<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Aturan Lagi Disusun, Pinjol Bakal Beri Utang Lebih dari Rp2 Miliar</title><description>OJK) menyatakan tengah menyusun Rancangan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan tentang Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/19/320/3036341/aturan-lagi-disusun-pinjol-bakal-beri-utang-lebih-dari-rp2-miliar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/07/19/320/3036341/aturan-lagi-disusun-pinjol-bakal-beri-utang-lebih-dari-rp2-miliar"/><item><title>Aturan Lagi Disusun, Pinjol Bakal Beri Utang Lebih dari Rp2 Miliar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/19/320/3036341/aturan-lagi-disusun-pinjol-bakal-beri-utang-lebih-dari-rp2-miliar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/07/19/320/3036341/aturan-lagi-disusun-pinjol-bakal-beri-utang-lebih-dari-rp2-miliar</guid><pubDate>Jum'at 19 Juli 2024 04:04 WIB</pubDate><dc:creator>Ghanny Rachmansyah S</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/18/320/3036341/aturan-lagi-disusun-pinjol-bakal-beri-utang-lebih-dari-rp2-miliar-XdprsAZN7k.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pinjaman di Pinjol (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/18/320/3036341/aturan-lagi-disusun-pinjol-bakal-beri-utang-lebih-dari-rp2-miliar-XdprsAZN7k.jpg</image><title>Pinjaman di Pinjol (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8xNy8xLzE4MjkxMy81L3g5MmNiMjI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan saat ini tengah menyusun Rancangan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan tentang Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (RPOJK LPBBTI) atau fintech peer to peer lending (fintech P2P).
Di mana RPOJK itu sedang dalam proses penyusunan peraturan (rule making rule) termasuk menerima pandangan dan masukan dari pemangku kepentingan.

BACA JUGA:
Pinjol Bisa Beri Utang Lebih dari Rp2 Miliar, Aturan Baru Lagi Disusun


&amp;ldquo;OJK mengapresiasi masukan dan pandangan yang disampaikan pemangku kepentingan tersebut dan saat ini sedang melakukan penyempurnaan terhadap pengaturan industri LPBBTI sebagai salah satu tindak lanjut OJK sesuai amanat Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).&amp;rdquo; kata Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan dan Komunikasi OJK, Aman Santosa.

BACA JUGA:
Motor dan Mobil Wajib Punya Asuransi, OJK Diminta Antisipasi Gagal Bayar


Beberapa penyempurnaan terhadap ketentuan tersebut antara lain penguatan kelembagaan, manajemen risiko, tata kelola dan pelindungan konsumen, serta penguatan dukungan terhadap sektor produktif.Aman menuturkan aturan ini akan semakin memperkuat dukungan terhadap sektor usaha produktif melalui LPBBTI.
OJK berencana meningkatkan batas maksimum pendanaan produktif (bukan untuk pendanaan konsumtif) lebih tinggi dibanding batas maksimum sebelumnya sebesar Rp2 miliar.
Baca Selengkapnya: Pinjol Bisa Beri Utang Lebih dari Rp2 Miliar, Aturan Baru Lagi Disusun
</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8xNy8xLzE4MjkxMy81L3g5MmNiMjI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan saat ini tengah menyusun Rancangan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan tentang Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (RPOJK LPBBTI) atau fintech peer to peer lending (fintech P2P).
Di mana RPOJK itu sedang dalam proses penyusunan peraturan (rule making rule) termasuk menerima pandangan dan masukan dari pemangku kepentingan.

BACA JUGA:
Pinjol Bisa Beri Utang Lebih dari Rp2 Miliar, Aturan Baru Lagi Disusun


&amp;ldquo;OJK mengapresiasi masukan dan pandangan yang disampaikan pemangku kepentingan tersebut dan saat ini sedang melakukan penyempurnaan terhadap pengaturan industri LPBBTI sebagai salah satu tindak lanjut OJK sesuai amanat Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).&amp;rdquo; kata Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan dan Komunikasi OJK, Aman Santosa.

BACA JUGA:
Motor dan Mobil Wajib Punya Asuransi, OJK Diminta Antisipasi Gagal Bayar


Beberapa penyempurnaan terhadap ketentuan tersebut antara lain penguatan kelembagaan, manajemen risiko, tata kelola dan pelindungan konsumen, serta penguatan dukungan terhadap sektor produktif.Aman menuturkan aturan ini akan semakin memperkuat dukungan terhadap sektor usaha produktif melalui LPBBTI.
OJK berencana meningkatkan batas maksimum pendanaan produktif (bukan untuk pendanaan konsumtif) lebih tinggi dibanding batas maksimum sebelumnya sebesar Rp2 miliar.
Baca Selengkapnya: Pinjol Bisa Beri Utang Lebih dari Rp2 Miliar, Aturan Baru Lagi Disusun
</content:encoded></item></channel></rss>
