<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Peluang Besar Ekspor Produk Perikanan hingga Pertanian RI</title><description>Produk perikanan, peternakan hingga pertanian Indonesia memiliki peluang besar di pasar ekspor.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/18/320/3036029/peluang-besar-ekspor-produk-perikanan-hingga-pertanian-ri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/07/18/320/3036029/peluang-besar-ekspor-produk-perikanan-hingga-pertanian-ri"/><item><title>Peluang Besar Ekspor Produk Perikanan hingga Pertanian RI</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/18/320/3036029/peluang-besar-ekspor-produk-perikanan-hingga-pertanian-ri</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/07/18/320/3036029/peluang-besar-ekspor-produk-perikanan-hingga-pertanian-ri</guid><pubDate>Kamis 18 Juli 2024 12:42 WIB</pubDate><dc:creator>Gibran Khayirah Tavip</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/18/320/3036029/peluang-besar-ekspor-produk-perikanan-hingga-pertanian-ri-yfVwiKdoRo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Peluang besar ekspor produk perikanan, peternakan hingga pertanian (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/18/320/3036029/peluang-besar-ekspor-produk-perikanan-hingga-pertanian-ri-yfVwiKdoRo.jpg</image><title>Peluang besar ekspor produk perikanan, peternakan hingga pertanian (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8wOC80LzE4MjYzNC81L3g5MXB0aTI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Produk perikanan, peternakan hingga pertanian Indonesia memiliki peluang besar di pasar ekspor. Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Nasrullah mengungkap momentum bagi para pelaku usaha untuk mengembangkan produk-produk yang saat ini belum mencapai swasembada pangan, khususnya produk dairy dan susu.
&amp;ldquo;Negara kita adalah negara terbesar ke-4 di dunia karena itu kita harus menjamin ketersediaan pangan kita dan lebih utama adalah produk pangan itu dihasilkan di dalam negeri kita sendiri,&amp;rdquo; ujarnya saat membuka Indo Livestock dan Indo Feed ke-17, Indo Fisheries ke-14, Indo Dairy ke-15, Indo Agrotech ke-3, dan Indo Vet ke-4, Kamis (18/7/2024).

BACA JUGA:
Wapres Targetkan Indonesia Jadi Pusat Produksi Mobil Ekspor pada 2030


Di kesempatan yang sama, Dirjen PDSPKP Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI Budi Sulistyo menyebutkan ketahanan pangan tidak terlepas dari apa yang dihasilkan peternakan, perikanan, dan sektor pangan lainnya. Saat ini menurutnya, kinerja ekspor Indonesia mencapai USD5,63 dengan volume mencapai 1,22 juta ton. Capaian ini menempatkan Indonesia sebagai negara eksportir ikan atau pemasok produk ikan di dunia dengan pangsa pasar 3,18%.

