<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>5 Investor Asing yang Jadi Mitra Investasi BUMN</title><description>Daftar investor asing yang jadi mitra investasi Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/18/320/3035929/5-investor-asing-yang-jadi-mitra-investasi-bumn</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/07/18/320/3035929/5-investor-asing-yang-jadi-mitra-investasi-bumn"/><item><title>5 Investor Asing yang Jadi Mitra Investasi BUMN</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/18/320/3035929/5-investor-asing-yang-jadi-mitra-investasi-bumn</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/07/18/320/3035929/5-investor-asing-yang-jadi-mitra-investasi-bumn</guid><pubDate>Kamis 18 Juli 2024 08:04 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/18/320/3035929/5-investor-asing-yang-jadi-mitra-investasi-bumn-QWwQdxk9hr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Daftar investor asing yang bermitra dengan BUMN (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/18/320/3035929/5-investor-asing-yang-jadi-mitra-investasi-bumn-QWwQdxk9hr.jpg</image><title>Daftar investor asing yang bermitra dengan BUMN (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8wNS8xLzE4MDM1Mi81L3g4eTB0ZzI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Daftar investor asing yang jadi mitra investasi Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Kemitraan ini untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.
Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, jalinan kerja sama perusahaan pelat merah dan investor global sudah dibangun sejak lama. Bahkan, setahun terakhir ini BUMN kembali menggaet sejumlah perusahaan global.

BACA JUGA:
BUMN-Eagle Hills UEA Teken Kerjasama Pariwisata dan Infrastruktur Senilai Rp48 Triliun 


Beberapa perusahaan global diantaranya, MSD (Merck, Sharp &amp;amp; Dohme), Swire Pacific Ltd, Masdar, Vale Base Metals, hingga Eagle Hills,
&quot;Beberapa kerja sama juga telah dilakukan untuk membantu membangun ekosistem kendaraan listrik (EV) Indonesia, seperti dengan raksasa pertambangan Kanada Vale Based Metal untuk nikel,&quot; ujar Erick, Kamis (18/7/2024).

BACA JUGA:
Keuangan BUMN Farmasi Bermasalah hingga Terindikasi Korupsi, Ini Daftarnya


Berikut, deretan investor asing yang menjadi mitra BUMN setahun terakhir ini:
1. MSD
Per Juni 2024 lalu, PT Bio Farma (Persero) resmi menyepakati kerja sama dengan perusahaan perusahaan farmasi asal Amerika Serikat (AS), MSD (Merck, Sharp &amp;amp; Dohme). Kemitraan ini untuk membuat produk vaksin Human Papillomavirus (HPV).
Komitmen tersebut ditandai dengan pertemuan Erick Thohir dan Joe Romanelli, President Human Health International dari perusahaan farmasi internasional, MSD di gedung Kementerian BUMN.
Dari pertemuan itu, mereka membahas keberlanjutan dan penguatan pembuatan vaksin HPV di dalam negeri. Vaksin HPV merupakan obat yang mampu mencegah kanker serviks yang sering dialami perempuan di Indonesia.

2. Swire Pacific Ltd
Tak hanya investor asal AS, BUMN juga menggaet kolaborasi dengan  perusahaan kesehatan asal Hong Kong, Swire Pacific Ltd. Melalui PT  Pertamina Bina Medika (Pertamedika/IHC), pemerintah berupaya   meningkatkan kualitas rumah sakit BUMN.
Per Desember 2023 lalu, Kementerian BUMN berencana menjual  (divestasi) 30 persen saham Pertamedika IHC ke Swire Pacific. Tujuannya  meningkatkan kualitas rumah sakit BUMN agar bisa bersaing dengan private  sector alias RS swasta.
Industri kesehatan di Tanah Air, lanjut Erick, harus ditingkatkan  sistem pelayanan hingga teknologi yang digunakan. Penguatan  infrastruktur dasar dan pendukung diperlukan agar masyarakat bisa  mendapatkan akses yang optimal.
3. Masdar
Di sektor energi, Pertamina NRE dan BUMN Abu Dhabi, Masdar, menggodok  pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan pembangkit  listrik tenaga bayu (PLTB). Komitmen ini ditandai dengan penandatanganan  MoU pada Mei 2024 lalu.
Penandatanganan kerja sama ini dilakukan oleh CEO Pertamina NRE John  Anis dan Direktur Pengembangan dan Investasi Masdar Abdulla Zayed di  Bali.
4. Vale Base Metals
Di bidang pertambangan, Kementerian BUMN juga membidik kemitraan  dengan produsen nikel terbesar di dunia, Vale Base Metals. Per 7 Juli  2024 lalu, Erick menerima kunjungan Chief Sustainability and Corporate  Affairs Officer, Emily Olson.
Dalam pertemuan, keduanya membahas strategi pengembangan industri  nikel di Indonesia. Ini merupakan langkah dari program hilirisasi  pertambangan.
Adapun, pemerintah tengah menggenjot hilirisasi pertambangan.  Sejumlah langkah telah dilakukan otoritas, salah satunya dengan  meningkatkan kepemilikan sebesar 14 persen di PT Vale Indonesia Tbk  menjadi melalui BUMN Holding Industri Pertambangan, PT Mineral Industri  Indonesia (Persero) atau MIND ID.
MIND ID telah merampungkan transaksi divestasi 14 persen saham Vale  Indonesia dari Vale Canada Limited (VCL) dan Sumitomo Metal Mining Co  Ltd (SMM).
5. Eagle Hills
Terbaru, Kementerian BUMN dan perusahaan pengembang asal Uni Emirat  Arab (UEA), Eagle Hills, menyepakati investasi sebesar USD3 miliar atau  setara Rp48,5 triliun, Rabu (17/7/2024). Kerja sama ini untuk  mengembangkan sektor pariwisata dan infrastruktur di Indonesia.
Eagle Hills akan mengembangkan infrastruktur bandara, renovasi dan pengembangan hotel milik negara dengan standar internasional.
Tak hanya itu, Eagle Hills juga bakal melakukan transfer pengetahuan  melalui studi bersama, lokakarya, dan program pelatihan. Erick mengaku  optimistis kerja sama kian meningkatkan akselerasi sektor pariwisata di  Tanah Air.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8wNS8xLzE4MDM1Mi81L3g4eTB0ZzI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Daftar investor asing yang jadi mitra investasi Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Kemitraan ini untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.
Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, jalinan kerja sama perusahaan pelat merah dan investor global sudah dibangun sejak lama. Bahkan, setahun terakhir ini BUMN kembali menggaet sejumlah perusahaan global.

