<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Helikopter Jatuh di Bali karena Tali Layangan, Menhub: Pelajaran Mahal</title><description>Sebuah helikopter yang dioperasikan PT Whitesky Aviation jatuh di Suluban Pecatu, Bali.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/21/320/3037360/helikopter-jatuh-di-bali-karena-tali-layangan-menhub-pelajaran-mahal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/07/21/320/3037360/helikopter-jatuh-di-bali-karena-tali-layangan-menhub-pelajaran-mahal"/><item><title>Helikopter Jatuh di Bali karena Tali Layangan, Menhub: Pelajaran Mahal</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/21/320/3037360/helikopter-jatuh-di-bali-karena-tali-layangan-menhub-pelajaran-mahal</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/07/21/320/3037360/helikopter-jatuh-di-bali-karena-tali-layangan-menhub-pelajaran-mahal</guid><pubDate>Minggu 21 Juli 2024 14:19 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/21/320/3037360/helikopter-jatuh-di-bali-karena-tali-layangan-menhub-pelajaran-mahal-lv0wDrjJl7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Helikopter kecelakaan di Bali karena tali layangan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/21/320/3037360/helikopter-jatuh-di-bali-karena-tali-layangan-menhub-pelajaran-mahal-lv0wDrjJl7.jpg</image><title>Helikopter kecelakaan di Bali karena tali layangan (Foto: Okezone)</title></images><description>


JAKARTA - Sebuah helikopter yang dioperasikan PT Whitesky Aviation jatuh di Suluban Pecatu, Bali. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan kecelakaan tersebut disebabkan karena kurangnya pengamanan.
Budi tidak merinci lebih jauh soal minimnya pengamanan yang dimaksud. Namun dia menilai insiden tersebut menjadi pelajaran mahal bagi agar maskapai penerbangan mengutamakan aspek keselamatan.

BACA JUGA:
Helikopter Wisata Jatuh di Bali, Sandiaga Uno: Tunggu Hasil Investigasi

&amp;ldquo;Helikopter kemarin saya pikir menjadi pelajaran kita untuk mengutamakan keselamatan. Jadi pelajaran yang mahal. Satu sisi mereka baik melayani customer, tapi ada hal-hal yang kurang keamanan, jadi saya pikir pelajaran yang mahal,&amp;rdquo; ujar Budi saat ditemui di kawasan Kota Tua, Jakarta, Minggu (21/7/2024).
Aspek keamanan, lanjut dia, menjadi tanggung jawab bersama yang harus disiapkan. Sehingga, tak terulang lagi peristiwa serupa di kemudian hari.

BACA JUGA:
 KNKT Selidiki Kasus Jatuhnya Helikopter di Bali 

&amp;ldquo;Jadi yang akan datang itu menjadi kewajiban yang kita harus persiapkan,&amp;rdquo; paparnya.
Hari ini, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) tengah menginvestigasi jatuhnya helikopter yang dioperasikan PT Whitesky Aviation.Tiba di lokasi kejadian, petugas KNKT langsung membuka terpal  penutup. Tiga orang perwakilan KNKT ini akan bekerja di Bali, seperti  mencatat kondisi helikopter, termasuk benang layangan yang membelit  bagian baling-baling, yang diduga menjadi penyebab helikopter itu jatuh.
Kepala Otoritas Bandara Wilayah IV, Agustinus Budi Hartono  menjelaskan, helikopter jenis bell 505 tidak wajib dilengkapi dengan FDR  fdr atau CRD yang biasanya terekam dalam kotak hitam atau black box.
Tetapi semua informasi terekam di ATC Bandara Ngurah Rai, terutama  soal informasi lokasi dan tinggi terbang. Helikopter yang membawa tiga  wisatawan dan satu kru ini, dilaporkan mengudara dari home base Bali  heli tour di desa Ungasan selama empat menit.
Dari pantauan flight radar, heli terbang secara bertahap sampai  ketinggian 1.000 feet. Namun, tak berselang lama heli mulai turun sampai  akhirnya hilang dari radar di ketinggian 275 feet atau sekitar 100  meter di atas permukaan laut.</description><content:encoded>


JAKARTA - Sebuah helikopter yang dioperasikan PT Whitesky Aviation jatuh di Suluban Pecatu, Bali. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan kecelakaan tersebut disebabkan karena kurangnya pengamanan.
Budi tidak merinci lebih jauh soal minimnya pengamanan yang dimaksud. Namun dia menilai insiden tersebut menjadi pelajaran mahal bagi agar maskapai penerbangan mengutamakan aspek keselamatan.

BACA JUGA:
Helikopter Wisata Jatuh di Bali, Sandiaga Uno: Tunggu Hasil Investigasi

&amp;ldquo;Helikopter kemarin saya pikir menjadi pelajaran kita untuk mengutamakan keselamatan. Jadi pelajaran yang mahal. Satu sisi mereka baik melayani customer, tapi ada hal-hal yang kurang keamanan, jadi saya pikir pelajaran yang mahal,&amp;rdquo; ujar Budi saat ditemui di kawasan Kota Tua, Jakarta, Minggu (21/7/2024).
Aspek keamanan, lanjut dia, menjadi tanggung jawab bersama yang harus disiapkan. Sehingga, tak terulang lagi peristiwa serupa di kemudian hari.

BACA JUGA:
 KNKT Selidiki Kasus Jatuhnya Helikopter di Bali 

&amp;ldquo;Jadi yang akan datang itu menjadi kewajiban yang kita harus persiapkan,&amp;rdquo; paparnya.
Hari ini, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) tengah menginvestigasi jatuhnya helikopter yang dioperasikan PT Whitesky Aviation.Tiba di lokasi kejadian, petugas KNKT langsung membuka terpal  penutup. Tiga orang perwakilan KNKT ini akan bekerja di Bali, seperti  mencatat kondisi helikopter, termasuk benang layangan yang membelit  bagian baling-baling, yang diduga menjadi penyebab helikopter itu jatuh.
Kepala Otoritas Bandara Wilayah IV, Agustinus Budi Hartono  menjelaskan, helikopter jenis bell 505 tidak wajib dilengkapi dengan FDR  fdr atau CRD yang biasanya terekam dalam kotak hitam atau black box.
Tetapi semua informasi terekam di ATC Bandara Ngurah Rai, terutama  soal informasi lokasi dan tinggi terbang. Helikopter yang membawa tiga  wisatawan dan satu kru ini, dilaporkan mengudara dari home base Bali  heli tour di desa Ungasan selama empat menit.
Dari pantauan flight radar, heli terbang secara bertahap sampai  ketinggian 1.000 feet. Namun, tak berselang lama heli mulai turun sampai  akhirnya hilang dari radar di ketinggian 275 feet atau sekitar 100  meter di atas permukaan laut.</content:encoded></item></channel></rss>
