<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Realisasi Investasi Kawasan Ekonomi Khusus Rp205,2 Triliun, Serap 132 Ribu Pekerja</title><description>Realisasi investasi kumulatif di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) mencapai Rp205,2 triliun hingga semester I-2024.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/21/320/3037290/realisasi-investasi-kawasan-ekonomi-khusus-rp205-2-triliun-serap-132-ribu-pekerja</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/07/21/320/3037290/realisasi-investasi-kawasan-ekonomi-khusus-rp205-2-triliun-serap-132-ribu-pekerja"/><item><title>Realisasi Investasi Kawasan Ekonomi Khusus Rp205,2 Triliun, Serap 132 Ribu Pekerja</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/21/320/3037290/realisasi-investasi-kawasan-ekonomi-khusus-rp205-2-triliun-serap-132-ribu-pekerja</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/07/21/320/3037290/realisasi-investasi-kawasan-ekonomi-khusus-rp205-2-triliun-serap-132-ribu-pekerja</guid><pubDate>Minggu 21 Juli 2024 09:51 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/21/320/3037290/realisasi-investasi-kawasan-ekonomi-khusus-rp205-2-triliun-serap-132-ribu-pekerja-xO9RSRKgTa.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Realisasi investasi Kawasan Ekonomi Khusus (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/21/320/3037290/realisasi-investasi-kawasan-ekonomi-khusus-rp205-2-triliun-serap-132-ribu-pekerja-xO9RSRKgTa.jpg</image><title>Realisasi investasi Kawasan Ekonomi Khusus (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8wNy8zNC8xNjc4NjAvNS94OG1jMHVw&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Realisasi investasi kumulatif di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) mencapai Rp205,2 triliun hingga semester I-2024. Dengan investasi tersebut, KEK telah menyerap 132 ribu tenaga kerja.
Sayangnya Menko Perekonomian Airlangga Hartarto enggan merinci realisasi investasi dan tenaga kerja dari masing-masing 20 Kawasan Ekonomi Khusus di Tanah Air.

BACA JUGA:
Erick Thohir Ajak Pemilik Burj Khalifa ke KEK Sanur Bali


&amp;ldquo;Hingga semester I-2024, KEK telah berhasil mencatatkan realisasi investasi kumulatif senilai Rp205,2 triliun dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 132.227 orang,&amp;rdquo; ujar Airlangga, Minggu (21/7/2024).
Mengutip laman Website Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus, per semester I/2024 KEK mencatatkan investasi Rp31,4 triliun atau setara 40% dari target yang telah ditetapkan sepanjang tahun ini.

BACA JUGA:
Jokowi Siapkan KEK Sanur Jadi Motor Penggerak Ekonomi Bali


Untuk penyerapan tenaga kerja berada di posisi 15.229 orang atau 39% dari target 2024. Selain itu, terdapat tambahan 36 pelaku usaha baru. Capaian ini lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yang hanya mencapai Rp22,2 triliun atau 33% dari target.
Hasil evaluasi kinerja KEK semester I/2024 bahwa terdapat tiga KEK dengan pencapaian tertinggi. KEK Gresik mencatat pencapaian tertinggi, diikuti oleh KEK Mandalika, dan KEK Kendal.
Meskipun secara umum dinilai perkembangan KEK berjalan dengan baik,  namun dalam pelaksanaannya masih menghadapi beberapa tantangan.
Jumlah KEK mencapai 20 kawasan dan dibagi ke dalam dua kluster, di  mana masing-masing klaster terdiri dari sepuluh KEK Industri dan sepuluh  KEK Pariwisata.
Rinciannya, di wilayah Sumatera, yakni KEK Arun Lhokseumawe, KEK Sei  Mangkei, dan KEK Batam Aero Technic. Di Pulau Jawa ada KEK Galang  Batang, KEK Kendal, KEK Gresik, dan KEK Singhasari.
Di wilayah lainnya atau di luar Sumatera dan Jawa terdapat KEK  Sorong, KEK Bitung, KEK Palu, KEK MBTK, KEK Nongsa, KEK Tanjung  Kelayang, KEK Tanjung Lesung, KEK Lido, KEK Morotai, KEK Likupang, KEK  Mandalika, KEK Kura-Kura Bali, dan KEK Sanur.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8wNy8zNC8xNjc4NjAvNS94OG1jMHVw&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Realisasi investasi kumulatif di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) mencapai Rp205,2 triliun hingga semester I-2024. Dengan investasi tersebut, KEK telah menyerap 132 ribu tenaga kerja.
Sayangnya Menko Perekonomian Airlangga Hartarto enggan merinci realisasi investasi dan tenaga kerja dari masing-masing 20 Kawasan Ekonomi Khusus di Tanah Air.

BACA JUGA:
Erick Thohir Ajak Pemilik Burj Khalifa ke KEK Sanur Bali


&amp;ldquo;Hingga semester I-2024, KEK telah berhasil mencatatkan realisasi investasi kumulatif senilai Rp205,2 triliun dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 132.227 orang,&amp;rdquo; ujar Airlangga, Minggu (21/7/2024).
Mengutip laman Website Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus, per semester I/2024 KEK mencatatkan investasi Rp31,4 triliun atau setara 40% dari target yang telah ditetapkan sepanjang tahun ini.

BACA JUGA:
Jokowi Siapkan KEK Sanur Jadi Motor Penggerak Ekonomi Bali


Untuk penyerapan tenaga kerja berada di posisi 15.229 orang atau 39% dari target 2024. Selain itu, terdapat tambahan 36 pelaku usaha baru. Capaian ini lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yang hanya mencapai Rp22,2 triliun atau 33% dari target.
Hasil evaluasi kinerja KEK semester I/2024 bahwa terdapat tiga KEK dengan pencapaian tertinggi. KEK Gresik mencatat pencapaian tertinggi, diikuti oleh KEK Mandalika, dan KEK Kendal.
Meskipun secara umum dinilai perkembangan KEK berjalan dengan baik,  namun dalam pelaksanaannya masih menghadapi beberapa tantangan.
Jumlah KEK mencapai 20 kawasan dan dibagi ke dalam dua kluster, di  mana masing-masing klaster terdiri dari sepuluh KEK Industri dan sepuluh  KEK Pariwisata.
Rinciannya, di wilayah Sumatera, yakni KEK Arun Lhokseumawe, KEK Sei  Mangkei, dan KEK Batam Aero Technic. Di Pulau Jawa ada KEK Galang  Batang, KEK Kendal, KEK Gresik, dan KEK Singhasari.
Di wilayah lainnya atau di luar Sumatera dan Jawa terdapat KEK  Sorong, KEK Bitung, KEK Palu, KEK MBTK, KEK Nongsa, KEK Tanjung  Kelayang, KEK Tanjung Lesung, KEK Lido, KEK Morotai, KEK Likupang, KEK  Mandalika, KEK Kura-Kura Bali, dan KEK Sanur.</content:encoded></item></channel></rss>
