<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pengusaha Makanan Teriak soal Suku Bunga Acuan BI, Ada Apa?</title><description>GAPMMI berharap suku bunga acuan atau BI Rate akan tetap bertahan pada level 6,25% setidaknya hingga akhir tahu.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/23/320/3038140/pengusaha-makanan-teriak-soal-suku-bunga-acuan-bi-ada-apa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/07/23/320/3038140/pengusaha-makanan-teriak-soal-suku-bunga-acuan-bi-ada-apa"/><item><title>Pengusaha Makanan Teriak soal Suku Bunga Acuan BI, Ada Apa?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/23/320/3038140/pengusaha-makanan-teriak-soal-suku-bunga-acuan-bi-ada-apa</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/07/23/320/3038140/pengusaha-makanan-teriak-soal-suku-bunga-acuan-bi-ada-apa</guid><pubDate>Selasa 23 Juli 2024 10:01 WIB</pubDate><dc:creator>Ghanny Rachmansyah S</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/23/320/3038140/pengusaha-makanan-teriak-soal-suku-bunga-acuan-bi-ada-apa-QOwCx1mppQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Suku Bunga Acuan Bank Indonesia (Foto: BI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/23/320/3038140/pengusaha-makanan-teriak-soal-suku-bunga-acuan-bi-ada-apa-QOwCx1mppQ.jpg</image><title>Suku Bunga Acuan Bank Indonesia (Foto: BI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8yMC8xLzE4Mjk3MC81L3g5MmlqMTQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Gabungan Produsen Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) berharap suku bunga acuan atau BI Rate akan tetap bertahan pada level 6,25% setidaknya hingga akhir tahu. Hal ini meringankan beban industri yang saat ini tengah bergelut dengan berbagai tantangan.
Ketua Umum GAPMMI Adhi Lukman, mengatakan industri makanan dan minuman saat ini tengah menghadapi tantangan, seperti kenaikan biaya logistik dan modal.

BACA JUGA:
Harga Terbaru BBM Pertamina di Seluruh Indonesia Hari Ini

Adhi menjelaskan sebagian besar industri makanan dan minuman memiliki pinjaman bank, rata-rata sekitar 70%. Kenaikan bunga bank akan otomatis meningkatkan biaya di tengah biaya logistik yang juga melonjak.
Menurutnya, kenaikan biaya logistik di beberapa negara kini mencapai tiga kali lipat, dan kesulitan mendapatkan kontainer memaksa industri untuk meningkatkan persediaan mereka, yang tentu membutuhkan modal tambahan.

BACA JUGA:
Harga Emas Antam Tetap Dijual Rp1,4 Juta per Gram

&amp;ldquo;Kalau dulu cukup stok dua minggu. Sekarang satu bulan, bahkan ada bahan baku tertentu yang harus dua bulan stok. Peningkatan stok ini membutuhkan modal dan kenaikan bunga akan mempermahal modal,&amp;rdquo; ujar dia pada Selasa (23/7/2024).Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan pada level 6,25 persen setelah pada April 2024 memutuskan untuk menaikkan 25 basis poin (bps). Keputusan ini diambil sebagai upaya untuk memastikan inflasi tetap terkendali dalam sasaran 2,5 &amp;plusmn; 1 persen pada 2024 dan 2025.
BI juga mempertahankan suku bunga deposit facility sebesar 5,5 persen dan suku bunga lending facility sebesar 7 persen.
BI menyatakan fokus kebijakan moneter dalam jangka pendek diarahkan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah dan menarik aliran masuk modal asing.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8yMC8xLzE4Mjk3MC81L3g5MmlqMTQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Gabungan Produsen Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) berharap suku bunga acuan atau BI Rate akan tetap bertahan pada level 6,25% setidaknya hingga akhir tahu. Hal ini meringankan beban industri yang saat ini tengah bergelut dengan berbagai tantangan.
Ketua Umum GAPMMI Adhi Lukman, mengatakan industri makanan dan minuman saat ini tengah menghadapi tantangan, seperti kenaikan biaya logistik dan modal.

BACA JUGA:
Harga Terbaru BBM Pertamina di Seluruh Indonesia Hari Ini

Adhi menjelaskan sebagian besar industri makanan dan minuman memiliki pinjaman bank, rata-rata sekitar 70%. Kenaikan bunga bank akan otomatis meningkatkan biaya di tengah biaya logistik yang juga melonjak.
Menurutnya, kenaikan biaya logistik di beberapa negara kini mencapai tiga kali lipat, dan kesulitan mendapatkan kontainer memaksa industri untuk meningkatkan persediaan mereka, yang tentu membutuhkan modal tambahan.

BACA JUGA:
Harga Emas Antam Tetap Dijual Rp1,4 Juta per Gram

&amp;ldquo;Kalau dulu cukup stok dua minggu. Sekarang satu bulan, bahkan ada bahan baku tertentu yang harus dua bulan stok. Peningkatan stok ini membutuhkan modal dan kenaikan bunga akan mempermahal modal,&amp;rdquo; ujar dia pada Selasa (23/7/2024).Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan pada level 6,25 persen setelah pada April 2024 memutuskan untuk menaikkan 25 basis poin (bps). Keputusan ini diambil sebagai upaya untuk memastikan inflasi tetap terkendali dalam sasaran 2,5 &amp;plusmn; 1 persen pada 2024 dan 2025.
BI juga mempertahankan suku bunga deposit facility sebesar 5,5 persen dan suku bunga lending facility sebesar 7 persen.
BI menyatakan fokus kebijakan moneter dalam jangka pendek diarahkan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah dan menarik aliran masuk modal asing.</content:encoded></item></channel></rss>
