<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PHR Temukan Sumber Migas Baru di Wilayah Rokan Hilir</title><description>PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Wilayah Kerja (WK) Rokan menemukan sumber minyak dan gas (migas) baru di Blok Rokan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/17/320/3035413/phr-temukan-sumber-migas-baru-di-wilayah-rokan-hilir</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/07/17/320/3035413/phr-temukan-sumber-migas-baru-di-wilayah-rokan-hilir"/><item><title>PHR Temukan Sumber Migas Baru di Wilayah Rokan Hilir</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/17/320/3035413/phr-temukan-sumber-migas-baru-di-wilayah-rokan-hilir</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/07/17/320/3035413/phr-temukan-sumber-migas-baru-di-wilayah-rokan-hilir</guid><pubDate>Rabu 17 Juli 2024 09:31 WIB</pubDate><dc:creator>Atikah Umiyani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/17/320/3035413/phr-temukan-sumber-migas-baru-di-wilayah-rokan-hilir-WR7HSaSMKI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">PHR temukan sumber migas baru (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/17/320/3035413/phr-temukan-sumber-migas-baru-di-wilayah-rokan-hilir-WR7HSaSMKI.jpg</image><title>PHR temukan sumber migas baru (Foto: Reuters)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNi8wMS8xLzE4MTMxMi81L3g4emc0cGM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Wilayah Kerja (WK) Rokan menemukan sumber minyak dan gas (migas) baru di Blok Rokan dengan potensi produksi hingga 3.000 barel minyak per hari (BOPD).
PHR menemukan sumber migas baru tersebut melalui pengeboran Sumur Eksplorasi Astrea-1 yang berada di wilayah Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir, Riau.

BACA JUGA:
Industri Hulu Migas Sumbang Rp5.045 Triliun ke Penerimaan Negara Selama 22 Tahun


EVP Upstream Business PHR WK Rokan Andre Wijanarko mengatakan, sumur eksplorasi Astrea-1 ini merupakan sumur Komitmen Kerja Pasti (KKP) WK Rokan kepada Pemerintah RI melalui Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) yang memiliki objektif utama reservoir pada Formasi Pematang Upper Red Bed.
Temuan sumur migas baru dari Sumur Astrea-1 di Wilayah Kerja Rokan menjadi milestone discovery tepat di perayaan 22 tahun pengelolaan hulu migas dibawah pengawasan SKK Migas. Sumur tersebut dibor dengan profil directional menggunakan rig pengeboran darat, ditajak pada 10 April 2024 dan mencapai kedalaman akhir pada kedalaman 7.158 kaki pada tanggal 23 Mei 2024.

BACA JUGA:
Industri Migas di RI Mulai Tenggelam? Ini Kata Bos SKK Migas


Andre bilang, saat ini sedang dilakukan pada tahapan Uji Kandungan Lapisan (UKL) oleh Pertamina Hulu Rokan (PHR) dengan pengawasan SKK Migas dengan menggunakan rig workover. Selain itu juga dilakukan serangkaian evaluasi formasi dengan menggunakan e-line logging.
&quot;Pada tahapan Uji Kandungan Lapisan pertama, Formasi Pematang Upper Red Bed berhasil diperoleh laju alir minyak lebih dari 3.063 BOPD. Penemuan sumur eksplorasi ini merupakan penemuan sumur yang ketiga setelah sebelumnya penemuan migas di sumur Sidingin North-1 dan Pinang East-1 serta sumur Mibasa-1 yang mengindikasikan minyak,&quot; jelas Andre dalm keterangan resminua, Rabu (17/7/2024).
Diungkapkan Andre, UKL sumur eksplorasi bertujuan untuk mengetahui kandungan hidrokarbon ekonomis dari suatu lapisan dan mengetahui karakteristik reservoir yang dilakukan sesaat setelah pengeboran. UKL ini dilakukan dengan cara memproduksikan fluida melalui pipa bor.
&quot;Jika didapatkan hidrokarbon pada saat uji kandungan lapisan, maka  laju alirnya diukur untuk kemudian dialirkan menuju burn pit untuk  dibakar karena keterbatasan fasilitas produksi pada tahapan eksplorasi.  Hal ini umum dilakukan pada proses uji kandungan lapisan dengan tetap  memperhatikan aspek keselamatan dan lingkungan dan mitigasi dampak  sosial,&quot; tuturnya.
Kepala Divisi program dan Komunikasi SKK Migas, Hudi D. Suryodipuro  mengatakan pengeboran sumur Astrea-1 merupakan bukti bahwa KKKS terus  berkomitmen untuk melakukan pengobaran untuk mencapai target dan  menaikan produksi migas nasional.
Komitmen pengoboran harus terus dijalankan oleh PHR dan KKKS lainya  untuk sama-sama mencapai target yang telah ditetapkan oleh pemerintah,&quot;  jelas Hudi.
Hudi menilai, temuan hidrokarbon minyak bumi dari Sumur Astrea-1 di  Blok Rokan merupakan kabar baik saat SKK Migas memperingati 22 tahun  pengelolaan huku migas di Indonesia.
&quot;Sebagai wujud implementasi Long Term Planning skin explorasi,  penemuan ini akan terus ditindaklanjuti dan proses pengembangan terus  berjalan sehingga terjadi peningkatan produksi yang masif,&quot; kata Hudi.
Sebagaimana diketahui, temuan cadangan ini sekaligus sebagai bagian  penting dari program pemerintah di sektor energi nasional untuk mencapai  target produksi minyak 1 Juta barel per hari dan produksi gas 12 Miliar  standar kaki kubik per hari (BSCFD) pada tahun 2030.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNi8wMS8xLzE4MTMxMi81L3g4emc0cGM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Wilayah Kerja (WK) Rokan menemukan sumber minyak dan gas (migas) baru di Blok Rokan dengan potensi produksi hingga 3.000 barel minyak per hari (BOPD).
PHR menemukan sumber migas baru tersebut melalui pengeboran Sumur Eksplorasi Astrea-1 yang berada di wilayah Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir, Riau.

