<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani Beberkan Alasan Keponakan Prabowo Jadi Wamenkeu</title><description>Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati membeberkan alasan keponakan Prabowo yakni Thomas Djiwandono menjadi Wamenkeu.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/19/320/3036444/sri-mulyani-beberkan-alasan-keponakan-prabowo-jadi-wamenkeu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/07/19/320/3036444/sri-mulyani-beberkan-alasan-keponakan-prabowo-jadi-wamenkeu"/><item><title>Sri Mulyani Beberkan Alasan Keponakan Prabowo Jadi Wamenkeu</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/19/320/3036444/sri-mulyani-beberkan-alasan-keponakan-prabowo-jadi-wamenkeu</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/07/19/320/3036444/sri-mulyani-beberkan-alasan-keponakan-prabowo-jadi-wamenkeu</guid><pubDate>Jum'at 19 Juli 2024 09:06 WIB</pubDate><dc:creator>Ghanny Rachmansyah S</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/19/320/3036444/sri-mulyani-beberkan-alasan-keponakan-prabowo-jadi-wamenkeu-xhPHCS0vHU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sri Mulyani ungkap alasan Thomas Djiwandono jadi Wamenkeu (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/19/320/3036444/sri-mulyani-beberkan-alasan-keponakan-prabowo-jadi-wamenkeu-xhPHCS0vHU.jpg</image><title>Sri Mulyani ungkap alasan Thomas Djiwandono jadi Wamenkeu (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8xOC80LzE4MjkzMi81L3g5MmU1c2s=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati membeberkan alasan keponakan Prabowo yakni Thomas Djiwandono menjadi Wamenkeu. Masuknya Thomas Djiwandono disebut akan semakin mempermudah Kemenkeu dalam berkomunikasi dan berkoordinasi dengan tim transisi pemerintahan.

BACA JUGA:
Besaran Gaji dan Tunjangan Thomas Djiwandono Jadi Wakil Menteri Keuangan


Diharapkan Thomas Djiwandono bisa membuat proses transisi pemerintahan bisa berjalan dengan lancar. Sri Mulyani juga membantah jika masuknya Thomas Djiwandono pertanda komunikasi selama ini tidak lancar.
&quot;Tentu dengan masuknya mas Thomas di sini akan membuat seluruh komunikasinya menjadi mudah, kalau kemarin itu kita biasanya mengundang tadi sekaligus menanyakan apakah maksud masuknya mas Thomas ini karena kita tidak ada hubungan yang bagus? nggak, justru karena selama ini bagus namun dengan adanya di dalam kan nggak perlu harus adanya pertemuan khusus karena mas Thomas ada di sini,&quot; jelas Sri Mulyani, ditulis Jumat (19/7/2024).

BACA JUGA:
Sri Mulyani: Thomas Djiwandono Fokus ke RAPBN 2025 demi Program Prabowo


Sri Mulyani mengungkapkan bahwa Thomas Djiwandono akan langsung bekerja bersama pejabat lainnya untuk menjalankan tugas negara
&quot;Pak Thomas Djiwandono ini sebagai Wamenkeu akan bekerja sama dengan Wamenkeu yang sekarang pak Suahasil Nazara dan seluruh pejabat eselon I untuk bisa menjalankan tugas mengelola negara,&quot; jelas Sri Mulyani.
Adapun tugas negara tersebut, lanjut Menkeu, adalah menjalankan tugas  sebagai bendahara negara bersama dan terus menggunakan instrumen  keuangan negara untuk bisa merespons dinamika perekonomian global dan  nasional yang akan terus meningkat.
&quot;Kita harus mampu untuk memitigasi risiko dari berbagai dinamika  tersebut, supaya kita bisa tetap menjaga stabilitas ekonomi, menjaga dan  memperkuat momentum pertumbuhan ekonomi dan sekaligus untuk menjaga  instrumen fiskal atau APBN agar terus sehat berkelanjutan,&quot; kata Menkeu.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8xOC80LzE4MjkzMi81L3g5MmU1c2s=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati membeberkan alasan keponakan Prabowo yakni Thomas Djiwandono menjadi Wamenkeu. Masuknya Thomas Djiwandono disebut akan semakin mempermudah Kemenkeu dalam berkomunikasi dan berkoordinasi dengan tim transisi pemerintahan.

BACA JUGA:
Besaran Gaji dan Tunjangan Thomas Djiwandono Jadi Wakil Menteri Keuangan


Diharapkan Thomas Djiwandono bisa membuat proses transisi pemerintahan bisa berjalan dengan lancar. Sri Mulyani juga membantah jika masuknya Thomas Djiwandono pertanda komunikasi selama ini tidak lancar.
&quot;Tentu dengan masuknya mas Thomas di sini akan membuat seluruh komunikasinya menjadi mudah, kalau kemarin itu kita biasanya mengundang tadi sekaligus menanyakan apakah maksud masuknya mas Thomas ini karena kita tidak ada hubungan yang bagus? nggak, justru karena selama ini bagus namun dengan adanya di dalam kan nggak perlu harus adanya pertemuan khusus karena mas Thomas ada di sini,&quot; jelas Sri Mulyani, ditulis Jumat (19/7/2024).

BACA JUGA:
Sri Mulyani: Thomas Djiwandono Fokus ke RAPBN 2025 demi Program Prabowo


Sri Mulyani mengungkapkan bahwa Thomas Djiwandono akan langsung bekerja bersama pejabat lainnya untuk menjalankan tugas negara
&quot;Pak Thomas Djiwandono ini sebagai Wamenkeu akan bekerja sama dengan Wamenkeu yang sekarang pak Suahasil Nazara dan seluruh pejabat eselon I untuk bisa menjalankan tugas mengelola negara,&quot; jelas Sri Mulyani.
Adapun tugas negara tersebut, lanjut Menkeu, adalah menjalankan tugas  sebagai bendahara negara bersama dan terus menggunakan instrumen  keuangan negara untuk bisa merespons dinamika perekonomian global dan  nasional yang akan terus meningkat.
&quot;Kita harus mampu untuk memitigasi risiko dari berbagai dinamika  tersebut, supaya kita bisa tetap menjaga stabilitas ekonomi, menjaga dan  memperkuat momentum pertumbuhan ekonomi dan sekaligus untuk menjaga  instrumen fiskal atau APBN agar terus sehat berkelanjutan,&quot; kata Menkeu.</content:encoded></item></channel></rss>
