<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penutupan 5 Pabrik Picu PHK Massal, Kimia Farma Siap Jelaskan ke Karyawan</title><description>PT Kimia Farma (Persero) Tbk atau KAEF bakal menutup lima pabrik obat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/19/320/3036425/penutupan-5-pabrik-picu-phk-massal-kimia-farma-siap-jelaskan-ke-karyawan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/07/19/320/3036425/penutupan-5-pabrik-picu-phk-massal-kimia-farma-siap-jelaskan-ke-karyawan"/><item><title>Penutupan 5 Pabrik Picu PHK Massal, Kimia Farma Siap Jelaskan ke Karyawan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/19/320/3036425/penutupan-5-pabrik-picu-phk-massal-kimia-farma-siap-jelaskan-ke-karyawan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/07/19/320/3036425/penutupan-5-pabrik-picu-phk-massal-kimia-farma-siap-jelaskan-ke-karyawan</guid><pubDate>Jum'at 19 Juli 2024 08:36 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/19/320/3036425/penutupan-5-pabrik-picu-phk-massal-kimia-farma-siap-jelaskan-ke-karyawan-JcVD3XSG3p.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kimia Farma bakal tutup 5 pabrik obat (Foto: okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/19/320/3036425/penutupan-5-pabrik-picu-phk-massal-kimia-farma-siap-jelaskan-ke-karyawan-JcVD3XSG3p.jpg</image><title>Kimia Farma bakal tutup 5 pabrik obat (Foto: okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8wMy8xLzE4MjQ0NS81L3g5MWV6cTI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - PT Kimia Farma (Persero) Tbk atau KAEF bakal menutup lima pabrik obat. Penutupan pabrik obat ini akan memicu potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) massal.
Terkait potensi PHK massal, Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan, Kimia Farma tetap mengedepankan win-win solution. Saat ini manajemen masih mengkaji win-win solution bagi karyawan.

BACA JUGA:
Begini Nasib Karyawan Kimia Farma Dibayangi PHK Massal


&amp;ldquo;Lagi disusun (win-win solution) sama temen-temen di manajemen Kimia Farma, kan ada konsekuensi dari penutupan pabrik kan, pasti ada hal-hal yang berbaur sama karyawan juga,&amp;rdquo; ujar Arya saat ditemui di gedung Kementerian BUMN, Kamis (18/7/2024).
Lantaran masih dalam tahap kajian, Arya belum dapat membeberkan lebih jauh perihal skema win-win solution yang dimaksud.

BACA JUGA:
Dibanjiri Barang Impor China, Aturan Ini Bakal Bikin Industri Petrokimia Merana


Dia menyebut, aksi penutupan lima pabrik untuk menekan biaya operasional, efisiensi bisnis, dan meningkatkan utilitas. Selain itu, lima pabrik dinilai under capacity, sehingga tidak maksimal beroperasi.
&amp;ldquo;Kan kita tahu juga ini adalah pabrik lama ya, sudah lama, gak efisien, harusnya cuman lima, ya ada sepuluh ya,&amp;rdquo; paparnya.
Menurutnya, lima pabrik milik anggota Holding BUMN Farmasi memang  under capacity atau sejak awal. Sehingga operasionalnya tidak cukup  maksimal. Soal ini Arya enggan menjelaskan lebih rinci pabrik mana saja  yang bakal ditutup.
&amp;ldquo;Sejak awal dia juga memang gak pernah ini, selalu under capacity,  jadi memang seharusnya gak perlu bangun pabrik sebanyak itu, dibangun  sebanyak itu,&amp;rdquo; beber dia.
KAEF memiliki sepuluh pabrik obat di beberapa wilayah, seperti Pabrik  Sinkona (Subang), Pabrik Jakarta, Pabrik Banjaran (Bandung), pabrik  Marin Liza (Bandung).
Lalu, pabrik Lucas Djaja (Bandung), Pabrik Sungwun (Cikarang), Pabrik  Phapros (Semarang), Pabrik Watudakon (Jombang), dan dua pabrik lainnya  yang berlokasi di Semarang dan Bali.
&amp;ldquo;Aku gak tahu (lima pabrik yang ditutup),&amp;rdquo; ucap Arya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8wMy8xLzE4MjQ0NS81L3g5MWV6cTI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - PT Kimia Farma (Persero) Tbk atau KAEF bakal menutup lima pabrik obat. Penutupan pabrik obat ini akan memicu potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) massal.
Terkait potensi PHK massal, Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan, Kimia Farma tetap mengedepankan win-win solution. Saat ini manajemen masih mengkaji win-win solution bagi karyawan.

BACA JUGA:
Begini Nasib Karyawan Kimia Farma Dibayangi PHK Massal


&amp;ldquo;Lagi disusun (win-win solution) sama temen-temen di manajemen Kimia Farma, kan ada konsekuensi dari penutupan pabrik kan, pasti ada hal-hal yang berbaur sama karyawan juga,&amp;rdquo; ujar Arya saat ditemui di gedung Kementerian BUMN, Kamis (18/7/2024).
Lantaran masih dalam tahap kajian, Arya belum dapat membeberkan lebih jauh perihal skema win-win solution yang dimaksud.

BACA JUGA:
Dibanjiri Barang Impor China, Aturan Ini Bakal Bikin Industri Petrokimia Merana


Dia menyebut, aksi penutupan lima pabrik untuk menekan biaya operasional, efisiensi bisnis, dan meningkatkan utilitas. Selain itu, lima pabrik dinilai under capacity, sehingga tidak maksimal beroperasi.
&amp;ldquo;Kan kita tahu juga ini adalah pabrik lama ya, sudah lama, gak efisien, harusnya cuman lima, ya ada sepuluh ya,&amp;rdquo; paparnya.
Menurutnya, lima pabrik milik anggota Holding BUMN Farmasi memang  under capacity atau sejak awal. Sehingga operasionalnya tidak cukup  maksimal. Soal ini Arya enggan menjelaskan lebih rinci pabrik mana saja  yang bakal ditutup.
&amp;ldquo;Sejak awal dia juga memang gak pernah ini, selalu under capacity,  jadi memang seharusnya gak perlu bangun pabrik sebanyak itu, dibangun  sebanyak itu,&amp;rdquo; beber dia.
KAEF memiliki sepuluh pabrik obat di beberapa wilayah, seperti Pabrik  Sinkona (Subang), Pabrik Jakarta, Pabrik Banjaran (Bandung), pabrik  Marin Liza (Bandung).
Lalu, pabrik Lucas Djaja (Bandung), Pabrik Sungwun (Cikarang), Pabrik  Phapros (Semarang), Pabrik Watudakon (Jombang), dan dua pabrik lainnya  yang berlokasi di Semarang dan Bali.
&amp;ldquo;Aku gak tahu (lima pabrik yang ditutup),&amp;rdquo; ucap Arya.</content:encoded></item></channel></rss>