BACA JUGA:
Industri Hulu Migas Sumbang Rp5.045 Triliun ke Penerimaan Negara Selama 22 Tahun


EVP Upstream Business PHR WK Rokan Andre Wijanarko mengatakan, sumur eksplorasi Astrea-1 ini merupakan sumur Komitmen Kerja Pasti (KKP) WK Rokan kepada Pemerintah RI melalui Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) yang memiliki objektif utama reservoir pada Formasi Pematang Upper Red Bed.
Temuan sumur migas baru dari Sumur Astrea-1 di Wilayah Kerja Rokan menjadi milestone discovery tepat di perayaan 22 tahun pengelolaan hulu migas dibawah pengawasan SKK Migas. Sumur tersebut dibor dengan profil directional menggunakan rig pengeboran darat, ditajak pada 10 April 2024 dan mencapai kedalaman akhir pada kedalaman 7.158 kaki pada tanggal 23 Mei 2024.

BACA JUGA:
Industri Migas di RI Mulai Tenggelam? Ini Kata Bos SKK Migas


Andre bilang, saat ini sedang dilakukan pada tahapan Uji Kandungan Lapisan (UKL) oleh Pertamina Hulu Rokan (PHR) dengan pengawasan SKK Migas dengan menggunakan rig workover. Selain itu juga dilakukan serangkaian evaluasi formasi dengan menggunakan e-line logging.
&quot;Pada tahapan Uji Kandungan Lapisan pertama, Formasi Pematang Upper Red Bed berhasil diperoleh laju alir minyak lebih dari 3.063 BOPD. Penemuan sumur eksplorasi ini merupakan penemuan sumur yang ketiga setelah sebelumnya penemuan migas di sumur Sidingin North-1 dan Pinang East-1 serta sumur Mibasa-1 yang mengindikasikan minyak,&quot; jelas Andre dalm keterangan resminua, Rabu (17/7/2024).
Diungkapkan Andre, UKL sumur eksplorasi bertujuan untuk mengetahui kandungan hidrokarbon ekonomis dari suatu lapisan dan mengetahui karakteristik reservoir yang dilakukan sesaat setelah pengeboran. UKL ini dilakukan dengan cara memproduksikan fluida melalui pipa bor.
&quot;Jika didapatkan hidrokarbon pada saat uji kandungan lapisan, maka  laju alirnya diukur untuk kemudian dialirkan menuju burn pit untuk  dibakar karena keterbatasan fasilitas produksi pada tahapan eksplorasi.  Hal ini umum dilakukan pada proses uji kandungan lapisan dengan tetap  memperhatikan aspek keselamatan dan lingkungan dan mitigasi dampak  sosial,&quot; tuturnya.
Kepala Divisi program dan Komunikasi SKK Migas, Hudi D. Suryodipuro  mengatakan pengeboran sumur Astrea-1 merupakan bukti bahwa KKKS terus  berkomitmen untuk melakukan pengobaran untuk mencapai target dan  menaikan produksi migas nasional.
Komitmen pengoboran harus terus dijalankan oleh PHR dan KKKS lainya  untuk sama-sama mencapai target yang telah ditetapkan oleh pemerintah,&quot;  jelas Hudi.
Hudi menilai, temuan hidrokarbon minyak bumi dari Sumur Astrea-1 di  Blok Rokan merupakan kabar baik saat SKK Migas memperingati 22 tahun  pengelolaan huku migas di Indonesia.
&quot;Sebagai wujud implementasi Long Term Planning skin explorasi,  penemuan ini akan terus ditindaklanjuti dan proses pengembangan terus  berjalan sehingga terjadi peningkatan produksi yang masif,&quot; kata Hudi.
Sebagaimana diketahui, temuan cadangan ini sekaligus sebagai bagian  penting dari program pemerintah di sektor energi nasional untuk mencapai  target produksi minyak 1 Juta barel per hari dan produksi gas 12 Miliar  standar kaki kubik per hari (BSCFD) pada tahun 2030.</content:encoded></item></channel></rss>
