<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penyaluran Pupuk Subsidi Tahap I Rp26,7 Triliun</title><description>PT Pupuk Indonesia (Persero) memastikan penyaluran pupuk subsidi tetap dilanjutkan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/19/320/3036675/penyaluran-pupuk-subsidi-tahap-i-rp26-7-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/07/19/320/3036675/penyaluran-pupuk-subsidi-tahap-i-rp26-7-triliun"/><item><title>Penyaluran Pupuk Subsidi Tahap I Rp26,7 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/19/320/3036675/penyaluran-pupuk-subsidi-tahap-i-rp26-7-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/07/19/320/3036675/penyaluran-pupuk-subsidi-tahap-i-rp26-7-triliun</guid><pubDate>Jum'at 19 Juli 2024 16:02 WIB</pubDate><dc:creator>Ghanny Rachmansyah S</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/19/320/3036675/penyaluran-pupuk-subsidi-tahap-i-rp26-7-triliun-XxFGG1LhRG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pupuk Indonesia pastikan penyaluran pupuk subsidi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/19/320/3036675/penyaluran-pupuk-subsidi-tahap-i-rp26-7-triliun-XxFGG1LhRG.jpg</image><title>Pupuk Indonesia pastikan penyaluran pupuk subsidi (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8wOC80LzE4MjYzOC81L3g5MXB6dnE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; PT Pupuk Indonesia (Persero) memastikan penyaluran pupuk subsidi tetap dilanjutkan. Adapun kontrak pertama penyaluran pupuk subsidi sebesar Rp26,7 triliun akan habis di Juli 2024.
Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi menegaskan proses administratif penambahan anggaran yang masih berjalan membuat Kementerian Pertanian (Kementan) belum bisa merampungkan finalisasi kontrak subsidi pupuk dengan Pupuk Indonesia. Diketahui kontrak penyaluran alokasi subsidi pertama dengan volume sebesar 4,7 juta ton akan selesai pada Juli 2024 ini.

BACA JUGA:
Pantau Penyaluran Pupuk Subsidi, Polri Temukan Ribuan Petani Tak Dapat Hak di NTT


Pemerintah, melalui Kepmentan Nomor 249 Tahun 2024, telah meningkatkan alokasi subsidi pupuk yang tadinya 4,7 ton menjadi sebesar 9,55 juta ton atau senilai Rp 54 triliun untuk tahun ini. Langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa kebutuhan pupuk subsidi bagi para petani terpenuhi dan produktivitas pertanian dapat terus meningkat.
Rahmad juga mengapresiasi upaya Menteri Pertanian yang langsung bergerak cepat dalam mengatasi kendala ini.

BACA JUGA:
 Mabes Polri Pastikan Penyaluran Pupuk Subsidi ke Magelang dan Gunung Kidul untuk Petani


&quot;Saya tahu persis Menteri Pertanian all out langsung di hari yang sama saya laporkan, beliau langsung menelepon Presiden (Joko Widodo) dan Menteri Keuangan dan sudah disepakati. Dari kesepakatan-kesepakatan tingkat menteri itu kemudian kami juga sudah diinstruksikan untuk tidak berhenti menyalurkan pupuk subsidi,&quot; jelasnya, Jumat (19/7/2024).
Pupuk Indonesia bersama Kementan dan pemerintah berkomitmen agar penyaluran pupuk terus berjalan mengikuti Permentan.
&amp;ldquo;Penyaluran pupuk bersubsidi akan tetap berjalan meskipun kontrak pertama senilai Rp 26,7 triliun telah habis pada bulan Juli 2024. Ini adalah bagian dari komitmen bersama antara Pupuk Indonesia dan pemerintah untuk melindungi petani dalam menjalani masa tanam tahun ini,&amp;rdquo; ujar Rahmad.
Dengan adanya komitmen ini, diharapkan distribusi pupuk subsidi dapat  berjalan dengan baik dan tepat waktu, sehingga produktivitas pertanian  nasional tetap terjaga. Pemerintah dan Pupuk Indonesia terus berupaya  untuk menyederhanakan birokrasi dan meningkatkan efisiensi penyaluran  pupuk subsidi guna mendukung ketahanan pangan nasional. Hingga 12 Juli  2024, Pupuk Indonesia telah menyalurkan sebanyak 3,41 juta ton pupuk  subsidi. Saat ini, masih terdapat stok pupuk urea dan NPK sebesar 1,7  juta ton yang siap untuk disalurkan.
Pada kesempatan yang berbeda Rahmad juga menerangkan, &quot;Bukan alokasi  9,55 juta ton yang habis, tapi kontrak yang berdasarkan alokasi pertama,  itu yang volumenya sudah habis. Hal yang lebih substantif harus  diutamakan sambil proses administrasi berjalan. Substantifnya adalah  kami harus mendorong produktivitas pertanian. Karena itu,  kami akan  terus menyalurkan pupuk subsidi sesuai arahan pemerintah untuk  melindungi petani,&quot; tutupnya.
Sementara itu, Ketua Umum KTNA Jawa Barat Otong Wiranta menyampaikan  bahwa sosialisasi memiliki peran penting dalam mendukung kebijakan pupuk  bersubsidi. Dia mengatakan bahwa saat ini masih terdapat  masalah-masalah penyaluran atau distribusi pupuk bersubsidi.
&amp;ldquo;Sosialisasi ini sangat penting untuk digencarkan kembali karena  sampai saat ini masih banyak petani yang belum paham tata cara mendaftar  sampai menebus pupuk subsidi. Sebanyak 1 juta petani di wilayah Jawa  Barat belum datang melakukan transaksi penebusan pupuk subsidi. Selain  itu, regenerasi dan kualitas SDM petani juga memerlukan perhatian  khusus. Lebih dari 65 persen petani di Jawa Barat merupakan lansia dan  37 persen dari total petani tingkat pendidikannya di bawah SD,&amp;rdquo;  jelasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8wOC80LzE4MjYzOC81L3g5MXB6dnE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; PT Pupuk Indonesia (Persero) memastikan penyaluran pupuk subsidi tetap dilanjutkan. Adapun kontrak pertama penyaluran pupuk subsidi sebesar Rp26,7 triliun akan habis di Juli 2024.
Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi menegaskan proses administratif penambahan anggaran yang masih berjalan membuat Kementerian Pertanian (Kementan) belum bisa merampungkan finalisasi kontrak subsidi pupuk dengan Pupuk Indonesia. Diketahui kontrak penyaluran alokasi subsidi pertama dengan volume sebesar 4,7 juta ton akan selesai pada Juli 2024 ini.

