<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Keponakan Prabowo Jadi Wamenkeu, BI Singgung Pengelolaan Keuangan Negara</title><description>BI meyakini siapa pun yang mengurusi keuangan negara pasti berhati-hati  dalam menjaga Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/22/320/3037974/keponakan-prabowo-jadi-wamenkeu-bi-singgung-pengelolaan-keuangan-negara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/07/22/320/3037974/keponakan-prabowo-jadi-wamenkeu-bi-singgung-pengelolaan-keuangan-negara"/><item><title>Keponakan Prabowo Jadi Wamenkeu, BI Singgung Pengelolaan Keuangan Negara</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/22/320/3037974/keponakan-prabowo-jadi-wamenkeu-bi-singgung-pengelolaan-keuangan-negara</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/07/22/320/3037974/keponakan-prabowo-jadi-wamenkeu-bi-singgung-pengelolaan-keuangan-negara</guid><pubDate>Senin 22 Juli 2024 20:29 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/22/320/3037974/keponakan-prabowo-jadi-wamenkeu-bi-singgung-pengelolaan-keuangan-negara-yp4qwzdqXi.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Respons BI soal Thomas Djiwandono jabat Wamenkeu II (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/22/320/3037974/keponakan-prabowo-jadi-wamenkeu-bi-singgung-pengelolaan-keuangan-negara-yp4qwzdqXi.jpg</image><title>Respons BI soal Thomas Djiwandono jabat Wamenkeu II (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8xOC80LzE4MjkzMi81L3g5MmU1c2s=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
SUMBA - Bank Indonesia (BI) meyakini siapa pun yang mengurusi keuangan negara pasti berhati-hati dalam menjaga Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Di mana sebelumnya, Presiden Jokowi memasukan keponakan Prabowo Subianto yang merupakan Bendahara Partai Gerindra, Thomas Djiwandono ke dalam Kementerian Keuangan. Dirinya ditugaskan menjadi Wakil Menteri Keuangan II.

BACA JUGA:
Jawaban Thomas Djiwandono saat Ditanya Anggaran Makan Siang Gratis Rp7.500 per Anak


Kepala Grup Departemen Pengelolaan Moneter &amp;amp; Aset Sekuritas (DPMA) BI Ramdan Denny Prakoso meyakini pasti pemerintah memiliki batasan dalam mengelola APBN. Hal ini supaya fundamental perekonomian tetap terjaga seperti saat ini.
&quot;Saya tidak mengomentari pemerintahan baru. Tapi saya meyakini pengelolaan keuangan negara tetap akan prudent. Kalau sekarang tentunya ada batasan tertentu bagaimana defisit APBN dan pernyataan Sri Mulyani, Menko Airlangga, Pak Thomas (Wamenkeu) saya pikir itu jadi referensi pelaku pasar,&quot; ujarnya, di Kambaniru Hotel, Senin (22/7/2024).

BACA JUGA:
Mengenal Thomas Djiwandono Keponakan Prabowo, Lulusan Amerika yang Kini Dilantik Jadi Wamenkeu


Menurutnya, tidak hanya pemerintah yang memiliki komitmen untuk menjaga perekonomian. Tentu semua pihak juga pasti komit menjaga agar tetap prudent dan di pasar tetap meyakini hal tersebut akan berlaku juga di pemerintahan selanjut.
&quot;Tetap memang banyak dinamika di situ. Tapi saya berkeyakinan apapun pemerintah tetap akan konsen kepada prudential keuangan kita,&quot; tegasnya.
Sebelumnya, Thomas mengungkapkan, penunjukan ini sebagai bentuk  kontinuitas pemerintah Presiden Jokowi kepada Presiden terpilih Prabowo  Subianto.
&quot;Hari ini saya diangkat sebagai Wakil Menteri Keuangan II di  Kementerian Keuangan oleh Bapak Presiden Joko Widodo. Peran ini adalah  untuk menunjukkan kontinuitas dari Presiden Joko Widodo dan Presiden  Terpilih,&quot; kata Thomas di Istana Negara.
Thomas mengatakan, akan bekerja erat dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Wamenkeu I Suahasil Nazara.
&quot;Tugas kami, tugas saya adalah supaya semua hal yang menyangkut  anggaran terutama di 2025 itu selaras dengan apa yang sudah dicetuskan  oleh pemerintah sekarang dan tentunya program-program presiden terpilih  ke depan,&quot; kata Thomas.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8xOC80LzE4MjkzMi81L3g5MmU1c2s=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
SUMBA - Bank Indonesia (BI) meyakini siapa pun yang mengurusi keuangan negara pasti berhati-hati dalam menjaga Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Di mana sebelumnya, Presiden Jokowi memasukan keponakan Prabowo Subianto yang merupakan Bendahara Partai Gerindra, Thomas Djiwandono ke dalam Kementerian Keuangan. Dirinya ditugaskan menjadi Wakil Menteri Keuangan II.

BACA JUGA:
Jawaban Thomas Djiwandono saat Ditanya Anggaran Makan Siang Gratis Rp7.500 per Anak


Kepala Grup Departemen Pengelolaan Moneter &amp;amp; Aset Sekuritas (DPMA) BI Ramdan Denny Prakoso meyakini pasti pemerintah memiliki batasan dalam mengelola APBN. Hal ini supaya fundamental perekonomian tetap terjaga seperti saat ini.
&quot;Saya tidak mengomentari pemerintahan baru. Tapi saya meyakini pengelolaan keuangan negara tetap akan prudent. Kalau sekarang tentunya ada batasan tertentu bagaimana defisit APBN dan pernyataan Sri Mulyani, Menko Airlangga, Pak Thomas (Wamenkeu) saya pikir itu jadi referensi pelaku pasar,&quot; ujarnya, di Kambaniru Hotel, Senin (22/7/2024).

BACA JUGA:
Mengenal Thomas Djiwandono Keponakan Prabowo, Lulusan Amerika yang Kini Dilantik Jadi Wamenkeu


Menurutnya, tidak hanya pemerintah yang memiliki komitmen untuk menjaga perekonomian. Tentu semua pihak juga pasti komit menjaga agar tetap prudent dan di pasar tetap meyakini hal tersebut akan berlaku juga di pemerintahan selanjut.
&quot;Tetap memang banyak dinamika di situ. Tapi saya berkeyakinan apapun pemerintah tetap akan konsen kepada prudential keuangan kita,&quot; tegasnya.
Sebelumnya, Thomas mengungkapkan, penunjukan ini sebagai bentuk  kontinuitas pemerintah Presiden Jokowi kepada Presiden terpilih Prabowo  Subianto.
&quot;Hari ini saya diangkat sebagai Wakil Menteri Keuangan II di  Kementerian Keuangan oleh Bapak Presiden Joko Widodo. Peran ini adalah  untuk menunjukkan kontinuitas dari Presiden Joko Widodo dan Presiden  Terpilih,&quot; kata Thomas di Istana Negara.
Thomas mengatakan, akan bekerja erat dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Wamenkeu I Suahasil Nazara.
&quot;Tugas kami, tugas saya adalah supaya semua hal yang menyangkut  anggaran terutama di 2025 itu selaras dengan apa yang sudah dicetuskan  oleh pemerintah sekarang dan tentunya program-program presiden terpilih  ke depan,&quot; kata Thomas.</content:encoded></item></channel></rss>
