<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Soal IPO BUMN, Stafsus Erick Thohir: Harus Ada Hitungan</title><description>Rencana perusahaan BUMN jumbo melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI)  atau Initial Public Offering (IPO) butuh perencanaan matang.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/19/278/3036459/soal-ipo-bumn-stafsus-erick-thohir-harus-ada-hitungan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/07/19/278/3036459/soal-ipo-bumn-stafsus-erick-thohir-harus-ada-hitungan"/><item><title>Soal IPO BUMN, Stafsus Erick Thohir: Harus Ada Hitungan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/19/278/3036459/soal-ipo-bumn-stafsus-erick-thohir-harus-ada-hitungan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/07/19/278/3036459/soal-ipo-bumn-stafsus-erick-thohir-harus-ada-hitungan</guid><pubDate>Jum'at 19 Juli 2024 09:42 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/19/278/3036459/soal-ipo-bumn-stafsus-erick-thohir-harus-ada-hitungan-bFrjxCG3Lq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">IPO BUMN perlu perhitungan yang matang (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/19/278/3036459/soal-ipo-bumn-stafsus-erick-thohir-harus-ada-hitungan-bFrjxCG3Lq.jpg</image><title>IPO BUMN perlu perhitungan yang matang (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8wNS8xLzE4MDM1Mi81L3g4eTB0ZzI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Rencana perusahaan BUMN jumbo melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) atau Initial Public Offering (IPO) butuh perencanaan matang. Langkah IPO BUMN tidak bisa terburu-buru dan harus mempertimbangkan stabilitas pasar.
Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan, perlu kalkulasi atau perhitungan matang baik dari sisi pasar hingga dinamika makro ekonomi. Sehingga, pemegang saham tidak tergesa-gesa mendorong BUMN mencatatkan saham perdana di BEI.

BACA JUGA:
Erick Thohir Siapkan Dokumen Khusus BUMN untuk Prabowo


&amp;ldquo;Enggak bisa (langsung IPO), harus ada hitungannya,&amp;rdquo; ujar Arya saat ditemui di gedung Kementerian BUMN, Kamis (19/7/2024).
Dia mencontohkan, PT Pertamina Hulu Energi (PHE) yang batal go publik. Padahal pencatatan saham perdana anak usaha PT Pertamina (Persero) di Bursa Efek Indonesia ditargetkan bisa terealisasi 2023 lalu.

BACA JUGA:
BUMN Karya Dilebur Berujung PHK Massal? Ini Kata Stafsus Erick Thohir


Adapun keputusan penundaan IPO PHE setelah Kementerian BUMN melakukan penilaian atau review atas kinerja Pertamina Group, termasuk melihat dinamika pasar modal saat itu.
&amp;ldquo;Saya kasih contoh, dulu waktu Pertamina Hulu Energi mau di-IPO-kan, itu market-nya gak cocok, gak pas market-nya, gak bisa dipaksakan gitu, itu harus benar bisa, baru bisa,&amp;rdquo; paparnya.
Dia tak menafikan bahwa IPO BUMN emang selalu ditunggu-tunggu,  pasalnya perusahaan pelat merah kerap membidik dana segara hingga  puluhan triliun rupiah dengan banyak saham yang dilepas. Misalnya, PT  Dayamitra Telekomunikasi Tbk atau Mitratel dan PT Pertamina Geothermal  Energy Tbk (PGEO).
&amp;ldquo;Gini, itu kami senang artinya BUMN itu betul-betul jadi penggerak  Bursa, jadi ditunggu kan, jadi setiap di IPO pasti besar, iya kan, kayak  kemarin kita Mitratel dan PGE,&amp;rdquo; ucap dia.
Sebelumnya, Direktur Utama, Iman Rachman menyebut, belum ada  perusahaan BUMN yang masuk dalam daftar tunggu atau pipeline penawaran  umum perdana saham.
Iman pun berharap, perusahaan dan anak usaha BUMN dapat melakukan IPO  di BEI pada tahun depan. &amp;ldquo;BUMN belum ada, wait and see, mungkin  menunggu pemerintahan baru,&amp;rdquo; ungkap Iman.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8wNS8xLzE4MDM1Mi81L3g4eTB0ZzI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Rencana perusahaan BUMN jumbo melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) atau Initial Public Offering (IPO) butuh perencanaan matang. Langkah IPO BUMN tidak bisa terburu-buru dan harus mempertimbangkan stabilitas pasar.
Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan, perlu kalkulasi atau perhitungan matang baik dari sisi pasar hingga dinamika makro ekonomi. Sehingga, pemegang saham tidak tergesa-gesa mendorong BUMN mencatatkan saham perdana di BEI.

BACA JUGA:
Erick Thohir Siapkan Dokumen Khusus BUMN untuk Prabowo


&amp;ldquo;Enggak bisa (langsung IPO), harus ada hitungannya,&amp;rdquo; ujar Arya saat ditemui di gedung Kementerian BUMN, Kamis (19/7/2024).
Dia mencontohkan, PT Pertamina Hulu Energi (PHE) yang batal go publik. Padahal pencatatan saham perdana anak usaha PT Pertamina (Persero) di Bursa Efek Indonesia ditargetkan bisa terealisasi 2023 lalu.

BACA JUGA:
BUMN Karya Dilebur Berujung PHK Massal? Ini Kata Stafsus Erick Thohir


Adapun keputusan penundaan IPO PHE setelah Kementerian BUMN melakukan penilaian atau review atas kinerja Pertamina Group, termasuk melihat dinamika pasar modal saat itu.
&amp;ldquo;Saya kasih contoh, dulu waktu Pertamina Hulu Energi mau di-IPO-kan, itu market-nya gak cocok, gak pas market-nya, gak bisa dipaksakan gitu, itu harus benar bisa, baru bisa,&amp;rdquo; paparnya.
Dia tak menafikan bahwa IPO BUMN emang selalu ditunggu-tunggu,  pasalnya perusahaan pelat merah kerap membidik dana segara hingga  puluhan triliun rupiah dengan banyak saham yang dilepas. Misalnya, PT  Dayamitra Telekomunikasi Tbk atau Mitratel dan PT Pertamina Geothermal  Energy Tbk (PGEO).
&amp;ldquo;Gini, itu kami senang artinya BUMN itu betul-betul jadi penggerak  Bursa, jadi ditunggu kan, jadi setiap di IPO pasti besar, iya kan, kayak  kemarin kita Mitratel dan PGE,&amp;rdquo; ucap dia.
Sebelumnya, Direktur Utama, Iman Rachman menyebut, belum ada  perusahaan BUMN yang masuk dalam daftar tunggu atau pipeline penawaran  umum perdana saham.
Iman pun berharap, perusahaan dan anak usaha BUMN dapat melakukan IPO  di BEI pada tahun depan. &amp;ldquo;BUMN belum ada, wait and see, mungkin  menunggu pemerintahan baru,&amp;rdquo; ungkap Iman.</content:encoded></item></channel></rss>