BACA JUGA:
Pantau Penyaluran Pupuk Subsidi, Polri Temukan Ribuan Petani Tak Dapat Hak di NTT


Pemerintah, melalui Kepmentan Nomor 249 Tahun 2024, telah meningkatkan alokasi subsidi pupuk yang tadinya 4,7 ton menjadi sebesar 9,55 juta ton atau senilai Rp 54 triliun untuk tahun ini. Langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa kebutuhan pupuk subsidi bagi para petani terpenuhi dan produktivitas pertanian dapat terus meningkat.
Rahmad juga mengapresiasi upaya Menteri Pertanian yang langsung bergerak cepat dalam mengatasi kendala ini.

BACA JUGA:
 Mabes Polri Pastikan Penyaluran Pupuk Subsidi ke Magelang dan Gunung Kidul untuk Petani


&quot;Saya tahu persis Menteri Pertanian all out langsung di hari yang sama saya laporkan, beliau langsung menelepon Presiden (Joko Widodo) dan Menteri Keuangan dan sudah disepakati. Dari kesepakatan-kesepakatan tingkat menteri itu kemudian kami juga sudah diinstruksikan untuk tidak berhenti menyalurkan pupuk subsidi,&quot; jelasnya, Jumat (19/7/2024).
Pupuk Indonesia bersama Kementan dan pemerintah berkomitmen agar penyaluran pupuk terus berjalan mengikuti Permentan.
&amp;ldquo;Penyaluran pupuk bersubsidi akan tetap berjalan meskipun kontrak pertama senilai Rp 26,7 triliun telah habis pada bulan Juli 2024. Ini adalah bagian dari komitmen bersama antara Pupuk Indonesia dan pemerintah untuk melindungi petani dalam menjalani masa tanam tahun ini,&amp;rdquo; ujar Rahmad.
Dengan adanya komitmen ini, diharapkan distribusi pupuk subsidi dapat  berjalan dengan baik dan tepat waktu, sehingga produktivitas pertanian  nasional tetap terjaga. Pemerintah dan Pupuk Indonesia terus berupaya  untuk menyederhanakan birokrasi dan meningkatkan efisiensi penyaluran  pupuk subsidi guna mendukung ketahanan pangan nasional. Hingga 12 Juli  2024, Pupuk Indonesia telah menyalurkan sebanyak 3,41 juta ton pupuk  subsidi. Saat ini, masih terdapat stok pupuk urea dan NPK sebesar 1,7  juta ton yang siap untuk disalurkan.
Pada kesempatan yang berbeda Rahmad juga menerangkan, &quot;Bukan alokasi  9,55 juta ton yang habis, tapi kontrak yang berdasarkan alokasi pertama,  itu yang volumenya sudah habis. Hal yang lebih substantif harus  diutamakan sambil proses administrasi berjalan. Substantifnya adalah  kami harus mendorong produktivitas pertanian. Karena itu,  kami akan  terus menyalurkan pupuk subsidi sesuai arahan pemerintah untuk  melindungi petani,&quot; tutupnya.
Sementara itu, Ketua Umum KTNA Jawa Barat Otong Wiranta menyampaikan  bahwa sosialisasi memiliki peran penting dalam mendukung kebijakan pupuk  bersubsidi. Dia mengatakan bahwa saat ini masih terdapat  masalah-masalah penyaluran atau distribusi pupuk bersubsidi.
&amp;ldquo;Sosialisasi ini sangat penting untuk digencarkan kembali karena  sampai saat ini masih banyak petani yang belum paham tata cara mendaftar  sampai menebus pupuk subsidi. Sebanyak 1 juta petani di wilayah Jawa  Barat belum datang melakukan transaksi penebusan pupuk subsidi. Selain  itu, regenerasi dan kualitas SDM petani juga memerlukan perhatian  khusus. Lebih dari 65 persen petani di Jawa Barat merupakan lansia dan  37 persen dari total petani tingkat pendidikannya di bawah SD,&amp;rdquo;  jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
