<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sistem Layanan Citilink hingga AirAsia Terdampak Gangguan IT Global</title><description>Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan buka suara soal gangguan sistem teknologi informasi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/20/320/3036984/sistem-layanan-citilink-hingga-airasia-terdampak-gangguan-it-global</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/07/20/320/3036984/sistem-layanan-citilink-hingga-airasia-terdampak-gangguan-it-global"/><item><title>Sistem Layanan Citilink hingga AirAsia Terdampak Gangguan IT Global</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/20/320/3036984/sistem-layanan-citilink-hingga-airasia-terdampak-gangguan-it-global</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/07/20/320/3036984/sistem-layanan-citilink-hingga-airasia-terdampak-gangguan-it-global</guid><pubDate>Sabtu 20 Juli 2024 11:24 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/20/320/3036984/sistem-layanan-citilink-hingga-airasia-terdampak-gangguan-it-global-v8yz1Eg4y8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sistem Layanan Pesawat Gangguan (Foto:Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/20/320/3036984/sistem-layanan-citilink-hingga-airasia-terdampak-gangguan-it-global-v8yz1Eg4y8.jpg</image><title>Sistem Layanan Pesawat Gangguan (Foto:Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNi8zMC8xOS8xODIzMjIvNS94OTE2d2N1&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan buka suara soal gangguan sistem teknologi informasi (IT) global di beberapa Bandara Internasional. Seperti Amerika Serikat, Belanda, Singapura, Malaysia, dan lainnya.
Berdasarkan Holding Statement, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Sabtu (20/7/2024), gangguan tersebut berdampak pada sistem layanan beberapa maskapai di Indonesia, sebab terhubung dengan provider sistem secara global.

BACA JUGA:
Harga Tiket Pesawat ke Balikpapan Tembus Rp10 Juta Jelang Upacara 17 Agustus di IKN


Adapun beberapa maskapai di Indonesia yang terdampak dari adanya gangguan layanan tersebut seperti Citilink, Scoot Airlines, AirAsia, dan Indigo.
&quot;Di Indonesia, gangguan sistem IT terjadi di beberapa sistem check-in milik beberapa maskapai seperti Citilink, Scoot Airlines, AirAsia dan Indigo, mengingat sistem tersebut terhubung dengan provider sistem secara global,&quot; tulis keterangan resmi Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.

BACA JUGA:
Ternyata Ini Biang Kerok Harga Tiket Pesawat Indonesia Termahal di Dunia


Kemenhub menyebut beberapa langkah yang diambil untuk melanjutkan kegiatan yang ada di Bandara dengan melakukan proses check-in keberangkatan penumpang dan bagasi secara manual.
&quot;Beberapa operator penerbangan seperti PT. Angkasa Pura Indonesia (PT. Angkasa Pura I dan PT. Angkasa Pura II), serta Airnav Indonesia tetap menjalankan operasional penerbangan dengan normal dan tidak terdapat gangguan,&quot; sambungnya.
Kementerian Perhubungan melalui Ditjen Hubud memonitor perkembangan masalah tersebut dan melakukan langkah-langkah antisipasi dan mitigasi termasuk memastikan penanganan penumpang dengan memberikan kompensasi keterlambatan (delay management) dan opsi pelayanan terbaik kepada penumpang.
Selain itu Ditjen Hubud menugaskan para Inspektur Penerbangan untuk bekerja sama dengan para operator penerbangan, penyelenggara bandara dan penyelenggara navigasi penerbangan untuk  memastikan operasional penerbangan tetap berjalan dengan aman dan selamat.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNi8zMC8xOS8xODIzMjIvNS94OTE2d2N1&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan buka suara soal gangguan sistem teknologi informasi (IT) global di beberapa Bandara Internasional. Seperti Amerika Serikat, Belanda, Singapura, Malaysia, dan lainnya.
Berdasarkan Holding Statement, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Sabtu (20/7/2024), gangguan tersebut berdampak pada sistem layanan beberapa maskapai di Indonesia, sebab terhubung dengan provider sistem secara global.

BACA JUGA:
Harga Tiket Pesawat ke Balikpapan Tembus Rp10 Juta Jelang Upacara 17 Agustus di IKN


Adapun beberapa maskapai di Indonesia yang terdampak dari adanya gangguan layanan tersebut seperti Citilink, Scoot Airlines, AirAsia, dan Indigo.
&quot;Di Indonesia, gangguan sistem IT terjadi di beberapa sistem check-in milik beberapa maskapai seperti Citilink, Scoot Airlines, AirAsia dan Indigo, mengingat sistem tersebut terhubung dengan provider sistem secara global,&quot; tulis keterangan resmi Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.

BACA JUGA:
Ternyata Ini Biang Kerok Harga Tiket Pesawat Indonesia Termahal di Dunia


Kemenhub menyebut beberapa langkah yang diambil untuk melanjutkan kegiatan yang ada di Bandara dengan melakukan proses check-in keberangkatan penumpang dan bagasi secara manual.
&quot;Beberapa operator penerbangan seperti PT. Angkasa Pura Indonesia (PT. Angkasa Pura I dan PT. Angkasa Pura II), serta Airnav Indonesia tetap menjalankan operasional penerbangan dengan normal dan tidak terdapat gangguan,&quot; sambungnya.
Kementerian Perhubungan melalui Ditjen Hubud memonitor perkembangan masalah tersebut dan melakukan langkah-langkah antisipasi dan mitigasi termasuk memastikan penanganan penumpang dengan memberikan kompensasi keterlambatan (delay management) dan opsi pelayanan terbaik kepada penumpang.
Selain itu Ditjen Hubud menugaskan para Inspektur Penerbangan untuk bekerja sama dengan para operator penerbangan, penyelenggara bandara dan penyelenggara navigasi penerbangan untuk  memastikan operasional penerbangan tetap berjalan dengan aman dan selamat.</content:encoded></item></channel></rss>