BACA JUGA:
BUMN-Eagle Hills UEA Teken Kerjasama Pariwisata dan Infrastruktur Senilai Rp48 Triliun 


Beberapa perusahaan global diantaranya, MSD (Merck, Sharp &amp;amp; Dohme), Swire Pacific Ltd, Masdar, Vale Base Metals, hingga Eagle Hills,
&quot;Beberapa kerja sama juga telah dilakukan untuk membantu membangun ekosistem kendaraan listrik (EV) Indonesia, seperti dengan raksasa pertambangan Kanada Vale Based Metal untuk nikel,&quot; ujar Erick, Kamis (18/7/2024).

BACA JUGA:
Keuangan BUMN Farmasi Bermasalah hingga Terindikasi Korupsi, Ini Daftarnya


Berikut, deretan investor asing yang menjadi mitra BUMN setahun terakhir ini:
1. MSD
Per Juni 2024 lalu, PT Bio Farma (Persero) resmi menyepakati kerja sama dengan perusahaan perusahaan farmasi asal Amerika Serikat (AS), MSD (Merck, Sharp &amp;amp; Dohme). Kemitraan ini untuk membuat produk vaksin Human Papillomavirus (HPV).
Komitmen tersebut ditandai dengan pertemuan Erick Thohir dan Joe Romanelli, President Human Health International dari perusahaan farmasi internasional, MSD di gedung Kementerian BUMN.
Dari pertemuan itu, mereka membahas keberlanjutan dan penguatan pembuatan vaksin HPV di dalam negeri. Vaksin HPV merupakan obat yang mampu mencegah kanker serviks yang sering dialami perempuan di Indonesia.

2. Swire Pacific Ltd
Tak hanya investor asal AS, BUMN juga menggaet kolaborasi dengan  perusahaan kesehatan asal Hong Kong, Swire Pacific Ltd. Melalui PT  Pertamina Bina Medika (Pertamedika/IHC), pemerintah berupaya   meningkatkan kualitas rumah sakit BUMN.
Per Desember 2023 lalu, Kementerian BUMN berencana menjual  (divestasi) 30 persen saham Pertamedika IHC ke Swire Pacific. Tujuannya  meningkatkan kualitas rumah sakit BUMN agar bisa bersaing dengan private  sector alias RS swasta.
Industri kesehatan di Tanah Air, lanjut Erick, harus ditingkatkan  sistem pelayanan hingga teknologi yang digunakan. Penguatan  infrastruktur dasar dan pendukung diperlukan agar masyarakat bisa  mendapatkan akses yang optimal.
3. Masdar
Di sektor energi, Pertamina NRE dan BUMN Abu Dhabi, Masdar, menggodok  pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan pembangkit  listrik tenaga bayu (PLTB). Komitmen ini ditandai dengan penandatanganan  MoU pada Mei 2024 lalu.
Penandatanganan kerja sama ini dilakukan oleh CEO Pertamina NRE John  Anis dan Direktur Pengembangan dan Investasi Masdar Abdulla Zayed di  Bali.
4. Vale Base Metals
Di bidang pertambangan, Kementerian BUMN juga membidik kemitraan  dengan produsen nikel terbesar di dunia, Vale Base Metals. Per 7 Juli  2024 lalu, Erick menerima kunjungan Chief Sustainability and Corporate  Affairs Officer, Emily Olson.
Dalam pertemuan, keduanya membahas strategi pengembangan industri  nikel di Indonesia. Ini merupakan langkah dari program hilirisasi  pertambangan.
Adapun, pemerintah tengah menggenjot hilirisasi pertambangan.  Sejumlah langkah telah dilakukan otoritas, salah satunya dengan  meningkatkan kepemilikan sebesar 14 persen di PT Vale Indonesia Tbk  menjadi melalui BUMN Holding Industri Pertambangan, PT Mineral Industri  Indonesia (Persero) atau MIND ID.
MIND ID telah merampungkan transaksi divestasi 14 persen saham Vale  Indonesia dari Vale Canada Limited (VCL) dan Sumitomo Metal Mining Co  Ltd (SMM).
5. Eagle Hills
Terbaru, Kementerian BUMN dan perusahaan pengembang asal Uni Emirat  Arab (UEA), Eagle Hills, menyepakati investasi sebesar USD3 miliar atau  setara Rp48,5 triliun, Rabu (17/7/2024). Kerja sama ini untuk  mengembangkan sektor pariwisata dan infrastruktur di Indonesia.
Eagle Hills akan mengembangkan infrastruktur bandara, renovasi dan pengembangan hotel milik negara dengan standar internasional.
Tak hanya itu, Eagle Hills juga bakal melakukan transfer pengetahuan  melalui studi bersama, lokakarya, dan program pelatihan. Erick mengaku  optimistis kerja sama kian meningkatkan akselerasi sektor pariwisata di  Tanah Air.</content:encoded></item></channel></rss>
