<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kurangi LPG Subsidi, Intip Rencana Pembangunan Jaringan Gas di Yogyakarta   </title><description>Pembangunan jaringan gas (jargas) akan diperluas.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/16/470/3035117/kurangi-lpg-subsidi-intip-rencana-pembangunan-jaringan-gas-di-yogyakarta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/07/16/470/3035117/kurangi-lpg-subsidi-intip-rencana-pembangunan-jaringan-gas-di-yogyakarta"/><item><title>Kurangi LPG Subsidi, Intip Rencana Pembangunan Jaringan Gas di Yogyakarta   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/16/470/3035117/kurangi-lpg-subsidi-intip-rencana-pembangunan-jaringan-gas-di-yogyakarta</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/07/16/470/3035117/kurangi-lpg-subsidi-intip-rencana-pembangunan-jaringan-gas-di-yogyakarta</guid><pubDate>Selasa 16 Juli 2024 15:36 WIB</pubDate><dc:creator>Jihaan Haniifah Yarra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/16/470/3035117/kurangi-lpg-subsidi-intip-rencana-pembangunan-jaringan-gas-di-yogyakarta-5SbzpViMrU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rencana Pembangunan Jargas di Yogyakarta (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/16/470/3035117/kurangi-lpg-subsidi-intip-rencana-pembangunan-jaringan-gas-di-yogyakarta-5SbzpViMrU.jpg</image><title>Rencana Pembangunan Jargas di Yogyakarta (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pembangunan jaringan gas (jargas) akan diperluas. Setelah pembangunan jargas di wilayah Kabupaten Sleman, kini akan diperluas pembangunannya di Kota Yogyakarta.

&amp;ldquo;Saat ini kami sudah memiliki roadmap pembangunan jargas di DIY. Selanjutnya kami akan berkoordinasi secara intens dengan Pemerintah Daerah DIY,&quot; kata Direktur Utama PGN Arief Setiawan Handoko dalam keterangannya, Jakarta, Selasa (16/7/2024).

BACA JUGA:Prabowo-Gibran Disarankan Pilih Jargas dibanding Subsidi LPG Rp830 Triliun&amp;nbsp;


Perluasan jargas ini setelah PGN selaku Subholding Gas Pertamina sowan ke Gubernur Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam rangka pengembangan jargas di Kota Yogyakarta.

Arief menyatakan bahwa pertemuan PGN dengan Sultan HB X dilaksanakan untuk memastikan pembangunan jargas di DIY berjalan lancar agar dapat memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat. PGN juga memastikan bahwa pembangunan jargas dilakukan dengan hati-hati dan memperhatikan kelestarian lingkungan sesuai dengan pesan dari Sultan HB X.

BACA JUGA:Pembangunan Jargas di IKN Ditargetkan Selesai Juni 2024.&amp;nbsp;


&quot;Kami ingin membangun jargas di DIY dengan tujuan baik, namun tidak merusak keindahan dan nilai heritage Yogyakarta,&amp;rdquo; Arief.

PGN ingin menyalurkan manfaat dari penggunaan energi gas bumi bagi masyarakat DIY. Gas disalurkan melalui pipa sehingga lebih praktis, aman dan hemat tempat. Selain itu, pengguna juga tidak perlu khawatir kehabisan gas karena gas bumi tersedia 24 jam.



&quot;Tidak hanya untuk rumah tangga, jargas yang akan dikembangkan DIY nantinya juga diperuntukkan untuk usaha skala kecil dan skala besar. Dengan pembangunan dan penggunaan jargas yang nyata di DIY nantinya, diharapkan dapat membantu mengurangi penggunaan gas tabung bersubsidi dan menghemat APBN terkait energi impor,&amp;rdquo; katanya.



Seiring dengan proses pembangunan jargas, PGN terus melakukan sosialisasi mengenai jargas kepada masyarakat.



&amp;ldquo;Kami akan menjalankan dengan baik pesan Sultan, khususnya terkait dengan sebagian kondisi tanah yang akan dilakukan jaringan gas adalah tanah lava dan memperhatikan kelestarian lingkungan dalam pembangunan jargas. Di samping itu, jargas sendiri pun lebih ramah lingkungan dibandingkan energi fosil lainnya. Komponen terbesarnya adalah metana yang lebih bersih, sehingga rendah emisi karbon,&amp;rdquo; kata Arief.</description><content:encoded>JAKARTA - Pembangunan jaringan gas (jargas) akan diperluas. Setelah pembangunan jargas di wilayah Kabupaten Sleman, kini akan diperluas pembangunannya di Kota Yogyakarta.

&amp;ldquo;Saat ini kami sudah memiliki roadmap pembangunan jargas di DIY. Selanjutnya kami akan berkoordinasi secara intens dengan Pemerintah Daerah DIY,&quot; kata Direktur Utama PGN Arief Setiawan Handoko dalam keterangannya, Jakarta, Selasa (16/7/2024).

BACA JUGA:Prabowo-Gibran Disarankan Pilih Jargas dibanding Subsidi LPG Rp830 Triliun&amp;nbsp;


Perluasan jargas ini setelah PGN selaku Subholding Gas Pertamina sowan ke Gubernur Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam rangka pengembangan jargas di Kota Yogyakarta.

Arief menyatakan bahwa pertemuan PGN dengan Sultan HB X dilaksanakan untuk memastikan pembangunan jargas di DIY berjalan lancar agar dapat memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat. PGN juga memastikan bahwa pembangunan jargas dilakukan dengan hati-hati dan memperhatikan kelestarian lingkungan sesuai dengan pesan dari Sultan HB X.

BACA JUGA:Pembangunan Jargas di IKN Ditargetkan Selesai Juni 2024.&amp;nbsp;


&quot;Kami ingin membangun jargas di DIY dengan tujuan baik, namun tidak merusak keindahan dan nilai heritage Yogyakarta,&amp;rdquo; Arief.

PGN ingin menyalurkan manfaat dari penggunaan energi gas bumi bagi masyarakat DIY. Gas disalurkan melalui pipa sehingga lebih praktis, aman dan hemat tempat. Selain itu, pengguna juga tidak perlu khawatir kehabisan gas karena gas bumi tersedia 24 jam.



&quot;Tidak hanya untuk rumah tangga, jargas yang akan dikembangkan DIY nantinya juga diperuntukkan untuk usaha skala kecil dan skala besar. Dengan pembangunan dan penggunaan jargas yang nyata di DIY nantinya, diharapkan dapat membantu mengurangi penggunaan gas tabung bersubsidi dan menghemat APBN terkait energi impor,&amp;rdquo; katanya.



Seiring dengan proses pembangunan jargas, PGN terus melakukan sosialisasi mengenai jargas kepada masyarakat.



&amp;ldquo;Kami akan menjalankan dengan baik pesan Sultan, khususnya terkait dengan sebagian kondisi tanah yang akan dilakukan jaringan gas adalah tanah lava dan memperhatikan kelestarian lingkungan dalam pembangunan jargas. Di samping itu, jargas sendiri pun lebih ramah lingkungan dibandingkan energi fosil lainnya. Komponen terbesarnya adalah metana yang lebih bersih, sehingga rendah emisi karbon,&amp;rdquo; kata Arief.</content:encoded></item></channel></rss>
