<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Alasan Penutup Jendela Pesawat Harus Dibuka saat Lepas Landas dan Mendarat</title><description>Saat berpergian menggunakan pesawat, mungkin warganet sering mendengar instruksi dari awak kabin untuk membuka tirai jendela.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/21/320/3035042/alasan-penutup-jendela-pesawat-harus-dibuka-saat-lepas-landas-dan-mendarat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/07/21/320/3035042/alasan-penutup-jendela-pesawat-harus-dibuka-saat-lepas-landas-dan-mendarat"/><item><title>Alasan Penutup Jendela Pesawat Harus Dibuka saat Lepas Landas dan Mendarat</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/21/320/3035042/alasan-penutup-jendela-pesawat-harus-dibuka-saat-lepas-landas-dan-mendarat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/07/21/320/3035042/alasan-penutup-jendela-pesawat-harus-dibuka-saat-lepas-landas-dan-mendarat</guid><pubDate>Minggu 21 Juli 2024 21:04 WIB</pubDate><dc:creator>Nekha Fatimah Nursadiyah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/16/320/3035042/alasan-penutup-jendela-pesawat-harus-dibuka-saat-lepas-landas-dan-mendarat-mcCdsjnUxh.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Alasan kaca jendela pesawat harus terbuka saat lepas landas (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/16/320/3035042/alasan-penutup-jendela-pesawat-harus-dibuka-saat-lepas-landas-dan-mendarat-mcCdsjnUxh.jpeg</image><title>Alasan kaca jendela pesawat harus terbuka saat lepas landas (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNi8zMC8xOS8xODIzMjIvNS94OTE2d2N1&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Saat berpergian menggunakan pesawat, mungkin warganet sering mendengar instruksi dari awak kabin untuk membuka tirai jendela saat lepas landas dan mendarat.
Tirai jendela pesawat terbuka atau tertutup? Ini adalah pertanyaan yang sering muncul di benak penumpang pesawat saat akan lepas landas atau mendarat. Lantas apa sebenarnya alasan di balik instruksi tersebut?

BACA JUGA:
Ngamuk hingga Gigit Pramugari, Penumpang Wanita Diusir dari Pesawat


Meskipun terlihat sepele dan tidak memiliki dampak langsung, aturan ini sebenarnya berpengaruh pada kenyamanan dan keselamatan penumpang.
Melansir Instagram resmi Ditjen Perhubungan Udara RI, tirai jendela harus tetap terbuka saat lepas landas dan mendarat karena tahap ini sangat penting untuk keamanan penerbangan.

BACA JUGA:
Harga Tiket Pesawat Indonesia Termahal Kedua di Dunia, Begini Reaksi Kemenparekraf


Selama proses ini, awak kabin memastikan semua tirai jendela terbuka untuk memudahkan mereka dalam memberikan panduan navigasi, mengelola perubahan konfigurasi pesawat, mengawasi kondisi cuaca, dan mengidentifikasi faktor-faktor lain yang dapat membahayakan penerbangan.
Selain membantu awak kabin melihat keluar, membuka tirai jendela  pesawat juga memungkinakan kru darat melihat kondisi pesawat saat lepas  landas dan mendarat.
Sebagai informasi, meskipun umumnya disarankan untuk membuka tirai  jendela saat lepas landas dan mendarat, kebijakan ini dapat bervariasi  tergantung pada maskapai penerbangan dan situasi spesifik.
Dengan demikian, regulasi ini perlu dipahami oleh penumpang pesawat.  Tujuannya tidak lain untuk menjaga keamanan dalam situasi penerbangan.
Tetap patuhi petunjuk dari awak kabin untuk memastikan pengalaman penerbangan yang aman bagi semua penumpang.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNi8zMC8xOS8xODIzMjIvNS94OTE2d2N1&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Saat berpergian menggunakan pesawat, mungkin warganet sering mendengar instruksi dari awak kabin untuk membuka tirai jendela saat lepas landas dan mendarat.
Tirai jendela pesawat terbuka atau tertutup? Ini adalah pertanyaan yang sering muncul di benak penumpang pesawat saat akan lepas landas atau mendarat. Lantas apa sebenarnya alasan di balik instruksi tersebut?

BACA JUGA:
Ngamuk hingga Gigit Pramugari, Penumpang Wanita Diusir dari Pesawat


Meskipun terlihat sepele dan tidak memiliki dampak langsung, aturan ini sebenarnya berpengaruh pada kenyamanan dan keselamatan penumpang.
Melansir Instagram resmi Ditjen Perhubungan Udara RI, tirai jendela harus tetap terbuka saat lepas landas dan mendarat karena tahap ini sangat penting untuk keamanan penerbangan.

BACA JUGA:
Harga Tiket Pesawat Indonesia Termahal Kedua di Dunia, Begini Reaksi Kemenparekraf


Selama proses ini, awak kabin memastikan semua tirai jendela terbuka untuk memudahkan mereka dalam memberikan panduan navigasi, mengelola perubahan konfigurasi pesawat, mengawasi kondisi cuaca, dan mengidentifikasi faktor-faktor lain yang dapat membahayakan penerbangan.
Selain membantu awak kabin melihat keluar, membuka tirai jendela  pesawat juga memungkinakan kru darat melihat kondisi pesawat saat lepas  landas dan mendarat.
Sebagai informasi, meskipun umumnya disarankan untuk membuka tirai  jendela saat lepas landas dan mendarat, kebijakan ini dapat bervariasi  tergantung pada maskapai penerbangan dan situasi spesifik.
Dengan demikian, regulasi ini perlu dipahami oleh penumpang pesawat.  Tujuannya tidak lain untuk menjaga keamanan dalam situasi penerbangan.
Tetap patuhi petunjuk dari awak kabin untuk memastikan pengalaman penerbangan yang aman bagi semua penumpang.</content:encoded></item></channel></rss>
