<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bye Dolar! Indonesia-China Kompak Pakai Mata Uang Lokal</title><description>Bank Indonesia dan Bank Sentral China tak lagi menggunakan mata uang dolar sebagai alat transaksi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/19/320/3036415/bye-dolar-indonesia-china-kompak-pakai-mata-uang-lokal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/07/19/320/3036415/bye-dolar-indonesia-china-kompak-pakai-mata-uang-lokal"/><item><title>Bye Dolar! Indonesia-China Kompak Pakai Mata Uang Lokal</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/19/320/3036415/bye-dolar-indonesia-china-kompak-pakai-mata-uang-lokal</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/07/19/320/3036415/bye-dolar-indonesia-china-kompak-pakai-mata-uang-lokal</guid><pubDate>Jum'at 19 Juli 2024 07:55 WIB</pubDate><dc:creator>Gibran Khayirah Tavip</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/19/320/3036415/bye-dolar-indonesia-china-kompak-pakai-mata-uang-lokal-oFb59BmKEq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Indonesia-China tinggalkan dolar AS (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/19/320/3036415/bye-dolar-indonesia-china-kompak-pakai-mata-uang-lokal-oFb59BmKEq.jpg</image><title>Indonesia-China tinggalkan dolar AS (Foto: Okezone)</title></images><description>


JAKARTA &amp;ndash; Bank Indonesia dan Bank Sentral China tak lagi menggunakan mata uang dolar sebagai alat transaksi. Bank Indonesia mencatat transaksi uang lokal antara Indonesia dengan China meningkat.

BACA JUGA:
Ini Bukti Indonesia-Korsel Tinggalkan Dolar AS

Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayati mengatakan, transaksi menggunakan Local Currency Transction (LCT) antara Indonesia dan China mencapai USD887,43 juta atau meningkat 80,6% dibandingkan Juni 2023.

BACA JUGA:
Menkeu AS Khawatirkan Pelemahan Kurs Dolar

Secara kumulatif, implementasi LCT sejak Januari hingga Juni mencapai USD4,7 miliar atau sekitar Rp75,20 triliun, atau naik sebesar 45,7% dibanding periode yang sama tahun lalu.
Adapun jumlah pelaku LCT tercatat sebesar 4.379 atau belum mengalami perubahan. Menurut Destry yang menarik mitra terbesar Indonesia dalam LCT adalah China yang mewakili 42,9% total transaksi.&quot;Jumlah pelaku tidak banyak berubah, masih sekitar 4.379 pelaku, dan  yang menarik di sini bahwa Tiongkok ini cepat sekali pertumbuhannya, di  mana untuk Juni mereka transaksinya mencapai 42,9% dari total transaksi  LCT kita,&quot; imbuh Destry.
Dengan demikian, implementasi LCT dibutuhkan untuk memperdalam pasar  keuangan yang mulai menunjukkan dampak positif. LCT juga memberi benefit  terhadap perdagangan hingga investasi Indonesia.
Baca Selengkapnya: RI-China Kompak Buang Dolar AS, Transaksi Pakai Uang Lokal Naik 80,6%</description><content:encoded>


JAKARTA &amp;ndash; Bank Indonesia dan Bank Sentral China tak lagi menggunakan mata uang dolar sebagai alat transaksi. Bank Indonesia mencatat transaksi uang lokal antara Indonesia dengan China meningkat.

BACA JUGA:
Ini Bukti Indonesia-Korsel Tinggalkan Dolar AS

Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayati mengatakan, transaksi menggunakan Local Currency Transction (LCT) antara Indonesia dan China mencapai USD887,43 juta atau meningkat 80,6% dibandingkan Juni 2023.

BACA JUGA:
Menkeu AS Khawatirkan Pelemahan Kurs Dolar

Secara kumulatif, implementasi LCT sejak Januari hingga Juni mencapai USD4,7 miliar atau sekitar Rp75,20 triliun, atau naik sebesar 45,7% dibanding periode yang sama tahun lalu.
Adapun jumlah pelaku LCT tercatat sebesar 4.379 atau belum mengalami perubahan. Menurut Destry yang menarik mitra terbesar Indonesia dalam LCT adalah China yang mewakili 42,9% total transaksi.&quot;Jumlah pelaku tidak banyak berubah, masih sekitar 4.379 pelaku, dan  yang menarik di sini bahwa Tiongkok ini cepat sekali pertumbuhannya, di  mana untuk Juni mereka transaksinya mencapai 42,9% dari total transaksi  LCT kita,&quot; imbuh Destry.
Dengan demikian, implementasi LCT dibutuhkan untuk memperdalam pasar  keuangan yang mulai menunjukkan dampak positif. LCT juga memberi benefit  terhadap perdagangan hingga investasi Indonesia.
Baca Selengkapnya: RI-China Kompak Buang Dolar AS, Transaksi Pakai Uang Lokal Naik 80,6%</content:encoded></item></channel></rss>
