<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Biang Kerok Mahalnya Harga Tiket Pesawat di Indonesia</title><description>Luhut Binsar Pandjaitan paparkan jika meningkatnya operasional adalah dalang dibalik mahalnya tiket pesawat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/17/320/3035396/biang-kerok-mahalnya-harga-tiket-pesawat-di-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/07/17/320/3035396/biang-kerok-mahalnya-harga-tiket-pesawat-di-indonesia"/><item><title>Biang Kerok Mahalnya Harga Tiket Pesawat di Indonesia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/17/320/3035396/biang-kerok-mahalnya-harga-tiket-pesawat-di-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/07/17/320/3035396/biang-kerok-mahalnya-harga-tiket-pesawat-di-indonesia</guid><pubDate>Rabu 17 Juli 2024 08:23 WIB</pubDate><dc:creator>Farida Syifa Anandita</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/17/320/3035396/biang-kerok-mahalnya-harga-tiket-pesawat-di-indonesia-LYTuw0mHjv.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Biang Kerok mahalnya harga tiket pesawat (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/17/320/3035396/biang-kerok-mahalnya-harga-tiket-pesawat-di-indonesia-LYTuw0mHjv.JPG</image><title>Biang Kerok mahalnya harga tiket pesawat (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNi8yOC8yMC8xODIyNDEvNS94OTEyeDVv&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan paparkan jika meningkatnya operasional adalah dalang dibalik mahalnya tiket pesawat.
Terlebih beberapa item yang dibeli merupakan barang impor yang menggunakan dollar, sehingga pelemahan nilai tukar membuat maskapai harus menyiapkan lebih banyak rupiah.

BACA JUGA:
Harga Tiket Pesawat Indonesia Termahal Kedua di Dunia, Begini Reaksi Kemenparekraf

Untuk permasalahan ini pemerintah juga menyiapkan pembebasan bea impor atau masuk dan pembukaan larangan terbatas barang impor tertentu.

BACA JUGA:
Luhut Putar Otak Turunkan Harga Tiket Pesawat

Evaluasi terhadap operasi biaya pesawat juga dilakukan pemerintah. Cost Per Block Hour (CBH) yang merupakan komponen biaya operasi pesawat terbesar, perlu diidentifikasi rincian pembentukannya.
Kemudian dikatakan Luhut, mekanisme pengenaan tarif berdasarkan sektor rute, berimplikasi pada pengenaan dua kali tarif PPN, Iuran Wajib Jasa Raharja (IWJR), dan Passenger Service Charge (PSC), bagi penumpang yang melakukan transfer/ganti pesawat.
Luhut menjelaskan jika mekanisme perhitungan tarif perlu disesuaikan  berdasarkan biaya operasional maskapai per jam terbang, yang akan  berdampak signifikan mengurangi beban biaya pada tiket penerbangan.
Terakhir, pemerintah juga akan mengkaji peluang pemberian insentif  Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk beberapa  destinasi prioritas.
Baca Selengkapnya : Harga Tiket Pesawat RI Termahal Kedua di Dunia, Luhut Ungkap Biang Keroknya</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNi8yOC8yMC8xODIyNDEvNS94OTEyeDVv&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan paparkan jika meningkatnya operasional adalah dalang dibalik mahalnya tiket pesawat.
Terlebih beberapa item yang dibeli merupakan barang impor yang menggunakan dollar, sehingga pelemahan nilai tukar membuat maskapai harus menyiapkan lebih banyak rupiah.

BACA JUGA:
Harga Tiket Pesawat Indonesia Termahal Kedua di Dunia, Begini Reaksi Kemenparekraf

Untuk permasalahan ini pemerintah juga menyiapkan pembebasan bea impor atau masuk dan pembukaan larangan terbatas barang impor tertentu.

BACA JUGA:
Luhut Putar Otak Turunkan Harga Tiket Pesawat

Evaluasi terhadap operasi biaya pesawat juga dilakukan pemerintah. Cost Per Block Hour (CBH) yang merupakan komponen biaya operasi pesawat terbesar, perlu diidentifikasi rincian pembentukannya.
Kemudian dikatakan Luhut, mekanisme pengenaan tarif berdasarkan sektor rute, berimplikasi pada pengenaan dua kali tarif PPN, Iuran Wajib Jasa Raharja (IWJR), dan Passenger Service Charge (PSC), bagi penumpang yang melakukan transfer/ganti pesawat.
Luhut menjelaskan jika mekanisme perhitungan tarif perlu disesuaikan  berdasarkan biaya operasional maskapai per jam terbang, yang akan  berdampak signifikan mengurangi beban biaya pada tiket penerbangan.
Terakhir, pemerintah juga akan mengkaji peluang pemberian insentif  Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk beberapa  destinasi prioritas.
Baca Selengkapnya : Harga Tiket Pesawat RI Termahal Kedua di Dunia, Luhut Ungkap Biang Keroknya</content:encoded></item></channel></rss>
