkan apa yang akan mereka lakukan kedepannya untuk merekayasa bibit menggunakan teknologi genomic/rekayasa genetika yang diterapkan pada bibit tanaman di TSTH nantinya, sambungnya.
Luhut mengatakan rekayasa genetik yang dilakukan kepada cabai dan bawang, akan dikembangkan pada beberapa komoditas pangan lainnya sehingga bisa menghasilkan kualitas panen yang bagus kedepannya.
&quot;Saya berharap seluruh daerah di tanah air bisa merasakan manfaat teknologi rekayasa genetika untuk meningkatkan kualitas hasil pangan di daerah masing-masing,&quot; kata Luhut.Menurutnya, teknologi genomic yang dikembangkan selama kurang lebih 3 tahun kebelakang ini merupakan solusi untuk menjawab tantangan krisis pangan yang masih menghantui dunia ke depannya.
&quot;Pengembangan teknologi genomic yang kami kerjakan selama tiga tahun belakangan ini, adalah upaya untuk menghadapi tantangan krisis pangan. Dengan terjaminnya ketahanan pangan nasional, maka kesejahteraan masyarakat Indonesia juga akan meningkat,&quot; tutupnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengklaim telah berhasil ditemukan varietas baru untuk komoditas cabai dan bawang.
Varietas tersebut merupakan hasil penelitian yang dikembangkan Taman Sains Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH) di Humbang Hasundutan, Sumatera Utara. Melalui varietas tersebut, tanaman bawang dan cabai bisa melakukan panen setiap 2 minggu sekali.
&quot;Kita berkolaborasi dengan IPB, dengan BRIN, itu saya kira mereka sudah mulai men-genome, kemarin mereka tunjukan ke saya begitu juga dengan cabai, bawang. Nanti cabai dan bawang itu dibikin misalnya 2 minggu akan ada yang dipanen,&quot; kata Luhut mengutip unggahan resmi di akun instagram resmi miliknya, Selasa (16/7/2024).

BACA JUGA:
Jokowi Bakal Panen Perdana Food Estate di Medan Setelah 3 Tahun Digarap

Menurutnya, penemuan varietas baru ini akan berdampak positif terhadap para petani secara langsung. Sebab menurutnya, para petani ini bisa terus memproduksi dan akan mendapatkan pemasukan setiap 2 minggu sekali.
&quot;Dengan demikian petani akan menikmati nilai tambah yang lebih bagus, kemudian bibit, itu akan memuat lebih baik lagi,&quot; kata Luhut.

BACA JUGA:
Harga Pangan Hari Ini, Cabai Rawit hingga Ayam Ras Mahal

&quot;Saya cukup takjub ketika digambarkan apa yang akan mereka lakukan kedepannya untuk merekayasa bibit menggunakan teknologi genomic/rekayasa genetika yang diterapkan pada bibit tanaman di TSTH nantinya, sambungnya.
Luhut mengatakan rekayasa genetik yang dilakukan kepada cabai dan bawang, akan dikembangkan pada beberapa komoditas pangan lainnya sehingga bisa menghasilkan kualitas panen yang bagus kedepannya.
&quot;Saya berharap seluruh daerah di tanah air bisa merasakan manfaat teknologi rekayasa genetika untuk meningkatkan kualitas hasil pangan di daerah masing-masing,&quot; kata Luhut.Menurutnya, teknologi genomic yang dikembangkan selama kurang lebih 3 tahun kebelakang ini merupakan solusi untuk menjawab tantangan krisis pangan yang masih menghantui dunia ke depannya.
&quot;Pengembangan teknologi genomic yang kami kerjakan selama tiga tahun belakangan ini, adalah upaya untuk menghadapi tantangan krisis pangan. Dengan terjaminnya ketahanan pangan nasional, maka kesejahteraan masyarakat Indonesia juga akan meningkat,&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
