<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kalah dari Malaysia, Baru 15% UMKM RI Tembus Pasar Ekspor</title><description>Penetrasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Indonesia di pasar ekspor masih kecil.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/22/320/3037771/kalah-dari-malaysia-baru-15-umkm-ri-tembus-pasar-ekspor</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/07/22/320/3037771/kalah-dari-malaysia-baru-15-umkm-ri-tembus-pasar-ekspor"/><item><title>Kalah dari Malaysia, Baru 15% UMKM RI Tembus Pasar Ekspor</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/22/320/3037771/kalah-dari-malaysia-baru-15-umkm-ri-tembus-pasar-ekspor</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/07/22/320/3037771/kalah-dari-malaysia-baru-15-umkm-ri-tembus-pasar-ekspor</guid><pubDate>Senin 22 Juli 2024 14:27 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/22/320/3037771/kalah-dari-malaysia-baru-15-umkm-ri-tembus-pasar-ekspor-5AkDgw9Fp1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Baru 15% UMKM RI yang tembus pasar ekspor (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/22/320/3037771/kalah-dari-malaysia-baru-15-umkm-ri-tembus-pasar-ekspor-5AkDgw9Fp1.jpg</image><title>Baru 15% UMKM RI yang tembus pasar ekspor (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8xNi81LzE4MDc3MS81L3g4eWw0dXk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Penetrasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Indonesia di pasar ekspor masih kecil. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mencatat baru 15% UMKM Tanah Air yang bisa menembus pasar ekspor.
Persentase ini lebih kecil dari jumlah UMKM milik beberapa negara Asia Tenggara (ASEAN). Ketua Umum Kadin, Arsjad Rasjid menyebut, pasar ekspor UMKM Indonesia jauh tertinggal dengan Malaysia yang berada di angka 17,3% dan Thailand 28,7%.

BACA JUGA:
Kredit Macet UMKM Naik Jadi 4%


&amp;ldquo;Baru 15% UMKM Indonesia yang menembus ekspor dan angka ini terbilang jauh jika kita bandingkan dengan nilai ekspor UMKM tetangga kita dia ASEAN, seperti Malaysia di angka 17,3%, Thailand 28,7%,&amp;rdquo; ujar Arsjad saat gelaran Pesta Rakyat UMKM untuk Indonesia di Jakarta Convention Center (JCC), Senin (22/7/2024).
Menurutnya, masih ada beberapa kendala yang dihadapi UMKM untuk bisa berekspansi ke pasar internasional. Seperti, minim informasi soal cara menembus pasar ekspor, kesulitan mencari jasa ekspor yang kredibel, hingga kesulitan mencari informasi mitra negara tujuan dan akses ekspor.

BACA JUGA:
UMKM Bisa Daftarkan Merek dengan Harga Murah, Ini Syarat dan Caranya


&amp;ldquo;Beberapa kali saya membaca DM di Instagram dari pelaku UMKM yang bingung, bingung bagaimana cara menembus pasar ekspor, misalnya kesulitan mencari jasa ekspor yang kredibel, susah mencari informasi mitra negara tujuan dan akses ekspor, dan masih banyak lagi,&amp;rdquo; paparnya.
Upaya strategis agar UMKM dalam negeri semakin banyak mencaplok pasar  global merupakan tindakan yang tidak bisa ditawar. Pasalnya usaha mikro  ini merupakan tulang punggung makro perekonomian.
Arsjad mencatat, lebih dari 65 juta UMKM di Indonesia mampu menyerap  97% tenaga kerja. Bahkan, 90% UMKM di ASEAN berasal dari Indonesia.
&amp;ldquo;UMKM adalah tulang punggung perekonomian Indonesia dan memang benar  faktanya ada kurang dari 65 juta UMKM di Indonesia yang menyerap 97%  tenaga kerja di Indonesia. Dan 90% UMKM di ASEAN yang juga berasal dari  Indonesia, ini adalah potensi yang juga harus kita rayakan,&amp;rdquo; beber dia.
&amp;ldquo;Nah itu menjawab kebingungan tersebut Kadin Indonesia sebagai mitra  strategis yang berkomitmen mendukung agenda pemerintah, kami hadir,&amp;rdquo;  lanjut Arsjad.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8xNi81LzE4MDc3MS81L3g4eWw0dXk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Penetrasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Indonesia di pasar ekspor masih kecil. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mencatat baru 15% UMKM Tanah Air yang bisa menembus pasar ekspor.
Persentase ini lebih kecil dari jumlah UMKM milik beberapa negara Asia Tenggara (ASEAN). Ketua Umum Kadin, Arsjad Rasjid menyebut, pasar ekspor UMKM Indonesia jauh tertinggal dengan Malaysia yang berada di angka 17,3% dan Thailand 28,7%.

BACA JUGA:
Kredit Macet UMKM Naik Jadi 4%


&amp;ldquo;Baru 15% UMKM Indonesia yang menembus ekspor dan angka ini terbilang jauh jika kita bandingkan dengan nilai ekspor UMKM tetangga kita dia ASEAN, seperti Malaysia di angka 17,3%, Thailand 28,7%,&amp;rdquo; ujar Arsjad saat gelaran Pesta Rakyat UMKM untuk Indonesia di Jakarta Convention Center (JCC), Senin (22/7/2024).
Menurutnya, masih ada beberapa kendala yang dihadapi UMKM untuk bisa berekspansi ke pasar internasional. Seperti, minim informasi soal cara menembus pasar ekspor, kesulitan mencari jasa ekspor yang kredibel, hingga kesulitan mencari informasi mitra negara tujuan dan akses ekspor.

BACA JUGA:
UMKM Bisa Daftarkan Merek dengan Harga Murah, Ini Syarat dan Caranya


&amp;ldquo;Beberapa kali saya membaca DM di Instagram dari pelaku UMKM yang bingung, bingung bagaimana cara menembus pasar ekspor, misalnya kesulitan mencari jasa ekspor yang kredibel, susah mencari informasi mitra negara tujuan dan akses ekspor, dan masih banyak lagi,&amp;rdquo; paparnya.
Upaya strategis agar UMKM dalam negeri semakin banyak mencaplok pasar  global merupakan tindakan yang tidak bisa ditawar. Pasalnya usaha mikro  ini merupakan tulang punggung makro perekonomian.
Arsjad mencatat, lebih dari 65 juta UMKM di Indonesia mampu menyerap  97% tenaga kerja. Bahkan, 90% UMKM di ASEAN berasal dari Indonesia.
&amp;ldquo;UMKM adalah tulang punggung perekonomian Indonesia dan memang benar  faktanya ada kurang dari 65 juta UMKM di Indonesia yang menyerap 97%  tenaga kerja di Indonesia. Dan 90% UMKM di ASEAN yang juga berasal dari  Indonesia, ini adalah potensi yang juga harus kita rayakan,&amp;rdquo; beber dia.
&amp;ldquo;Nah itu menjawab kebingungan tersebut Kadin Indonesia sebagai mitra  strategis yang berkomitmen mendukung agenda pemerintah, kami hadir,&amp;rdquo;  lanjut Arsjad.</content:encoded></item></channel></rss>