BACA JUGA:
Indonesia Tingkatkan Ekspor Non Migas 


&amp;ldquo;Pameran ini menjadi bentuk nyata bagaimana sektor pertanian, perikanan dan peternakan dapat menjadi salah satu tulang punggung ekonomi nasional. PBB memprediksi pertumbuhan penduduk dunia mencapai 9,7 miliar di tahun 2050. Hal ini membutuhkan strategi dan perencanaan yang matang dan ketiga sektor tersebut memegang peranan yang penting dalam menyediakan bahan pangan,&amp;rdquo; kata Budi.
Sementara itu Deputi II Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis  Kementerian Koordinator Perekonomian (Kemenko) Dida Gardera  mengungkapkan, saat ini Indonesia sedang menyiapkan agenda besar yang  berkelanjutan untuk melakukan transformasi sistem kepanganan nasional.  Kemenko terus berupaya dalam meningkatkan kesejahteraan pangan melalui  program prioritas khususnya memperkuat akan sektor daging dan susu  nasional. Beberapa hal yang dilakukan Kemenko antara lain stabilitas  harga nasional, swasembada gula nasional, mengupayakan konservasi kelapa  sawit nasional dan transformasi kebijakan pupuk bersubsidi.
&amp;ldquo;Sinergi dan koordinasi dari seluruh pemangku kepentingan dari  pemerintah, swasta dan akademisi masyarakat harus selalu kita  tingkatkan. Ini merupakan momentum yang baik apalagi pameran ini  menggabungkan Indo Feed, Indo Dairy, Indo Agrotech, Indo Vet &amp;amp; Indo  Fisheries 2024 Expo &amp;amp; Forum, tentu harapannya menjadi titik temu  dari berbagai pihak termasuk business matching, sharing experience dan  knowledge bisa dioptimalkan di sini,&amp;rdquo; ucapnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8wOC80LzE4MjYzNC81L3g5MXB0aTI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Produk perikanan, peternakan hingga pertanian Indonesia memiliki peluang besar di pasar ekspor. Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Nasrullah mengungkap momentum bagi para pelaku usaha untuk mengembangkan produk-produk yang saat ini belum mencapai swasembada pangan, khususnya produk dairy dan susu.
&amp;ldquo;Negara kita adalah negara terbesar ke-4 di dunia karena itu kita harus menjamin ketersediaan pangan kita dan lebih utama adalah produk pangan itu dihasilkan di dalam negeri kita sendiri,&amp;rdquo; ujarnya saat membuka Indo Livestock dan Indo Feed ke-17, Indo Fisheries ke-14, Indo Dairy ke-15, Indo Agrotech ke-3, dan Indo Vet ke-4, Kamis (18/7/2024).

BACA JUGA:
Wapres Targetkan Indonesia Jadi Pusat Produksi Mobil Ekspor pada 2030


Di kesempatan yang sama, Dirjen PDSPKP Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI Budi Sulistyo menyebutkan ketahanan pangan tidak terlepas dari apa yang dihasilkan peternakan, perikanan, dan sektor pangan lainnya. Saat ini menurutnya, kinerja ekspor Indonesia mencapai USD5,63 dengan volume mencapai 1,22 juta ton. Capaian ini menempatkan Indonesia sebagai negara eksportir ikan atau pemasok produk ikan di dunia dengan pangsa pasar 3,18%.

BACA JUGA:
Indonesia Tingkatkan Ekspor Non Migas 


&amp;ldquo;Pameran ini menjadi bentuk nyata bagaimana sektor pertanian, perikanan dan peternakan dapat menjadi salah satu tulang punggung ekonomi nasional. PBB memprediksi pertumbuhan penduduk dunia mencapai 9,7 miliar di tahun 2050. Hal ini membutuhkan strategi dan perencanaan yang matang dan ketiga sektor tersebut memegang peranan yang penting dalam menyediakan bahan pangan,&amp;rdquo; kata Budi.
Sementara itu Deputi II Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis  Kementerian Koordinator Perekonomian (Kemenko) Dida Gardera  mengungkapkan, saat ini Indonesia sedang menyiapkan agenda besar yang  berkelanjutan untuk melakukan transformasi sistem kepanganan nasional.  Kemenko terus berupaya dalam meningkatkan kesejahteraan pangan melalui  program prioritas khususnya memperkuat akan sektor daging dan susu  nasional. Beberapa hal yang dilakukan Kemenko antara lain stabilitas  harga nasional, swasembada gula nasional, mengupayakan konservasi kelapa  sawit nasional dan transformasi kebijakan pupuk bersubsidi.
&amp;ldquo;Sinergi dan koordinasi dari seluruh pemangku kepentingan dari  pemerintah, swasta dan akademisi masyarakat harus selalu kita  tingkatkan. Ini merupakan momentum yang baik apalagi pameran ini  menggabungkan Indo Feed, Indo Dairy, Indo Agrotech, Indo Vet &amp;amp; Indo  Fisheries 2024 Expo &amp;amp; Forum, tentu harapannya menjadi titik temu  dari berbagai pihak termasuk business matching, sharing experience dan  knowledge bisa dioptimalkan di sini,&amp;rdquo; ucapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
